Meski rilis Thunderbird 5 sudah sejak beberapa hari yang lalu, namun saya baru saja mencicipinya. Selama ini saya menggunakan Thunderbird 3, dan entah mengapa saya tidak tahu apakah ada seri Thunderbird 4 yang pernah dirilis atau tidak. Thunderbird 5 tidak hanya mumpuni sebagai klien surat elektronik, namun juga sebagai pengelola pasokan RSS, kiriman lampiran dan dengan beberapa tambahan juga bisa mengatur jadwal kita melalui kalendernya (lighting), dan melihat percakapan surel dengan lebih mudah melalui conversation view.
Untuk mengunduh Thunderbird, silakan langsung menuju situs resminya di Mozilla Messaging. Anda bisa memilih mengunduh untuk beberapa sistem operasi seperti Windows, Mac OS ataupun Linux. Memilih mengunduh dengan pilihan program yang menggunakan bahasa Indonesia jika Anda inginkan.
Ucapan selamat datang pada Thunderbird
Saya sendiri sempat menunggu agak lama pada Natty Narwhal agar dirilis pembaruan ke versi terbaru ini, namun rilisnya tidak kunjung tiba juga. Akhirnya saya menambahkan Thunderbird 5 melalui kanal PPA resminya.
Pertama, tambahkan kanal PPA/respositori resmi Mozilla Thunderbird:
Kedua, perbarui daftar aplikasi terkini yang tersedia:
sudo apt-get update
Ketiga, memasang Thunderbird 5. Karena saya sudah memiliki Thunderbird 3 pada Ubuntu 11.04, maka saya tinggal menggunakan perintah:
sudo apt-get upgrade
Sedangkan jika Anda belum memasang Thunderbird versi lama, maka bisa memasang dengan perintah:
sudo apt-get install thunderbird
Tampilan Kotak Masuk Surat diperkayar dengan Conversation View
Thunderbird baru ini bisa merespons dan dimulai dengan cepat dengan menggunakan mesin Gecko versi 5. Memiliki add-ons manager yang baru seperti pada Mozilla Firefox 5. Terdapat beberapa perbaikan pada setelan saat mulai membuat akun, sehingga lebih mudah – saya belum mencoba fitur ini, karena menurut saya, versi sebelumnya pun sudah cukup sederhana.
Ada banyak lagi fitur baru Thunderbird yang belum dieksplorasi, saya rasa pasti akan semakin memudahkan saya melakukan komunikasi dengan menggunakan
Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Wah, karena saya punya banyak akunlah saya pakai klien Mas Agung, capek kalau ngecek satu-satu, berapa jendela peramban mau dibuka, belum lagi pindah akun satu ke akun lainnya :).
Saya sekarang juga pengguna Thunderbird. Cuma saya belum cek versinya yang berapa. Terakhir kali update tampilannya berubah ada kalendernya di sebelah kanan. Apa ini sudah yang versi 5, Mas?
Pak Joko, yang Thunderbird 3 juga ada kalender-nya jika menggunakan Lighting :). Kalau untuk versi bisa dilihat di Help → About, biasanya ada versinya. Untuk yang versi bahasa Indonesia, tampaknya belum tersedia Thunderbird 5, sehingga di Windows saya masih menggunakan Thunderbird 3. Biasanya akan segera menyusul setelah beberapa waktu, tapi kalau pakai versi bahasa Inggris, bisa langsung diperbarui.
Reza, ya di Linux juga ada Thunderbird. Aneh kan kalau aplikasi open source ada di Windows yang proprietary namun tidak ada di Linux yang mainstream-nya open source :).
emang flashgot bisa diresume gitu hasil download? bukan itu cuman untuk download video dan audio di situs? kalau download for x itu kan semacam download manager bli. sayangnya download4X samapi sekarang belum terintegrasi layaknya Download Accelerator Plus atau aplikasi yang lain di windows.
Mas Rangga, FlashGot bukan download manager, tapi download manager integration, fungsinya menghubungkan aplikasi berbasis gecko ke aplikasi download manager. Misalnya di Windows dihubungkan ke DAP atau Orbit; dan di Linux bisa dihubungkan ke Downloader for X, Uget, Gnome Wget; di Mac OS sendiri juga ada aplikasi yang bisa dihubungkan aplikasi lainnya.
Tinggalkan Balasan