A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dalam 3-4 hari belakangan ini ada beberapa distro Linux yang sudah dirilis, dan luar biasa jumlahnya dalam hitungan hari. Fedora 15, Trisquel GNU/Linux 4.5.1, Puppy Linux 5.1.2 “Warry”, GParted-Live 0.8.1-3, ZenWalk Linux 7.0 Gnome, Linux Mint 11 “Katya”, dan Bodhi Linux 1.1.0.

Saya bahkan belum sempat mencicipi beberapa Linux sebelumnya, dan sekarang meski menugaskan Natty untuk mengunduh semua distribusi tersebut. Semoga hari ini bisa selesai semua, dan berarti targetnya hanya tinggal menunggu IGOS Nusantara 2011 yang belum rilis, kecuali hanya versi beta 2 yang baru dilepas beberapa hari lalu.

y8wqr7957vcz

Jadi semua koleksi Linux ini akan ditutup per Juni 2011, agar nanti tidak terlalu kompleks membuat database jika semua dikumpulkan sekaligus. Setidaknya semua distro yang masuk 10 besar sudah ditampung, kecuali Arch Linux – yang dalam hal ini sudah sangat lama saat rilis versi stabil terakhirnya. Maklumlah, Arch Linux termasuk distro yang rolling-release seperti Tumbleweed milik openSUSE, jadi tidak perlu upgrade berkala per enam bulan atau delapan bulan seperti distro Linux lainnya.

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

19 tanggapan

  1. Avatar agung

    Dengan media instaler yang lama pun Linux Arch bisa mendapatkan sistem yang up todate. Jika kita setia, memasang aplikasi & desktop yang sederhana bisa dipastikan akan menghemat jatah pita lebar dan ruang harddisk. Rangking Linux Arch di distrowatch memang cukup mengesankan, disela-sela kesibukan offline pun bisa menyita perhatian saya lagi :D.

    Ah, mau belajar lagi dengan ArchBang dulu.

    1. Avatar Cahya

      Mas Agung, no thanks, ha ha…, kapan-kapan deh, saya lebih suka pakai Tumbleweed saja kalau begitu :D. Kenapa pakai ArchBang, kenapa bukan Chakra atau yang lainnya?

      1. Avatar agung

        Mas Cahya, hehe… ayo lah, 'investasi' untuk sedikit memahami 'jeroan' Linux itu. Tum­bleweed aku juga belum mencobanya, nanti saya akan coba.

        ArchBang=Arch Linux + Fluxbox

        Chakra=Arch Linux + KDE, yang elegan itu ya? CMIIW

        Mau belajar mengenai setelan dari berkas <code>rc.conf</code> dari desktop yang sederhana dulu.

  2. Avatar alief

    Aku semalam baru selesai download si katya bli.belum. Ada pita yg lebar buat ngunduh distro lain lagi.

    1. Avatar Cahya

      Lho, memangnya tidak ada pakai peket unlimited ya Mas?

      1. Avatar gadgetboi

        unlimited berquota 😆

  3. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Saya baru mau unduh Fedora 15 mas. Nanti mau saya cobain di mesin virtual dulu. Kalau disandingkan dengan XP dan Ubuntu apa beresiko ya? Jadi, 'triple boot' gitu maksud saya.

    1. Avatar Cahya

      Mas Is, saya juga sebenarnya mau mencoba Fedora 15, mumpung sudah selesai mengunduh DVD-nya. Tapi saya masih ragu apakah Gnome Shell bisa bekerja di VirtualBox, saya malas soalnya bikin partisi baru. Berapa banyak-pun multi-boot yang dibuat sebenarnya tidak masalah, asal tahu caranya memilah-milah, apalagi Ubuntu dengan GRUB 2-nya sering bikin pusing :).

    2. Avatar Nurul Imam
      Nurul Imam

      Sebenernya sih ngga ada masalah mas. cuma ngatur2nya ntu lho bikin ribet aja. hehehe

  4. Avatar Nurul Imam
    Nurul Imam

    Saya baru nyobain ubuntu ama red hat doank yang lainnya pengen coba coba nih

    klo fedora gimana yah ?

    1. Avatar Cahya

      Bukankah <abbr title="Red Hat Enterprise Linux">RHEL</abbr> itu distribusi berbayar ya? Seperti <abbr title="SUSE Linux Enterprise Server/Desktop">SLES/SLED</abbr>. Kalau berbicara tentang Fedora, biasanya informasi dari Komunitas Fedora Indonesia lebih bisa diandalkan :).

      1. Avatar Nurul Imam
        Nurul Imam

        Ya bener… saya pake karena memang persyaratan perusahaan. jadi ngga ada yang pake selain RHEL di kantor saya.

        Rencana sih saya ganti XP ke Fedora. Thanks atas Linknya…

      2. Avatar Cahya

        Karena Fedora merupakan turunan Red Hat, jadi saya rasa tidak akan masalah deh Mas bagi yang terbiasa dengan menggunakan Red Hat :).

      3. Avatar Nurul Imam
        Nurul Imam

        Weh modem sya kok ngga ke detect waktu install fedora. solusinya gimana yah ?

        e-mail sy / beritahu tanggepannya

        sy kok ngga nemuin feed komentarnya

        404 not found

      4. Avatar Cahya

        Maksudnya tidak terdeteksi bagaimana Mas? Mungkin dicek <code>PPP dialer</code>-nya? Kalau saya selama ini mengandalkan Network Manager, jadi semuanya sudah di-mount secara otomatis.

        Oh, masalah komentar itu mungkin ada kesalahan di sisi server saya. Sudah 3 hari belakangan ini server blog ini mengalami downtime berulang kali.

      5. Avatar Nurul Imam
        Nurul Imam

        Enak donk klo ngandelin Network Manager. Saya harus oprek2 dulu nih supaya ke detect dan akhirnya bisa. Tapi ketika saya coba install Ubuntu 10 di laptop ini eh malah ngga ke detect lagi di dmsg + lsusb. Punya solusi ? Modem saya SpeedUp 6200u CDMA 1X

        Untuk Masalah Feed Saya Rasa Itu Bermasalah Di Comment-feed.php nya mas

      6. Avatar Cahya

        Iya, kalau tanpa network manager, saya malah ndak bisa apa-apa 😀 – maklum newbie Linux :lol:. Saya sih tidak memiliki solusi Mas, tapi mungkin tulisan Mas Andy dalam artikel "Koneksi Modem CDMA SU-6200U di LinuxMint", karena menggunakan WVDial, mungkin bisa diterapkan di Ubuntu juga, tapi masalah periferal modem yang tidak terdeteksi dengan dmsg + lsusb, apa kira-kira masalahnya tidak di lokasi lain, misalnya pada porta USB-nya?

        Wah, saya kadang mengubah tipe string comment, misalnya memecah komentar jadi beberapa komentar yang ditampilkan, tergantung dari tema yang digunakan. Mungkin itu juga bisa jadi masalahnya. Tapi memang, server blog ini sedang bermasalah, makanya saya menginjeksi cache ke dalam sistemnya sekarang.

      7. Avatar Nurul Imam
        Nurul Imam

        Lah saya pake modem lainnya bisa trus klo pake modem ini sama sekali ngga ke detect. bingung stengah mati untuk link di atas. saya sudah membacanya jauh jauh hari sebelum mas cahya memberikan linknya. nah yang bikin saya bingung modemku beda banget ama screenshotnya. secara fisik aja beda apalagi dalemannya. toh yang saya maksud kan Speed Up 6200u CDMA 1X {Bukan 3G}. Mungkin Linux Ngga mendukung Modem Yang Belum 3G dan EVDO.

        Pake Server IIX ? Saya juga semalam mengalami down tapi ga lama langsung sembuh.

      8. Avatar Cahya

        Nah, sekarang metode lain memeriksanya, apakah modem-nya terdeteksi di sistem operasi lain? Jika ya, apa jenis hardware yang ditunjukkan, misalnya di device manager-nya Windows? Jika tidak terdeteksi berarti modemnya bermasalah.

        3G dalam CDMA hanya kadang untuk substitusi istilah EVDO yang lebih tepat, namun kurang familier, walau ndak salah sih rasanya. Saya pakai jaringan EVDO di Ubuntu, dan sepertinya baik-baik saja.

        Weh, server kok pada parah semuanya ya di mana-mana :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca