A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Menjelang 17 Agustus banyak narablog yang menunjukkan semangat nasionalisnya, Dani Iswara misalnya memulai dengan memantapkan kembali menulis dalam bahasa Indonesia yang baik & benar, di sisi lain Wira Utama menggunakan papan kepala merah putih pada blog, demikian juga dengan narablog Budiastawa menggunakan logo merah putih untuk kesempatan kali ini.

Lalu bagaimana dengan pemilik blog ini – ngomong-ngomong orangnya sedang tidak jelas ada di mana – apakah akan ada sesuatu? Entahlah, sebagai penulis & editor saya belum dihubungi. Tapi sepertinya pemilik blog belum memutuskan untuk mengangkat topik ini.

Mungkin ia ingin mempertegas definisi nasionalisme itu sendiri bagi dirinya, bukan sekadar kata yang terucap atau makna yang tertuang dalam kamus-kamus. Ketegasan yang mungkin hanya bisa ditemukan dalam sebuah refleksi.

Dan karena itu, saya rasa ada baiknya dia mulai bertanya…

Apa makna negeri ini bagimu?

Walau mungkin jawabannya tak akan pernah tiba dalam sebentuk kata-kata atau ide belaka.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

19 tanggapan

  1. Avatar lia sikupu
    lia sikupu

    Menyambut hari kemerdekaan, bisa-bisanya saya kemarin daftar lomba puisi untuk diposting di blog. hehe

  2. Avatar ArdianZzZ

    Negri yang hebat. 🙂

    Saya bilang negri, bukan negara… 🙂

    Kita tidak perlu terbang solo trans atlantik hanya untuk tampil di peta dunia — seperti lithuania misalnya

    Kita memproklamasikan kemerdekaan sendiri! setahu saya hanya 3 negara yang boleh berbangga atas hal itu.

    Ah sudah-sudah… memangnya negri siapakah ini?

  3. Avatar imadewira

    Ah, apalah artinya saya bagi negeri ini. Terkadang jadi bingung sendiri apa yang bisa kita berikan untuk negeri.

    Mungkin hanya sebuah banner dan berusaha selalu mentaati peraturan lalu lintas adalah yang bisa saya lakukan saat ini. 🙂

    Merdeka!!! 🙂

  4. Avatar Lendra Andrian
    Lendra Andrian

    sebentar lagi 17 agustus… dikibarkan bendera merah putih aja di salah satu sudut blog.. 😀

  5. Avatar rismaka
    rismaka

    Kalau saya apa ya mas? Lhah, gimana mau majang merah putih di blog, lha wong blog saya hitam putih kok 🙁

  6. Avatar saenake
    saenake

    merasakan nasionalisme itu harus konsisten.. 😀

  7. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Bagi saya, nasionalisme berarti tidak memandang manusia berdasarkan suku, ras, agama, maupun keturunan. Semua manusia sama. Jadi, kita sama-sama anak negeri ini yang masih terus berjuang agar negeri ini bisa lebih baik lagi 🙂

  8. Avatar red
    red

    nasionalisme pada akhirnya harus dilepaskan dengan menyadari bhw kita ini meski berbeda suku bangsa, bahasa dan budaya, tetap merupakan satu keluarga besar umat manusia. Tapi untuk saat ini bagi indonesia tidak banyak yg menyadari hal tsb.

  9. Avatar delia
    delia

    nasionalisme itu mari dibuktikan dengan perbuatan…

    contohnya bla bla bla… 😛

  10. Avatar aldy

    Masing-masing blogger memiliki caranya sendiri, lagi pula puasa sudah dekat 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca