Siang begini datang ke kamar mandi, ah ternyata masih sama. Sebulan didiamkan ternyata belum ada yang mengambil inisiatif untuk membersihkannya. Mbok masak harus selalu dicontohkan cara bersihin kamar mandi, yang bener sajalah 😀
Pilek karena flu kemarin belum juga mereda. Tapi apa boleh buat. Ini ndak bisa didiamkan lebih lama lagi. Tanpa pikir panjang aku ambil sikat cucian, kugosok saja semua dinding dan lantai, walau tanpa bahan kimia pembersih, yang penting ada tenaga pikirku.
Tiga jam kemudian, satu kamar mandi dan satu toilet berdampingan, plus koridor di depannya sudah berhasil membuat jari dan tanganku nyeri. Peluhku sudah sedari tadinya menetes tak henti membuat mataku perih dan pandanganku mengabur. Pinggangku pun sudah terasa tak nyaman.
Ah…, masa bodoh pikirku. Sepertinya badanku memang terlalu suka dimanja. Mana ada yang seperti ini sudah bikin capek. Hanya dua ruangan kecil begini.
Akhirnya beberapa saat kemudian, walau tidak mengkilap setidaknya sudah berhasil kubuat bersih. Ah…, ini kamar mandi milik pribadi atau publik sih. Kok yang bersihin selalu seorang diri.
He he…, mungkin bakal ada yang ngeluh karena merasa sudah membersihkan kamar mandi hanya dengan menguras bak yang kotor – walau tanpa membersihkan dindingnya yang mulai ditempeli lumut. Tapi itu juga usaha, setidaknya adalah yang peduli 😀
Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan