Saya dulu membeli modem Pantech PX-500 PCMCIA untuk berlangganan Internet Mobi dari Mobile-8. Namun sekarang Mobi sudah beralih menjadi layanan Smartfren Connex, itu lho yang iklannya ada balapan F1 di televisi. Permasalahannya adalah berbeda dengan Linux yang secara otomatis mendeteksi modem Pantech PX-500, tidak demikian halnya dengan Windows, sehingga pihak Mobile-8 menyediakan driver-nya untuk masing-masing seri Windows.
Pada saat saya membeli modem ini, Windows 7 belum dirilis ke pasaran. Dan ketika rilisnya, pihak Mobile-8 pun menyediakan driver khusus untuk Windows 7. Namun entah kenapa driver ini selalu gagal untuk mendetekasi modem Pantech PX-500 di Windows 7. Saya sempat dulu mencobanya di beberapa komputer teman.
Namun saya sekarang mencobanya kembali, tidak dengan driver terbaru yang disediakan, namun dengan driver lawas dari keping CD yang disediakan oleh Mobi saat membeli paketnya dulu. Driver ini ditujukan untuk Windows Vista, namun karena sepengetahuan saya Windows Vista dan 7 masih menggunakan kernel yang setara, maka asumsinya, driver ini juga bisa dipasang (paksa) ke dalam Windows 7.
Ilustrasi
Dan viola! Ternyata bisa disambungkan, yah tulisannya sih masih Mobi Access, tapi sudah menggunakan layanan Smartfren Connex. Koneksi cukup stabil, dan pada jaringan EVDO bisa mencapai kecepatan unduh 64 KiB/s hingga 115 KiB/s (setara dengan 512 Kbps sampai 1 Mbps), itupun jika pada jam-jam sepi dengan mengakses server yang bagus.
Di atas adalah hasil uji kecepatan jaringan Internet dengan menggunakan layanan Speedtest.net pada peramban Firefox 5.0.1. Tes ini saya lakukan menjelang pukul 17.00 yang merupakan jam-jam akses yang cukup padat merayap. Namun pada kecepatan sekian dengan menggunakan anggaran minimalis, saya rasa tidak terlalu buruklah untuk jaringan Smartfren.
Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.
FAO, WHO, WOAH, dan CMS meluncurkan kerangka global untuk mempercepat pengendalian flu burung melalui pendekatan One Health. Artikel ini mengulas mengapa H5N1 klad 2.3.4.4b kian mengkhawatirkan, bagaimana pengalaman Indonesia dengan 200 kasus manusia, dan langkah praktis bagi Puskesmas serta masyarakat untuk mencegah limpahan virus dari kandang ke manusia.
WHO merilis pedoman baru tentang perluasan pilihan kontrasepsi. Mifepriston kini direkomendasikan sebagai kontrasepsi darurat, pil KB kombinasi dapat diminum tanpa jeda hingga setahun, dan implan etonogestrel dapat dipakai lima tahun. Sebaliknya, ormeloksifen dan pil kuinestrol belum layak masuk program. Apa artinya bagi layanan KB dan jutaan akseptor di Indonesia kini?
WHO meluncurkan kursus daring mandiri tentang ilmu perilaku bagi praktisi kesehatan masyarakat. Artikel ini mengulas isi kursus, kerangka DDDIE, data perilaku berisiko dari SKI 2023, contoh kasus antibiotik tanpa resep, serta batas bukti nudge, agar program kesehatan di Indonesia tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi mengubah perilaku masyarakat sehari-hari secara nyata.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
21 tanggapan
Tio
Mas bro, emang bisa yah dengan modem Pantech PX 500 ini konek paket smartfren ? gmn caranya mas bro, aku punya modem ini soalnya dah lama nganggur mkn bisa dipake lagi 🙂
Tio, tidak ada cara khusus kok, kalau modem saya memang langsung dialihkan dari MOBI ke Smartfren dengan otomatis, tapi setelan lamanya masih berfungsi dengan baik. Jika modem sudah mati (kartunya), mungkin bisa dibawa ke Smartfren (galeri/pusatnya) untuk diinjeksikan nomor baru yang aktif.
bos…….setau saya, apapun jenis OS yang di pake, baik itu XP, W7, ato jg VISTA . . . penginstalan dari driver modem nya tetap pake yang XP jangan yang lain . karena xp komptible untuk semua OS, saya udah coba di XP & W7 semua berjalan lancar dan tanpa hambatan….
Mas tanya dong, modemnya masih menggunakan nomor MOBI atau diinject ke nomor smart. Ada link download drivernya gak karena CDnya tidak ada sementara saya sudah memakai windows7..terima kasih.
Mas Didik, nomornya masih menggunakan nomor MOBI bawaannya sedari awal (tidak pernah diganti), username dan passwordnya juga masih ikut MOBI. Coba diunduh driver yang untuk Windows Vista di situs resmi MOBI/Smartfren, soalnya Windows 7 yang disediakan tidak jalan sama sekali.
Stabil pas jam-jam tertentu, tapi sekarang sudah lumayan sering nge-drop, tidak seperti zaman saat Mobi masih berdiri mandiri, dan penggunanya masih sedikit :lol:.
Paket internet saya juga udah habis.. Saya juga pemakai smart mas, tapi tak bisa menikmati jaringan EVDO karena cuma make hp modem… Lagi nyari2 paket internet murah yg cocok di desa saya… Mungkin GSM karena punyanya modem itu..
Mas Alief, itu hanya jaringannya saja yang EVDO, tapi kecepatannya masih ngikuti CDMA 1x, kalau mau full EVDO, jatuhnya lebih mahal lagi. Bedangnya, jika pada jaringan EVDO, maka kecepatan CDMA 1x masih bisa dipertahankan tetap stabil, tapi jika sepenuhnya jaringan CDMA 1x – maka saat banyak koneksi yang ikut serta, kecepatan jaringan biasanya menurun menurut pengalaman saya.
Hadehh..ribet juga ya ternyata 😀
Untungnya saya pak XP, walau jadul tapi kompatibel dengan banyak modem 😆
Btw, itu cepet amat mas, speedy saya aja gak secepet itu 😀
Tidak juga, karena ini hanya masalah kompatibilitas saja, mau tidak mau seiring perkembangan teknologi, maka penggunanya juga setidaknya mesti tahu tentang kompatibilitas teknologi baru terhadap yang lama 🙂 – IMHO. Tapi tidak selalu secepat itu, kadang ada waktunya juga jadi teramat lambat.
Yah, lumayan-lah, saya tidak berani bilang kencang. Jika Internet kecang, berarti bisa mengunduh data beberapa Gigabit hanya dalam berapa menit, dan itu perlu paket kontrak ISP senilai belasan hingga puluhan juta per bulan. Kalau yang ini sih standar saja, setidaknya mencukupi untuk keperluan browsing dan mengunduh berkas ukuran kecil. Saya tidak menggunakan AHA, jadi tidak bisa memberikan tinjauannya, namun tetangga saya yang kebetulan menggunakan AHA sepertinya tidak menemukan masalah dan keluhan berarti, kecuali kemarin modemnya patah dan agak sulit jika diisi ulang secara elektronik, kalau jaringan sih katanya cukup bagus.
ya memang kan windows 7 itu repackage dari windows vista 😆 … saya juga sewaktu mencoba win 7 RC menggunakan driver vista semua … works like a charm 😀
*600kbps = 75kBps kalau donlot … lebih dari keren nih … saya aja kalau masih ada kuota cuman mentok sampai 300an … mau pake smartfren belum tahu di daerah saya ada engga jaringan EVDO-nya … *mengelus2 dada
Tinggalkan Balasan