Meski rilis Thunderbird 5 sudah sejak beberapa hari yang lalu, namun saya baru saja mencicipinya. Selama ini saya menggunakan Thunderbird 3, dan entah mengapa saya tidak tahu apakah ada seri Thunderbird 4 yang pernah dirilis atau tidak. Thunderbird 5 tidak hanya mumpuni sebagai klien surat elektronik, namun juga sebagai pengelola pasokan RSS, kiriman lampiran dan dengan beberapa tambahan juga bisa mengatur jadwal kita melalui kalendernya (lighting), dan melihat percakapan surel dengan lebih mudah melalui conversation view.
Untuk mengunduh Thunderbird, silakan langsung menuju situs resminya di Mozilla Messaging. Anda bisa memilih mengunduh untuk beberapa sistem operasi seperti Windows, Mac OS ataupun Linux. Memilih mengunduh dengan pilihan program yang menggunakan bahasa Indonesia jika Anda inginkan.
Ucapan selamat datang pada Thunderbird
Saya sendiri sempat menunggu agak lama pada Natty Narwhal agar dirilis pembaruan ke versi terbaru ini, namun rilisnya tidak kunjung tiba juga. Akhirnya saya menambahkan Thunderbird 5 melalui kanal PPA resminya.
Pertama, tambahkan kanal PPA/respositori resmi Mozilla Thunderbird:
Kedua, perbarui daftar aplikasi terkini yang tersedia:
sudo apt-get update
Ketiga, memasang Thunderbird 5. Karena saya sudah memiliki Thunderbird 3 pada Ubuntu 11.04, maka saya tinggal menggunakan perintah:
sudo apt-get upgrade
Sedangkan jika Anda belum memasang Thunderbird versi lama, maka bisa memasang dengan perintah:
sudo apt-get install thunderbird
Tampilan Kotak Masuk Surat diperkayar dengan Conversation View
Thunderbird baru ini bisa merespons dan dimulai dengan cepat dengan menggunakan mesin Gecko versi 5. Memiliki add-ons manager yang baru seperti pada Mozilla Firefox 5. Terdapat beberapa perbaikan pada setelan saat mulai membuat akun, sehingga lebih mudah – saya belum mencoba fitur ini, karena menurut saya, versi sebelumnya pun sudah cukup sederhana.
Ada banyak lagi fitur baru Thunderbird yang belum dieksplorasi, saya rasa pasti akan semakin memudahkan saya melakukan komunikasi dengan menggunakan
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Wah, karena saya punya banyak akunlah saya pakai klien Mas Agung, capek kalau ngecek satu-satu, berapa jendela peramban mau dibuka, belum lagi pindah akun satu ke akun lainnya :).
Saya sekarang juga pengguna Thunderbird. Cuma saya belum cek versinya yang berapa. Terakhir kali update tampilannya berubah ada kalendernya di sebelah kanan. Apa ini sudah yang versi 5, Mas?
Pak Joko, yang Thunderbird 3 juga ada kalender-nya jika menggunakan Lighting :). Kalau untuk versi bisa dilihat di Help → About, biasanya ada versinya. Untuk yang versi bahasa Indonesia, tampaknya belum tersedia Thunderbird 5, sehingga di Windows saya masih menggunakan Thunderbird 3. Biasanya akan segera menyusul setelah beberapa waktu, tapi kalau pakai versi bahasa Inggris, bisa langsung diperbarui.
Reza, ya di Linux juga ada Thunderbird. Aneh kan kalau aplikasi open source ada di Windows yang proprietary namun tidak ada di Linux yang mainstream-nya open source :).
emang flashgot bisa diresume gitu hasil download? bukan itu cuman untuk download video dan audio di situs? kalau download for x itu kan semacam download manager bli. sayangnya download4X samapi sekarang belum terintegrasi layaknya Download Accelerator Plus atau aplikasi yang lain di windows.
Mas Rangga, FlashGot bukan download manager, tapi download manager integration, fungsinya menghubungkan aplikasi berbasis gecko ke aplikasi download manager. Misalnya di Windows dihubungkan ke DAP atau Orbit; dan di Linux bisa dihubungkan ke Downloader for X, Uget, Gnome Wget; di Mac OS sendiri juga ada aplikasi yang bisa dihubungkan aplikasi lainnya.
Tinggalkan Balasan