Lega rasanya jika punya akses internet cepat jika banyak memiliki aktivitas di dunia maya yang lumayan bikin lompat ke berbagai halaman. Sayangnya, sebagaimana telah dikeluhkan sejak zaman dulu di negeri ini, maka infrakstruktur internetnya dapat dibilang ketinggalan – dan terserah masing-masing orang mau berargumentasi apapun tentang masalah ini.
Saya hanya tidak ingin terganggu dengan kecepatan akses yang tidak mumpuni ini. Dan memang saya juga tidak memiliki keinginan untuk mengganti ke kecepatan akses yang lebih tangguh – karena setangguh apapun layanan dari ISP saat ini, ya, masing-masing akan menemukan kelemahannya. Sehingga saya mengambil jalan tengah.
Saya lebih sering berselancar di dunia maya dengan menggunakan “mata tertutup” – alias mode “disable images”, salah satu cara untuk mempercepat akses ke sebuah website atau halaman di internet – termasuk blog. Jadi semua unsur gambar akan dipangkas dan dimatikan di peramban, sehingga yang tampak hanya unsur teks saja – alias tulisan saja.
Jadi mohon maaf, bagi teman-teman yang sudah cantik-cantik mendesain blognya, saya tidak bisa melihat desain itu, karena pada akhirnya saya juga hanya membaca teks saja. Bagi yang memasukkan banyak foto ke dalam tulisannya saya juga tidak bisa melihatnya, namun jika Anda menempatkan teks alternatif untuk gambar, mungkin saya masih tidak begitu kehilangan informsi tentang gambar atau foto yang dipajang di blog. Bagi yang meletakkan CAPTCHA sebagai sistem pengaman, ya mungkin saya belum berjodoh untuk ikut memberikan masukkan pada tulisan teman-teman.
Ah…, beginilah kehidupan fakir bandwidth, tapi saya bisa mengakses banyak halaman dengan lebih mudah. Walau pada akhirnya, saya juga tidak bisa membaca terlalu sering.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalau ketemu sistem pengaman CAPTCHA saya biasanya bermurah hati akan menyalakan fitur gambar sebentar untuk menuliskan komentar (yah pelitnya jangan keterlaluan lah) 🙂
@Mas Pushandaka,
Kalau dial-up masih bisa melayani hingga kecepatan 56 kbps sih masih oke Mas, saya saja dengan kuota hingga kecepatan 256 kbps bisa membuka banyak situs “berat” dengan mudah.
Tapi kalau mau berhemat dengan jatah 500 MB, ya gambar terkpaksa dimatikan, kalau tidak, rasanya tidak mungkin bisa blogwalking dengan leluasa. Tapi kalau blognya terlalu berat, mungkin tidak akan saya kunjungi lagi.
Dulu pernah saya tulis di “Alasan Saya Tidak Berkunjung ke Blog itu Lagi“.
@Mas Agung,
Untungnya tidak semua blog menggunakan fitur CAPTCHA, tapi saya sebenarnya suka kok blog yang pakai fitur CAPTCHA – jadi tertantang buat mengisinya 😀 – apa enaknya blog ini juga ditambahkan CAPTCHA ya?
Saya sih masih bisa menikmati apa yang tersaji di layar komputer/laptop saya. Selama ini saya ndak terlalu mengalami masalah dalam menikmati dunia maya. Iya sih, koneksi internetnya ndak ngebut banget, tapi ndak lelet banget juga. Masih bisa ditoleransilah.. 🙂
@Bli Dani, kalau Intense Debate rasanya memang seperti itu & sudah jadi sikap yang diambil pihak automattic.
@Bli Budiastawa, bukannya ilmunya yang tinggi Bli, tapi pelitnya yang keterlaluan. Maklum jatah saya hanya 500 MB per bulan dengan MOBI, jadi mesti mesti berhemat 🙂
@Panah Hujan, Ya saya sudah selang-seling kok. Pas baca komik daring gambarnya ndak mungkin kan saya matikan 😆
Sebelum 'protes' dengan latar gelap tulisan, sebaiknya Gravatar yang berlatar gelap itu diperbarui dulu :p – itu kan tetap tidak bisa dibaca walau menggunakan ekstensi Readability atau-pun Safari Reader 😆
Memang kodenya ndak berubah ya disalin-tempel seperti itu. Tapi masalah beberapa CAPTCHA (e.g milik Blogspot) saya menemukan kesulitan, karena dengan disable images justru tidak bisa membuka CAPTCHA itu sendiri (script tidak dijalankan?). Hmm…, banyak tab terdengar seperti pemborosan resources (mode pelit ON).
Saya tidak mengeluh, hanya meminta maaf sambil menikmati jalan-jalan ala tutup mata 😀
Tinggalkan Balasan