Ingin sekali rasanya menghela napas panjang. Sejak dua hari yang lalu, tubuh saya sudah merasa tidak seperti biasanya, seperti tidak ada tenaga sama sekali. Tapi dengan cueknya tetap melenggang sambil senyum-senyum bertugas ke rumah sakit, di bagian penyakit infeksi lagi, tapi karena memang ada target tugas yang harus dipenuhi.
Semalam saya merasa lebih aneh lagi, tidak biasanya perasaan mirip ‘angina’ ini menyerang, bahkan sampai 3 kali dalam 5 jam. Ini hanya terjadi jika tubuh saya melemah. Tapi masih saja cuek, dalam artian cukup percaya diri dengan tubuh sendiri.
Eh…, baru terbangun pagi ini saya menyadari, ada sesuatu yang salah, dan teramat fatal. Saya tidak suka bergantung dengan obat, tapi kondisi ini membuat saya segera memacu kendaraan melewati jalanan pagi yang masih sepi untuk segera ke apotek dan mendapatkan beberapa obat. This is bad, really bad! – dalam benak saya pikiran saya jadi simpang siur. Mumpung perjalanan penyakitnya belum parah, atau belum mencapai klimaks, saya memaksa diri untuk menyetok beberapa obat.
Akhirnya kembali ke rumah saya pun langsung menghubungi chief dan berkata saya tidak bisa datang ke rumah sakit hari ini. Walau bisa sebenarnya, tapi gila saja melenggang dengan kondisi badan yang turun drastis dan berpotensi jadi media kultur banyak kuman (walah), apalagi turut serta membiakkan dan menyebarkan kuman di rumah sakit – ndak legeartis rasanya.
Semoga minggu depan atau dua tiga hari ke depan paling cepat, kondisi saya sudah membaik. Sepertinya Bhyllabus juga akan ditinggalkan lagi sementara waktu, sampai kondisi saya membaik, sekarang mesti menjalani terapi per 4 jam dulu – ah, sesekali merasakan kehidupan jadi pasien sendiri. Tapi begitu memandang beberapa buku teks, rasanya mau tidak mau, masih harus membaca sembari bed rest, hah….
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Mas Pushandaka,
Ini sudah baikan Mas, saya ambil istirahat awal sebagai tindakan preventif agar tidak manifestasi sakit yang sebenarnya 🙂 – terima kasih Mas.
Pak Sugeng,
Terima kasih Pak. Kalau di rumah sakit umum pusat, ada banyak dokter jadi ndak perlu khawatir :D.
Pak Aldy,
Wah, saya bukan tipe yang suka memaksakan diri Pak. He he…, pendampingnya kapan-kapan saja kalau sudah benar-benar bisa mandiri dulu 😀 – terima kasih Pak :).
Guilin,
Bukan tifoid kok, makasih ya :).
Itik Bali,
Ha ha…, ini sudah baikan, mungkin bisa menulis lagi besok. Thanks :).
Wah sakit yang dok, semoga lekas sembuh aja karena masih banyak pasien yang membutuhkan pertolongan nya 😛 Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Tinggalkan Balasan