Setelah membuat halaman facebook untuk blog ini tahun lalu, tahun ini saya membuatkan halaman Google+ (baca: google plus) untuk Bhyllabus. Halaman ini sudah bisa digunakan jika hanya untuk sekadar berkomunikasi, tentang isi blog, masukan atau topik apapun yang ingin dibicarakan tanpa perlu mengakses halaman blog yang asli.
Saya juga menambahkan pembaruan tulisan secara berkala di halaman ini, meski mungkin tidak seperti pada Facebook yang bisa dilakukan secara otomatis. Saya belum menemukan cara pembaruan otomatis ke halaman Google+. Sehingga mungkin pembaruan konten agak lebih terlambat.
Untuk lebih jelasnya, silakan langsung mengunjungi halamannya di Google+: Bhyllabus on Google Plus. Namun perlu diingat bahwa diperlukan akun Google untuk mengakses halaman ini.
Selain tentang konten blog sendiri, halaman ini juga diizinkan sebagai media diskusi masalah teknis dan non-teknis, seperti misalnya untuk jaringan afiliasi yang tidak diizinkan dibahas pada borang tanggapan blog asli sesuai dengan syarat layanan penggunaan (terms of service) Bhyllabus.
Anda diizinkan secara bebas menambahkannya ke dalam lingkaran (circle) akun Google+ anda. Jika memiliki masukkan jangan ragu untuk menyampaikannya.
Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Saya sempat mendiskusikan hal ini dengan putri saya dan alasannya yang dikemukakannya cukup rasional. Jika blog pribadi seperti ini, suatu saat akan kolaps, dengan menyebarkannya kebeberapa layanan, arsip itu akan terjaga bahkan untuk jangka waktu yang sangat lama.
Blog seperti punya saya ini juga akan “runtuh” nantinya, namun di saat itu tiba, generasi baru akan meremajakan dunia blog itu sendiri, dengan ilmu yang diperbarui dan sintesa pemikiran dan sudut pandang dari generasi sebelumnya.
Patah tumbuh, hilang berganti. Mari percaya bahwa generasi berikutnya akan memberikan sesuatu yang lebih baik daripada kita, sehingga keusangan kita tidak perlu terlalu lama menyesakkan dunia maya :).
Memuat…
Iskandaria
Hehe. Saya sendiri sampai saat ini belum membuat halaman semacam fans page untuk blog saya, entah itu di Facebook maupun di Google Plus. Atau anggaplah semacam halaman khusus untuk blog saya (misalnya khusus untuk pembaruan konten maupun diskusi). Sejauh ini saya hanya memanfaatkan akun pribadi yang saya miliki di Facebook dan Twitter (untuk pembaruan konten). Entahlah ke depannya. Sejauh ini saya belum punya niat sih untuk membuat halaman khusus bagi blog saya. Mungkin saya agak aneh ya 🙂
Tinggalkan Balasan