Ketika kehidupan di mulai, maka keajaiban akan mulai terjalin dengan sendirinya. Ada banyak hal yang tidak banyak lagi kita saksikan sebagaimana peradaban kita sebelumnya. Jika kita tinggal di mana sentuhan alam masih jamak menjadi pilar-pilar kehidupan masyarakat, maka harmoni keajaiban adalah siluet indah yang bisa kita saksikan setiap saat.
Misalnya saja ketika celoteh pertama anak ayam yang baru saja keluar dari balutan cangkang telurnya, apa yang ditemukan di situ tidak akan tergantikan ke dalam sebentuk kata-kata.
Ketika kesibukan kehidupan perkotaan menyita waktu saya, misalnya, maka saya mungkin hanya akan menemukan mereka sudah terhidang lezat di atas piring saji – tidak pernah berpikir dari mana semua itu berasal.
Ketika senja mulai meredup, anak-anak ayam akan mulai mencari kehangatan di bawah sayap sang induk.
Saya kira juga hal yang sama terjadi pada anak-anak ayam yang tak pernah melihat induknya sedari tetasannya. Mereka di tetaskan di bawah penghangat buatan, untuk segera dipindahkan dalam kelompok besar menuju peternakan modern, dijejali pakan hingga mereka cukup gemuk dan alot untuk disantap.
Hubungan setiap kehidupan, antara generasi sebelumnya, antara sesama bentuk kehidupan lainnya – sering kali bentuk keajaiban kecil ini terlupakan ketika saya tidak melihatnya lagi dalam hiruk pikuk dunia modern.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
9 tanggapan
Agung Pushandaka
Aktivitas yang padat juga membuat kita lupa akan hal-hal kecil yang menghadirkan kesenangan untuk kita. Seperti halnya kita lupa untuk bersyukur atas kebaikan-kebaikan kecil yang kita terima karena tertutup dengan target dan ambisi besar yang kita kejar.
Segala sesuatu memiliki dua sisi yang berbeda. Kesibukan dan ambisi bisa membawa banyak hal positif, namun juga bisa mengundang hal negatif pada kehidupan. Saya rasa di sinilah keunikan manusia sehingga dapat menjadi bijaksana dalam berkehidupan.
Oh, makanya sesekali ajak padamu liburan ke mana gitu. Besok kalau nikah sama orang jauh mungkin bakalan jarang ketemu.
Memuat…
ladeva
Iya…aku belum pernah ajak Papa jalan :'(
Memuat…
Applaus Romanus
iya betul juga… saya waktu kecil suka sekali ternak ayam kampung seperti ini.. setelah baca ini kok jadi tersentuh dan sedih. gimana hubungan anak ayam dengan Ibunya jika sudah dipisahkan sejak kecil…
Tinggalkan Balasan