A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Shutter adalah salah satu aplikasi pengambil pelbagai pratampil layar (screenshot) yang cukup menarik yang saya temukan saat menggunakan Ubuntu, saya sempat mengulasnya pada tulisan Shutter untuk Ubuntu. Namun tentu saja Shutter juga bisa dipasang pada openSUSE dengan mudah, hanya saja karena secara native belum terintegrasi penuh layaknya Ubuntu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Jika Anda menggunakan Tumbleweed sebagai repositori utama pada openSUSE 11.4, maka semua masalah anda bisa dianggap tidak ada. Anda bisa memilih menggunakan Tumbleweed, untuk ini silakan melihat caranya melalui “How to Upgrade openSUSE 11.4 to Tumbleweed” oleh Swerdna.

Namun jika Anda membangun repositori sendiri secara klasik seperti yang saya lakukan, maka kita perlu memastikan semua repositori yang diperlukan dipasang dengan baik.

Untuk memasang dan menjalankan Shutter pada openSUSE 11.4, setidaknya ada 2 repostori yang diperlukan terpasang:

  1. Repositories of home:swyear;
  2. Repositories of contrib/standard or factory/contrib or X11:utilities

Pertama, untuk menambahkan repositori “home:swyear“, Anda bisa menggunakan terminal dengan memasukkan perintah:

sudo zypper ar -f -n home:swyear http://download.opensuse.org/repositories/home:/swyear/openSUSE_11.4/ home:swyear

Atau tambahkan baris alamat URL repositori di atas secara manual melalui jendela YaST Software Repositories, sebagaimana yang dijelaskan di sini jika Anda lebih suka menggunakan antarmuka grafis. Jangan lupa menyegarkan (refresh) repositori yang baru ditambahkan, ini mudah dilakukan jika Anda menggunakan antarmuka grafis.

Jika repositori di atas sudah ditambahkan, maka sekarang Anda bisa memasang Shutter dengan memanfaatkan 1-Click Install dari openSUSE, jadi silakan gunakan pranala berikut:

Install Shutter via Factory:Contrib | Contrib/standard | X11:Utilities

Masing-masing pranala di atas akan langsung memasangkan repositori berikutnya yang diperlukan jika belum terpasang, dan memasang aplikasi Shutter setelahnya. Saya menyarankan menggunakan repositori dari “Contrib/Standard“.

Atau jika salah satu repostori itu sudah terpasang dan tersegarkan pada openSUSE 11.4 anda, maka cukup memasang Shutter dengan menggunakan perintah terminal:

sudo zypper in shutter

Maka aplikasi ini akan dipasang dengan otomatis oleh sistem.

Shutter pada openSUSE 11.4 (klik gambar untuk memperbesar)

Perlu diingat bahwa pemasangan aplikasi ini dengan cara yang diuraikan di atas memerlukan jaringan Internet, jadi pastikan jaringan anda tersedia dengan baik sehingga pemasangan dapat berjalan dengan lancar.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    plugins edit for presentation udah “waras” belum yah bli? 😀 … soalnya saya dulu di lucid enggak bisa lagi menambahkan arrow dan lainhal sebagaimana dengan picpick yang keren …. 😆

    1. Avatar Cahya

      He he…, saya tidak pernah mencoba sejauh itu Mas, ini baru mau masang openSUSE lagi, mungkin pakai yang 11.4 lagi. Nanti saya tengok-tengok lagi deh.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca