A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebuah film animasi karya Makoto Shinkai dengan judul asli “Kumo no Muk?, Yakusoku no Basho” atau yang lebih terkenal sebagai The Place Promised in Our Early Days. Film ini saya kenal dari sebuah CD Audio yang merupakan original soundtrack-nya, yang saya dapatkan beberapa tahun lalu, yang seketika itu membuat saya jatuh cinta pada permainan biola di dalamnya. Sayangnya, karena perawatan yang kurang baik, CD Audio tersebut rusak.

Film ini dirilis semasa dengan film animasi Howl’s Moving Castle, dan merupakan salah satu film animasi favorit saya. Hmm…, mungkin juga karena Makoto Shinkai merupakan salah satu sutradara film animasi yang paling berbakat yang pernah menuangkan karyanya.

Saya menyukai karya Shinkai sejak tanpa sengaja menyaksikan film animasi 5 Centimeters Per Second yang melegenda itu, dan soundtrack-nya “One More Time, One More Chance” menjadi lagu favorit yang sesekali saya putar berulang-ulang dengan nada-nada yang memenuhi ruangan saya.

Film berdurasi sekitar 90 menit memiliki konsep cerita yang menarik, yang bisa dibaca di Wikipedia. Namun tetap workart dari Shinkai dan musik dari Tenmon-lah yang menurut saya memberikan kehidupan pada animasi ini.

Ada banyak film animasi yang hanya hadir sebagai bagian dari dunia hiburan dan bisnis, namun sedikit yang muncul sebagai presentasi dari seni, dan saya rasa film “The Place Promised in Our Early Days” ini adalah salah satu dari yang sedikit itu.

Sepanjang menyaksikan film ini, saya terbawa dalam sebuah perjalanan psikologis yang menarik dalam latar dunia pararel antara kesederhanaan persahabatan, hingga ke rumitnya topik-topik fisika kuantum dalam jagat raya yang tidak terbatas. Namun jika Anda tidak bolos saat pelajar teori relativitas dan fisika kuantum di bangku sekolah dulu, maka saya rasa kerumitan film ini bukanlah kendala.

Mungkin Shinkai masih terbawa karya awalnya “Voices of a Distant Star” ketika membuat film ini, namun entahlah. Meski pun kental dengan nuansa fiksi ilmiah yang misterius, namun kepolosan ceritanya membuat film ini tidak bisa saya saksikan dari kacamata pengetahuan yang memang merupakan bumbu pemanis saja, unsur psikologis begitu kuat memancing saya untuk tidak melewatkan detil apapun dari animasi yang terus bergerak ini.

Animasi ini memiliki permulaan yang lembut dan ceria, pertengahan cerita yang mulai memilin banyak enigma sehingga terkesan gelap namun mengundang banyak tanda tanya. Dan klimaks cerita pun didesain sedemikian rupa sehingga gulungan emosi menjadi memuncak, dan diakhiri dengan penutup yang tidak yang menyentuh.

Untuk keseluruhannya, film “The Promised Place in Our Early Days” sangat menarik, sebuah film yang sepanjang jalan ceritanya selalu menggugah emosi penontonnya dengan begitu mendalam.

Meski pun saya heran, karya Shinkai yang sering mendapatkan pelbagai penghargaan film baik lokal maupun Internasional sepertinya tidak pernah ditayangkan di negeri ini, termasuk di teater, termasuk karya terbarunya tahun ini – “Children Who Chase Lost Voices from Deep Below” – padahal menurut saya pribadi, karya-karyanya dapat menggugah munculnya animator-animator muda di negeri ini, termasuk para penulis cerita.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar Asop

    Iya Mas Cahya, saya pernah diceritain dikit beberapa waktu lalu ama temen saya, katanya sih bagus banget film “Yakusoku no Basho” ini. Tapi saya gak terlalu pedulikan… habisnya ada hal lain yg lebih menarik perhatian saya… 😳

  2. Avatar Fad

    Dimana Bli bisa dapetin film-nya.. saya mau nonton,,
    sya suka biola,, apa di film ini menampilkan permainan biola??

    1. Avatar Cahya

      Di mana ya, kayanya di dalam negeri ndak ada deh 🙁 – tapi di sini ada kok, harganya sekitar $ 26.50 belum termasuk shipping :).

  3. Avatar indobrad
    indobrad

    wahh gak ngerti sama kali dunia animasi. kalo dari gambar sih sekilas bagus ya 😀

    1. Avatar Cahya

      Indobrad, saya juga penikmat saja kok :).

  4. Avatar jarwadi

    ahhh, itu graphic art berjalan di rel kereta, bikin mupeng …

    1. Avatar Cahya

      Pak Jarwadi, wah, lagi sensi dengan kereta api nih :).

      1. Avatar jarwadi

        maksudku: adegan perpisahan di kereta mas 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca