A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Siang begini datang ke kamar mandi, ah ternyata masih sama. Sebulan didiamkan ternyata belum ada yang mengambil inisiatif untuk membersihkannya. Mbok masak harus selalu dicontohkan cara bersihin kamar mandi, yang bener sajalah 😀
Pilek karena flu kemarin belum juga mereda. Tapi apa boleh buat. Ini ndak bisa didiamkan lebih lama lagi. Tanpa pikir panjang aku ambil sikat cucian, kugosok saja semua dinding dan lantai, walau tanpa bahan kimia pembersih, yang penting ada tenaga pikirku.

Tiga jam kemudian, satu kamar mandi dan satu toilet berdampingan, plus koridor di depannya sudah berhasil membuat jari dan tanganku nyeri. Peluhku sudah sedari tadinya menetes tak henti membuat mataku perih dan pandanganku mengabur. Pinggangku pun sudah terasa tak nyaman.

Ah…, masa bodoh pikirku. Sepertinya badanku memang terlalu suka dimanja. Mana ada yang seperti ini sudah bikin capek. Hanya dua ruangan kecil begini.

Akhirnya beberapa saat kemudian, walau tidak mengkilap setidaknya sudah berhasil kubuat bersih. Ah…, ini kamar mandi milik pribadi atau publik sih. Kok yang bersihin selalu seorang diri.

He he…, mungkin bakal ada yang ngeluh karena merasa sudah membersihkan kamar mandi hanya dengan menguras bak yang kotor – walau tanpa membersihkan dindingnya yang mulai ditempeli lumut. Tapi itu juga usaha, setidaknya adalah yang peduli 😀

Terkirim dari telepon Nokia E71 | http://www.legawa.com

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca