Cloud Antivirus adalah salah satu antivirus yang memiliki versi gratis di internet. Memiliki basis sebagai mesin AV yang bekerja dengan cukup baik menurut para penggunanya. Saya sendiri belum pernah menggunakannya, namun nama besar Panda Antivirus yang menghasilkan Cloud AV pasti sudah dikenal banyak orang sejak dulu.
Versi gratis Cloud AV menyediakan perlindungan dengan kelengkapan: Antivirus & Antispyware (fungsi perlindungan utama), Anti-Rookits (perlindungan terhadap bahaya tersembunyi) baik secara luring maupun daring, dapat mematikan fitur autorun pada komputer untuk menajamkan perlindungan luring, behavioral blocking berguna untuk melindungi komputer dari ancaman yang baru dan mungkin belum dikenal, konfigurasinya bisa diatur sesuai keperluan.
Beberapa fitur hanya tersedia dalam versi berbayar seperti: Behavioral analysis, autimatic USB vaccination, automatic & transparent upgrades, VIP support (24×7), dan tampilan tanpa iklan.
Anda tertarik mencoba menggunakannya sebagai alternatif? Bisa mengunjungi situsnya resminya di Cloud Antivirus atau mengunduhnya melalui Filehippo – Cloud AV. Mendukung Windows: Windows XP / Vista / Windows7 / Vista64 / Windows7 64.
Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
8 tanggapan
PF
Kebetulan gratis Mas, yang dipakai Laptop Kantor dink 😉
Hmm…, saya tidak pernah dengar Linux perna kena serangan virus komputer 😀 – walau Linux dipasang antivirus, biasanya itu untuk membantu mendeteksi virus Windows dan menghapusnya sehingga tidak membahayakan sistem Windows (digunakan mereka yang memasang dualboot Windows dan Linux – misalnya).
Saya bukan ahli Linux, tapi saya rasa mereka yang pakar dalam penciptaan AV untuk sistem Linux-pun sering bilang, bahwa hakekatnya Linux tidak perlu antivirus 🙂
Salah malah pengen tanya dengan komentar anda yang menanggapi komentar mas agung. Anda bilang, linux ndak butuh antivirus? Kok bisa? Maaf, ndak tau linux.
*kalau penjelasannya panjang lebar, ndak usah dipaksakan untuk menjawab pertanyaan saya mas cahya. 🙂
Cloud AV hanya saya tawarkan sebagai alternatif Dok 🙂
Dan memang tidak disarankan menggunakan dua AV yang berbeda secara bersamaan di komputer. Avira dan Antivir GmBH sudah cukup bagus kok, tidak perlu lagi dipasangkan dengan Cloud AV.
Kecuali jika belum punya peranti lunak antivirus – semisal pada komputer yang baru dibeli – maka Cloud AV layak dicoba sebagai antivirus tunggal.
Tinggalkan Balasan