A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pagi ini di salah satu stasiun televisi swasta, ada perbincangan menarik tentang mobil nasional – buatan anak bangsa – yang kebetulan menjadi populer belakangan ini sejak didukung (secara formal) oleh Walikota Solo saat ini. Ini menarik tentunya, ini menarik tentunya, karena siswa-siswa SMK dengan cukup dukungan mampu menghasilkan sebuah kendaraan yang layak jalan – pasca uji coba, kecuali katanya belum diuji emisi.

Jika presiden yang berkata bahwa mobil ini bagus, mungkin saya masih akan meragukannya, namun karena sudah Pak Joko Widodo yang berkata demikian, maka saya akan berani mencobanya. Ha ha…, ini hanya masalah siapa yang merekomendasikannya.

Setelah uji kelayakan dan mampu diproduksi dengan harga bersaing, apalagi sebagian besar komponen merupakan hasil dari negeri sendiri. Saya kira mengapa tidak – bagi kita untuk mendukungnya. Jika negeri besar seperti Jepang dan Cina mendukung produk otomotif dalam negeri mereka, mengapa kita tidak bisa mendukung buatan negeri kita?

Mobil Esemka

Industri dan kreativitas akan berjalan hanya jika memiliki dukungan dari pasar, termasuk konsumen di dalamnya. Tentunya, kita juga memiliki isu bahwa banyak kepentingan asing yang mungkin tidak menyukai kemandirian bangsa kita di bidang otomotif, namun jika konsumen dalam negeri bisa memberikan dukungan – maka ada harapan bahwa kita bisa mandiri suatu saat nanti.

Apalagi kemandirian di salah satu industri, akan memicu dan menjadi rantai kemandirian di industri lainnya. Bayangkan saja jika permintaan mobil buatan anak negeri meningkat, maka akan ada potensi memunculkan industri perakitan dan produksi komponen mobil di dalam negeri, seperti pabrik mesin mobil misalnya yang sampai saat ini kita tidak memilikinya.

Tentu saja di antara kucuran dukungan, biasanya ada pesimisme tentang mobil esemka ini. Pelan-pelan saja, jika kita tidak mulai melangkah sekarang, maka mungkin negeri ini telah lama berhenti untuk bergerak maju.

Jadi, siapa yang akan memilih mobil esemka?

Sumber gambar: detik.com

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

22 tanggapan

  1. Avatar ardi
    ardi

    cintai produk dalam negri

  2. Avatar gadgetboi

    semoga tidak menjadi komoditas “anget-anget ta*i ayam” 😀 …

    bangsa ini terkenal dengan sifat buruk: gampang lupa, gampang marah, gampang terbawa arus, gampangan … 😆 …

    setahu saya sudah ada beberapa belas prototipe mobil bikinan mahasiswa teknik dan SMK di indonesia loh, mulai dari bandung hingga di jogja, tapi baru ESEMKA ini yang mencuat 😀

    1. Avatar Cahya

      He he…, notebook SMK juga sudah lama bergaung – tapi ya itu kelihatan cuma gaungnya, tapi bendanya jarang saya lihat ada yang bawa :D. Nah, semoga, dengan banjirnya pesannya, setidaknya ada mungkin kita bisa temukan satu atau dua di jalanan :).

      1. Avatar gadgetboi

        kalau notebook banyak bli,
        advan dan axioo hasil rakitan anak SMK 😀 … yang beli pun banyak lah terutama segmen netbook … tapi kita butuh lebih dari sekedar jago merakit … kapan industri sekala korporat akan hadir untuk dunia IT dan automotif itu yang saya tunggu :mrgreen:

      2. Avatar Cahya

        Kalau Zyrex ada ndak ya, kan produk dalam negeri juga tuh :D. Hmm…, tunggulah, kalau kita sudah menyingkirkan kepentingan asing, mungkin akan bisa terwujud.

  3. Avatar imadewira

    Saya acungkan 2 jempol buat mobil Esemka ini serta para pembuatnya. Walaupun saya tidak mengetahui secara detail bagaimana status serta kualitas mobil ini, tapi karena ini adalah produksi dalam negeri, saya rasa layak untuk kita banggakan.

    Apalagi kalau bisa ikut membeli dan menggunakannya. Tapi untuk ukuran rakyat biasa, membeli mobil ini mungkin saya belum mampu. Langkah Pak Joko Widodo harusny ditiru oleh Pejabat serta orang kaya yang lain, bahkan jangan hanya dijadikan mobil dinas, sekalian untuk mobil pribadi di rumah.

    Disinilah salah satu pejabat serta orang penting di negeri ini menunjukkan nasionalisme mereka, jangan hanya omong doang.

    1. Avatar Cahya

      Betul Bli, yang kaya mesti memberi contoh, terutama pejabat termasuk kaum legeslatif, masa toilet saja mampu menganggarkan dua milyar, buat mobil saja tidak mau. Bila perlu jual mobil dinas sekarang, ganti pakai mobnas, dana lebihnya dikembalikan ke kas negara :D.

  4. Avatar Andhy
    Andhy

    Mobnas kalau designnya bagus bakalan laku.
    Esemka ini designya bagus. Tapi coba bandingkan dengan GEA 😛

    1. Avatar Cahya

      He he…, mocin saja laku, masak mobnas ndak :D.

      1. Avatar gadgetboi

        sekedar info mocin tidak dijual di cina loh *doh* saya engga liat ada motor bebek di bejing ❓ … edan yah cina 😆 kita benar-benar pasar komoditas mereka …

  5. Avatar indobrad
    indobrad

    jalan yg harus ditempuh esemka masih panjang sebelum bisa menyaingi Toyota atau BMW, dan alangkah lebih inovatif kalau esemka melakukan quantum leap dengan mendesain mobil dengan energi terbarukan.

    tapi langkah pertama ini patut didukung! 🙂

  6. Avatar Asop

    Pertama, Pak Jokowi dulu. Nanti, kalo memang tangguh dari Solo ke Surbaya dan dari Surabaya ke Jakarta, baru nanti masuk ke incaran saya. 😀
    KAlo ada duit ya.

    1. Avatar Cahya

      Wah, Mas Asop, ternyata UUD, ujung-ujungnya duit 😀 – tapi ya memang mesti uji untuk perjalanan jauh juga :).

  7. Avatar dHaNy

    Jadi inget pemberitaan di televisi kemarin pas teleconference pak Jokowi dengan gubernur jateng Bibit Waluyo seakan gubernur kurang merestui tindakan walikota itu.. teringat juga dulu Jokowi pernah menentang kebijakan gubernur yang ingin menjadikan pabrik gula menjadi mall… politiiik politiiik..
    Gak tau mana yang benar mana yang salah…

    1. Avatar Cahya

      He he…, kalau masalah politik, susah dicari benar salahnya. Tapi setidaknya dilihat, mana yang membela “wong cilik” lebih banyak, itu sudah cukup.

      1. Avatar dHaNy

        Bener mas, saya memang salut banget dengan prestasi Jokowi ini, kemarin berhasil mengadakan pesta olahrga difabel se Asean, Asean Paragames 2011. Cerita temen juga “katanya” gaji walikotanya gak pernah diambil..
        Makanya wacananya ada yang mau menarik beliau ke jakarta…

  8. Avatar ladeva

    Kita membahas hal yang sama nich tapi dari sudut pandang yang berbeda. Tampaknya aku udah ketemu lagi seorang pengagum Jokowi 🙂

    1. Avatar Cahya

      Ha ha…, saya hanya mendukung yang layak didukung dan perlu dukungan. Ing madyo mangun karso :D.

      1. Avatar ladeva

        Aku googling dulu arti bahasa jawa itu apa 😀

  9. Avatar Melvin
    Melvin

    saya juga menonton tentang hal ini di TV. seperti yang di katakan mas monda. yang saya tau dari mobil ini cuma harganya. klo di TV bilangnya sekitar 95 juta 🙂

  10. Avatar monda

    ya, bagus mobilnya, cukup irit 1:10, dan harganya lumayan juga 95 juta…
    tapi jangan pakai Kiat Esemka, kiat itu kok mirip2 dengan merk lain, esemka aja udah oke

    1. Avatar Cahya

      Pingin beli sih Bu, tapi ya maklum, masih cukup mahal untuk ukuran rakyat kelas bawah ke bawah seperti saya :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca