Jika Anda ingin melihat bagaimana keadaan cuaca di sekitar lingkungan anda, atau mungkin di belahan bumi lainnya. Mungkin menambahkan indikator cuaca adalah ide yang bagus, jika di sistem operasi Windows, mulai Vista fitur ini sudah ada pada dekstop widget. Sementara pengguna Linux seperti Ubuntu bisa menambahkannya secara manual.
Jika di dekstop klasik Ubuntu ada memang applet cuaca, maka pada Ubuntu 11.04 ada My Weather Indicator (MWI). Karena ditulis dengan menggunakan GTK, maka hanya memerlukan konsumsi daya yang sedikit. Pun kaya akan fitur, seperti temperatur, kelembapan, kecepatan angin hingga prakiraan cuaca esok hari.
Tampilan Menawan "My Weather Indicator"
Untuk memasangnya, silakan membuka terminal dan jalankan perintah-perintah berikut secara berurutan:
Pasca pemasangan selesai, silakan mulai ulang komputer anda. Jalankan aplikasi MWI setelahnya, dan masukkan koordinat lokasi anda. Jika Anda memiliki GPS atau ponsel pintar dengan dukungan fitur GPS, itu akan sangat membantu. Jika tidak, maka gunakan fitur pencarian lokasi dengan mengetikkan [nama kota, negara]. Misalnya saya akan mengetikkan [Mlati, Indonesia] atau [Denpasar, Indonesia]. Namun kadang kota tidak terdaftar atau lokasi terlalu luas, GPS akan lebih praktis. Atau mungkin Anda bisa memanfaatkan Google Maps dalam hal ini.
Bisa untuk menampilkan prakiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan
Membuat rencana untuk beberapa hari ke depan, mungkin Anda akan memerlukan bantuan alat untuk melihat prakiraan cuaca. Yah, meski beberapa orang lebih suka melihat ramalan bintang pada horoskop harian mereka. Hmm…, seperti di tempat saya akan ada badai beberapa hari ke depan ya.
Jangan lupa memasang dan menggunakan fitur ini memerlukan koneksi Internet pada komputer anda.
Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
7 tanggapan
wid
saya lebih suka menggunakan bawaan dari Docky 😀
terlebih ramalan cuacanya pun lebih sering tebalik dengan kenyataan :))
Tapi rasanya akan tetap aneh ya kalau pakai Unity dan Docky sekaligus, takutnya malah saling bertabrakan. Kira-kira nyamannya bagaimana ya?
Memuat…
wid
bertabrakan bagaimana bli?
saat ini saya menggunakan karmic dengan global-menu terpasang, saya menggunakan docky untuk lebih cepat berpindah antar aplikasi. sedangkan global menu untuk membuat taskbar terlihat sedikit lebih rapih 😀
Wid, saya tidak menggunakan Docky langsung, namun hanya membayangkannya saja. Semisalnya Unity's Applets yang ada memanjang pada lajur vertikal di sisi kiri layar, kemudian ada Docky's Dock memanjang pada lajur horizontal di sisi bawah layar. Kira-kira apa tidak berbenturan di sisi kiri bawah layar? Apalagi kalau menggunakan komputer dengan resolusi rata-rata ke bawah?
Memuat…
wid
mmm, unity memiliki fitur intellihide (kalau tidak salah), saat window di maximize, docky akan terhide secara otomatis, sepertinya tidak terlalu mengganggu, apalagi jika applet / launcher yg diletakkan di docky tidak terlalu banyak, sepertinya tidak akan berbenturran. selain itu, ukuran iconnya pun bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. jadi sepertinya tidak terlalu bermasalah dengan komputer dengan resolusi rata-rata kebawah.
Tinggalkan Balasan