Mungkin ini adalah perjalanan panjang kedua kami pasca mengunjungi Pantai Ngobaran dua tahu yang lalu. Gua Maria “Lourdes” Sendangsono adalah lokasi ziarah yang telah ada sejak awal abad ke-20, dan yang menarik juga pada lampau digunakan sebagai tempat persinggahan para bhiku dari Borodur (Magelang) saat hendak ke Boro (Kulon Progo).
Saya belum pernah menjelajahi daerah Kalibawang, di mana Sendangsono terletak. Sehingga untuk mencapainya, saya menggunakan bantuan GPS dan pemetaan yang saya siapkan sebelum. Perlu sekitar sejam dengan sepeda motor untuk mencapai lokasinya di Desa Banjaroyo dari Yogyakarta melalui jalur Godean.
Saya sangat menyukai kompleks Sendangsono yang sangat tertata rapi dan terawat kebersihannya, tentu saja dengan taman-taman yang indah. Namun lebih dari itu semua, keheningan di Sendangsono begitu menenteramkan, seakan-akan seluruh udaranya adalah bulir kesunyian. Atau mungkin karena hanya kami yang menjadi pengunjung di sana hingga siang hari.
Di sini terdapat sebuah patung Bunda Maria yang dihadiahkan Ratu Spanyol di mana peziarah dapat berdoa.
Tidak jauh di bawah, terdapat tempat mengambil air dari mata air yang berada di bawah pohon angsana, yang menjadi asal nama Sendangsono. Di dekatnya juga terdapat Jalin Salib kecil yang ditata indah dan rapi.
Terdapat sungai kecil yang jernih dan dua jembatan lengkung penyeberangan yang menghubungkan kompleks dengan jalan menujui pintu masuk. Airnya sangat jernih, beberapa pemecah arus ditata dengan tepat sehingga memberikan nuansa ketenangan yang mendalam. Di sekitar kompleks Sendangsono juga terdapat beberapa kios cenderamata, termasuk juga menyediakan penampung air bagi mereka yang ingin mengambil air dari mata air.
Berikut adalah beberapa foto kecil yang kami ambil selama berada di Sendangsono, Anda bisa melihatnya langsung di Flickr untuk ukuran yang lebih besar.
I had a great time when visiting Sendangsono, a pure charming moments of stillness, and I came with someone who has a wonderful soul.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
21 tanggapan
Titut
ahahaha aku malu deh. Maaf ya Cahya. Tidak menepati janji. Maaf ya 🙂
Kalau aku pulang, ajak aku ke sana ya. Aku malah belum pernah. Bagus ya? Ada tempat retret/penginapannya nggak?
Ah, santai saja Mbak 😀 – he he…, kapan Mbak Titut mau pulang, nanti saya malah sudah keburu tidak di Jogja lagi. Tempatnya bagus dan nyaman, buat retret rombongan dan kelompok juga sesuai, ada tempat doa bersamanya, ada juga homestay dan penginapan yang ditata rapi. Coba lihat langsung di situsnya Mbak, sendangsono.info.
Ah ya betul sekali :).
Hanya saja yg namanya sejuk krn pergi tempat ibadah or yg religi tentu beda bila dibandingkan hati yg sejuk krn pergi ke taman. Menurut saya poinnya adalah saat kita bisa menyadari betapa besar ciptaan Yang Maha Kuasa atas bumi ini.
saya juga baru 3x ke sana mas.. rencananya minggu2 ini mau ke Lawangsih.. Itu yg dari perempatan setelah kali progo kalau ke sendang sono belok kanan, ni terus lurus sampe di atas gunung mas
Mas Tomi, saya malah tidak tahu yang mana perempatan setelah Kali Progo, yang saya tahu cuma mengikuti panduan suara di earphone yang bilang, “Setelah 1 Km lagi, belok kanan” dan seterusnya :).
Lawangsih itu yang dulu disebut gowa lawa ya Mas? Kalau ke Gunung lurus sana, saya malah pernahnya ke Goa Kiskendo, tapi rasanya itu sudah nyeberang ke Jawa Tengah deh.
jadi ceritanya ini bli cahya jalan jalan terus nih?? jadi teringat saat terakir jalan jalan ke jogja dulu.pada main main mencoba menembus beringin kembar yang ada di alkid, mungkin lain kali -kalau ada kesempatan- bisa berkunjung juga ke gua maria
Ah tidak juga Mas Alief, sebagian besar waktu saya habis di rumah, he he…, rasanya malah seperti anak gedongan. Ya, saya juga pernah lewat di antara beringin Alun-Alun Kidul tersebut, dan suasananya juga sangat ramai – terutama malam hari :).
Tinggalkan Balasan