Dikenal sebagai avast! browser cleaner, produk aplikasi ini tersedia bersama avast! antivirus ataupun bisa diunduh secara tersendiri. Fungsinya adalah membersihkan peramban yang kita gunakan (seperti Internet Explorer, Firefox dan Google Chrome) dari baris alat (toolbar) yang tidak diinginkan. Saya banyak memanfaatkan peranti lunak gratis (free software) yang berdampak pada iklan toolbar terpasang di peramban yang saya gunakan, meskipun sudah cukup selektif memilih metode pemasangan aplikasi, beberapa kadang lolos juga.
Baris alat ini bisa jadi begitu melelahkan, kadang membuat layar peramban semakin kecil karena mereka bertumpuk-tumpuk menjadi satu. Atau kadang mengubah mesin pencari utama, mengarahkan pada halaman yang tidak diinginkan. Kadang yang lebih buruk lagi, memata-matai aktivitas kita selama berselancar di dunia maya.
Inilah sisi buruk software gratis, beberapa memanfaatkan celah yang tidak kita sadari menanamkan peranti lunak jahat atau peranti lunak mata-mata ke dalam sistem kita tanpa kita ketahui; sama berisikonya ketika menggunakan software bajakan. Hal yang sama juga terjadi pada Android.
Pengguna Windows seperti saya akan memanfaatkan sebuah aplikasi yang langsung terintegrasi dengan avast! Internet Security yang saya gunakan.
Aplikasi yang berfungsi untuk membersihkan peramban bisa diakses melalui antarmuka avast! antivirus langsung.Avast Browser Cleaner membantu kita membersihkan toolbar yang mengganggu atau membandel pada peramban seperti Firefox atau Chrome.
Penggunaannya cukup mudah, fungsinya mulai dari membersihkan baris alat, atau pengaya yang tidak diinginkan pada peramban, hingga melakukan penyetelan ulang (reset) sedemikian hingga kembali pada pengaturan asalinya.
Prinsipnya, jika tidak dikenal, bersihkan saja pengaya atau ekstensi yang ada. Kecuali komputer dan Windows Anda disetelkan oleh pihak ketiga ya mungkin susah mencari tahu. Bersihkan saja yang mencurigakan. Jika membandel, lakukan reset peramban dengan mempertahankan pengaya yang baik atau dikenal.
Jika ragu, ikuti petunjuk video di bawah ini tentang bagaimana cara menggunakannya. Selamat mencoba:
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
aih … cinta Indonesia sekali bli 😀 bahkan Avast pun menggunakan opsi bahasa indonesia. Avast sekarang keren bli, bahkan saya tidak perlu memasang aplikasi pendeteksi update software-nya filehippo, Avast memberitahukan saya software apa saja (yang non-microsoft) yang harus segera dipdate mantab deh. Makanya sekarang komputer saya diganti Avira-nya 😀 …
Iya, untuk beberapa software yang rawan diserang, avast menyediakan pengingat pembaruan atau peningkatan software tersebut sehingga bisa membantu menutup celah keamanannya.
Bahasa Indonesia saya pakai jika supaya mudah saja. Bahasa asing saya kan ndak bagus :).
Tinggalkan Balasan