Apa yang baru di Windows Live Writer Wave 4? Saya pun sebenarnya cukup penasaran dibuatnya. Windows Live Writer (sebuat saja WLW kemudian, sebagaimana singkatan ini sudah umum digunakan), adalah salah satu yang membuat saya betah untuk menulis blog, seandainya program ini tidak ada di komputer saya, mungkin saya sudah lama pensiun dari dunia blog. Mari kita lihat apa yang baru di sini.
Pertama-tama, sebagaimana yang sudah lama diisukan, WLW Wave 4 memiliki sistem pita (ribbon) seperti yang dimiliki oleh Microsoft Office Word 2010, mulai dari pengaturan clipboard, publish, font, paragraph, HTML styles, insert, editing, semua tercakup di halaman ‘home’, sedangkan untuk menambah akun ada halaman tersendiri. Silakan simak pratampil di bawah.
Sistem yang baru dengan penyuntingan luring menggunakan tema blog (diaktifkan dengan tombol ctrl + F11), memungkinkan kita untuk mengatur jenis huruf yang digunakan dalam blog, ini mungkin bermanfaat bagi mereka yang menyukai tipografi. Seperti saat saya menyunting menggunakan tema “The Erudite” maka WLW langsung mengenal huruf paragraf yang digunakan berjenis “Constantia” 12.
Demikian juga dengan ‘post properties’ yang lebih mudah di tambahkan dengan mudah, cukup tekan F2 untuk membuka fungsi ini.
Kita juga dapat memasukkan tabel, pranala (link), gambar, album foto (terintegrasi dengan Windows Live), video, map (menggunakan Bing Map), dan emotikon ke dalam artikel dengan mudah. Bahkan penambah split post (read more) juga cukup dilakukan dengan satu klik. Demikian juga dengan fitur penyuntingnya, seperti penyuntingan gambar lumayan mudah dipahami.
Anda bisa membaca beberapa artikel menarik lainnya seputar pembaruan dan penggunaan Windows Live Writer yang baru di: Getting Used to the new Windows Live Writer.
Tidak menyukai menggunakan klik dan tetikus? Anda tetap bisa melakukan penyuntingan tulisan luring dengan menggunakan penyuntingan ‘source code’ tulisan anda langsung.
Nah tertarik mencoba dan mengunduhnya, silakan merujuk ke tulisan saya sebelumnya: ‘”Rilis Windows Live Writer Wave 4 Beta” dan pastikan komputer Anda menggunakan Windows Vista untuk keperluan minimalnya.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Menggunakan WordPress atau yang Blogspot? Kalau WordPress akan aktif dengan sendirinya 🙂
Sedangkan kalau untuk Blogspot tidak akan aktif, karena saat WLW Wave 4 dibangung, Blogspot belum memiliki fungsi split post, itu kan fungsi baru di Blogspot (sama seperti penambahan halaman di Blogspot yang baru ada).
Tapi kita bisa melakukannya secara manual. Tambahkan kode <code><!–more–></code>, setelah sebuah paragraf ditutup di bagian penyuntingkan kode sumber (source).
@Pak Aldy,
Keluhan saya karena versi ini belum mendukung yang Bahasa Indonesia Pak 🙂
Saya masih menggunakan versi yang lama Mas Cahya. Dari ulasan diatas kayaknya menarik untuk dicoba, soalnya saya tidak menemukan adanya keluhan dari mas Cahya mengenai versi 4 ini ( walau masih beta )
Lebar pita bulanan saya tidak kuat untuk melakukan penyuntingan via dasbor WordPress langsung secara daring, makanya saya menggunakan metode luring, saya kan ndak ada warnet juga di dekat sini 😀
Kalau untuk di Windows 2000, sepertinya Zaundry Raven (beta) terbaru masih bisa digunakan dan cukup bagus Mas 🙂
@fansmaniac,
Windows Live Writer sudah ada sejak tahun 2008, mungkin juga tidak begitu populer karena kebanyakan orang langsung nulis blog secara daring/online 🙂
@Bidan ngeblog,
Pemengalan kalimat, maksudnya readmore ya? Bisa pakai insert → split post;
Sedangkan penyisipan keyword coba tekan F2 🙂
Tinggalkan Balasan