A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pagi-pagi ini saya bangun lebih awal, ikut sahur bersama dan kemudian bersiap di depan komputer. Saya membuka kembali aplikasi Google Earth dan mulai memasukkan titik koordinat yang saya dapatkan untuk mencapai tempat tujuan saya hari ini. Saya tidak punya banyak waktu karena perjalanan kami akan dimulai beberapa jam lagi.

Saya menghabiskan beberapa waktu di Google Earth, kemudian memindahkannya ke Google Maps, dan pada akhirnya saya gunakan Ovi Maps dengan GPS untuk menentukan arah perjalanan dengan menggunakan ponsel Nokia E71 saya.

Panduan Perjalanan

Saya mungkin akan mengambil rute yang lain, namun setidaknya ini akan memberikan saya gambaran untuk tidak terlalu tersesat nantinya. Mengingat kebiasaan saya suka tersesat jika mencoba jalan baru, maka pemetaan adalah sesuatu yang saya rasa cukup wajib bagi saya untuk diterapkan lebih awal.

Lokasi yang saya tuju berada di 7°39’57.8″S 110°13’33.5″T, mungkin ada yang kenal dengan koordinat ini? Sekitar 48 Km di Barat Laut Wisma Cahaya Rembulan.

Setelah pemetaan siap, dan koordinat GPS + rencana perjalanan disiapkan, maka kini saya siap untuk menuju tempat tersebut. Hanya saja mungkin perlu beberapa kali lagi melihat petanya agar lebih yakin lagi.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. […] di mana Sendangsono terletak. Sehingga untuk mencapainya, saya menggunakan bantuan GPS dan pemetaan yang saya siapkan sebelum. Perlu sekitar sejam dengan sepeda motor untuk mencapai lokasinya di Desa Banjaroyo dari Yogyakarta […]

  2. Avatar ningrum

    Caranya gimaa ya, memindahkan google eart ke gmaps dan seterusnya, terimakasih sebelumnya 🙂

    1. Avatar Cahya

      Kalau dari Google Earth ke Google Maps kan bisa dibuka langsung, soalnya itu sepaket :). Tapi kalau dari Google Maps ke Ovi Maps, ya mesti dipindah manual, saya hanya mencari perkiraan lokasi saja, sehingga bisa dipindah ke Ovi Maps yang agak susah jika menggunakan titik koordinat, tapi kan pemetaannya masih bisa diperkirakan dengan Google Maps.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca