A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ingin sekali rasanya menghela napas panjang. Sejak dua hari yang lalu, tubuh saya sudah merasa tidak seperti biasanya, seperti tidak ada tenaga sama sekali. Tapi dengan cueknya tetap melenggang sambil senyum-senyum bertugas ke rumah sakit, di bagian penyakit infeksi lagi, tapi karena memang ada target tugas yang harus dipenuhi.

Semalam saya merasa lebih aneh lagi, tidak biasanya perasaan mirip ‘angina’ ini menyerang, bahkan sampai 3 kali dalam 5 jam. Ini hanya terjadi jika tubuh saya melemah. Tapi masih saja cuek, dalam artian cukup percaya diri dengan tubuh sendiri.

Eh…, baru terbangun pagi ini saya menyadari, ada sesuatu yang salah, dan teramat fatal. Saya tidak suka bergantung dengan obat, tapi kondisi ini membuat saya segera memacu kendaraan melewati jalanan pagi yang masih sepi untuk segera ke apotek dan mendapatkan beberapa obat. This is bad, really bad! – dalam benak saya pikiran saya jadi simpang siur. Mumpung perjalanan penyakitnya belum parah, atau belum mencapai klimaks, saya memaksa diri untuk menyetok beberapa obat.

Akhirnya kembali ke rumah saya pun langsung menghubungi chief dan berkata saya tidak bisa datang ke rumah sakit hari ini. Walau bisa sebenarnya, tapi gila saja melenggang dengan kondisi badan yang turun drastis dan berpotensi jadi media kultur banyak kuman (walah), apalagi turut serta membiakkan dan menyebarkan kuman di rumah sakit – ndak legeartis rasanya.

Semoga minggu depan atau dua tiga hari ke depan paling cepat, kondisi saya sudah membaik. Sepertinya Bhyllabus juga akan ditinggalkan lagi sementara waktu, sampai kondisi saya membaik, sekarang mesti menjalani terapi per 4 jam dulu – ah, sesekali merasakan kehidupan jadi pasien sendiri. Tapi begitu memandang beberapa buku teks, rasanya mau tidak mau, masih harus membaca sembari bed rest, hah….

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

19 tanggapan

  1. Avatar Agung Pushandaka
    Agung Pushandaka

    Yah, kalau dokternya sakit, bagaimana donk dengan pasiennya? Ayo Pak Dokter, jangan cuma bisa menasehati masyarakat untuk menjaga kesehatan, tapi juga harus mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. 🙂

    Semoga lekas sembuh..

  2. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Dokter juga manusia biasa kan? Jadi masih perlu istirahat dan obat 🙂

  3. Avatar Cahya

    Bli Wira,
    Terima kasih, ini juga sedang menikmati waktu istirahat :).

  4. Avatar imadewira

    tubuh memang butuh istirahat 🙂 semoga lekas sembuh

  5. Avatar Cahya

    Julie,
    Kamu juga jaga kondisi ya 🙂

  6. Avatar julie
    julie

    aku sering angina
    bahkan aku mengidap TIA
    semoga cepat sembuh cahya!

  7. Avatar Cahya

    TuSuda,
    Terima kasih Dokter Putu, semoga deh baikan, kali ini fokus ke self therapy dulu, kalau sudah baikan pasti saya muncul lagi, toh masih ada publikasi tulisan terjadwal :D.

    Zee,
    I am not yet a medical doctor. Terima kasih, doakan ya 🙂

  8. Avatar zee

    Mas ini kerja di RS? Dokter or apa? Istirahat yang cukup mudah2an bisa mengembalikan stamina ya.

  9. Avatar TuSuda
    TuSuda

    BTW, nanti kalau sudah baik dan fit, semoga bisa aktif kembali berbagi dlm ngeblog… 8)

  10. Avatar TuSuda
    TuSuda

    ya baiknya jaga kondisi, istirahat yg cukup, semoga lekas sembuh ya…

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca