A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Adakah di sini sebuah jalan di mana kita dapat mengakhiri konflik dan penderitaan tanpa menghancurkan kecerdasan yang kreatif dan keutuhan yang sempurna? Dapatkah bisa hadir kehidupan yang nir pilihan, itu dia, dapatkah di sini ada sebuah aksi tanpa keinginan penyangkalan atau agresif?

Dapatkah hadir tindakan yang begitu spontan dan semuanya itu bebas dari konflik yang saling bertentangan? Dapatkah hadir sebuah hidup akan kesempurnaan tanpa proses yang menghancurkan dari disiplin, penyangkalan, ketakutan, dan keputusasaan?

Apakah keadaan pemahaman yang mendalam ini dapat dimungkinkan? Saya bertanya-tanya, berapa banyak dari Anda semua yang amat sadar akan konflik ini dalam medan perang batin.

Sebuah kehidupan sempurna, sebuah kehidupan dalam tindakan tanpa pemilihan, sebuah kehidupan yang bebas dari proses-proses menghancurkan dari penghilangan dan penggantian, adalah sesuatu yang mungkin.

Bagaimana kondisi ini direalisasikan? Sistem-sistem serta metode-metode tidak dapat menghasilkan tingkat kebahagiaan batin ini. Kondisi kehidupan nir pilihan ini haruslah hadir secara alami, secara sendirinya, ia tidak dapat ditemukan. Ia tidak untuk dipahami atau direalisasikan pun dicapai melalui sebentuk disiplin, melalui sebuah sistem.

Orang dapat mengondisikan batin melalui latihan, disiplin dan paksaan, namun kondisi seperti itu tidak dapat menghidupkan pikiran ataupun membangkitkan kecerdasan yang mendalam. Sebuah batin yang terlatih seperti itu merupakan sebuah tanah yang gersang.

Diadaptasi dari: Collected Works. Vol. III Ommen Camp, Holland, 1st August, 1936.

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar Fadhly
    Fadhly

    Kunjungan di pagi hari mas… 😀

    Sudah lama rasanya saya tidak berkunjung ke blog mas ini…hehee

  2. Avatar TuSuda
    TuSuda

    alam mikrokosmis di dalam diri memang ibarat medan kuruksetra, tempat berbagai problems silih berganti harus diselesaikan, sebagai bekal pembenahan diri menuju kesempurnaan.

  3. Avatar dHaNy

    Itulah kesempurnaan hidup yang melewati indahnya perbukitan, lembah, tebing, ombak. Dan ternyata kesemuanya itu terasa nikmat setelah berhasil melewatinya bukan kenikmatan untuk diam ditempat..

    Great post mas Legawa..

  4. Avatar Titut
    Titut

    Sempurna:

    bangun pagi krn dipeluk2 gita, sarapan sama2 ga pake berantem, jalan ke sekolah (gita) sambil ketawa2, ngantor bisa kerja ga milisan dan chatting, pulang jemput gita denger cerita dia dapat wow words, nemenin belajar ga pake berantem, makan malam sama2 ga pake argumen, baca buku sama2 sambil ketawa2, dan tidur sambil boleh meluk dan cium gemes2.

    dan, jauh di sana ada hati yang akhirnya mau mencintai *amin*

    juga, punya sahabat yang selalu ngasih semangat biar lewat blog dan facebook dan email dan sms

    dan ada orang2 yang selalu menghangatkan hati

    *menghela nafas panjang*

  5. Avatar aldy

    Saya tidak mau berfikir rumit mas, apapun istilahnya dan apa saja yang harus saya tabrak, pada akhirnya saya cuma mencoba membuat hidup ini lebih baik. Kesempurnaan? terlalu tinggi.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca