Aku terduduk di pinggir sebuah meja tertutup debu di antara raut batik lama yang tampak lebih lusuh daripada debu-debu di permukaannya. Sementara di kejauhan orang-orang sedang asyik menyantap kegurihan senja yang terhidang dengan menukar beberapa lembar keringat mereka, dan mungkin inilah sebentuk kepantasan di masa kini.
Seperti biasa, angin bertiup sesenja rintik yang belum hendak berhenti menyapa bumi, walau mentari telah beranjak rendah di cakrawala. Dan aku menyukai pelbagai aroma yang datang dari seberang di mana meja-meja tak tampak berdebu.
Aku tak cukup berpendidikan untuk memahami kenikmatan. Saat di sekitar banyak tangan-tangan berpasangan saling mengulur pengertian dan perhatian, aku terlarut memandangi satu dua ekor layang-layang yang hendak mencari teduh. Yah, aku menyukainya, dengan setipis uap tampak di bawah cahaya yang meredup.
Ah, ya ya…, aku hanya sebuah sepi yang sedang menikmati santap malamku. Hujan tak kunjung mereda, dan biarlah mereka menemani sebelum surut lentera ini menerangi malam yang hanya sekejap.
Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan