Akhirnya setelah rilis beberapa waktu yang lalu, saya bisa mencicipi versi distribusi baru openSUSE 12.3 Dartmouth edisi GNOME. Sejak edisi 12.2 Mantis, saya sudah merencanakan edisi berikutnya akan ditingkatkan (upgrade) secara daring (online) via Internet. Sebenarnya karena penasaran, sebab dari dulu tidak pernah berhasil, bahkan setelah migrasi ke Tumbleweed, kegagalan bisa terjadi.

Jadi sistem operasi Linux openSUSE 12.2 yang saya tanamkan di notebook mengikuti pola “KISS“, sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya galat ketika melakukan peningkatan ke edisi berikutnya. OpenSUSE edisi 12.2 yang saya gunakan memiliki genuine GNOME terpasang di dalamnya, dengan penambahan sistem pelokalan ke dalam bahasa Indonesia. Beberapa aplikasi tambahan seperti AbiWord, Thunderbird, Google Chrome dan CrossOver edisi lawas.

Sudah lama saya tahu bahwa peningkatan versi pada openSUSE sebenarnya mengikuti beberapa prinsip sederhana, seperti:

  1. Pastikan ada repositori pembaruan (update repo) terpasang dan diaktifkan.
  2. Segarkan semua repo (utama) yang ada, dan yang paling penting adalah yang ada pada poin pertama.
  3. Lakukan pembaruan terhadap sistem dan aplikasi.

Setelah tiga prinsip awal di atas, ada beberapa prinsip lanjutan.

  1. Pertama, menonaktifkan semua repo luar/tambahan (bisa ya/tidak dilakukan).
  2. Kedua, alihkan semua repo lama (12.2) ke repo baru (12.3).
  3. Ketiga, segarkan semua repo baru yang ada.
  4. Keempat, lakukan migrasi peningkatan ke sistem yang baru.
  5. Terakhir, berdoa sepanjang proses berlangsung.

Panduan yang lengkap ada di SDB: System Upgrade milik openSUSE, sedangkan panduan singkatnya bisa dibaca di Upgrading from openSUSE 12.2 to openSUSE 12.3 oleh Christian Berent.

Saya suka melakukan prinsip-prinsip awal dengan terminal dan perintah sederhana:

zypper repos --uri

Perintah tersebut akan memperlihatkan semua repositori yang aktif. Bagian saya (pasca peningkatan) berisi:

 1 | GNOME:Apps                | GNOME:Apps                         | Tidak   | Ya      | http://download.opensuse.org/repositories/GNOME:/Apps/openSUSE_12.3/
 2 | Packman Repository        | Packman Repository                 | Ya      | Ya      | http://packman.inode.at/suse/12.3/                                  
 3 | google-chrome             | google-chrome                      | Ya      | Ya      | http://dl.google.com/linux/chrome/rpm/stable/i386                   
 4 | libdvdcss repository      | libdvdcss repository               | Ya      | Ya      | http://opensuse-guide.org/repo/12.3/                                
 5 | repo-debug                | openSUSE-12.3-Debug                | Tidak   | Ya      | http://download.opensuse.org/debug/distribution/12.3/repo/oss/      
 6 | repo-debug-update         | openSUSE-12.3-Update-Debug         | Tidak   | Ya      | http://download.opensuse.org/debug/update/12.3/                     
 7 | repo-debug-update-non-oss | openSUSE-12.3-Update-Debug-Non-Oss | Tidak   | Ya      | http://download.opensuse.org/debug/update/12.3-non-oss/             
 8 | repo-non-oss              | openSUSE-12.3-Non-Oss              | Ya      | Ya      | http://download.opensuse.org/distribution/12.3/repo/non-oss/        
 9 | repo-oss                  | openSUSE-12.3-Oss                  | Ya      | Ya      | http://download.opensuse.org/distribution/12.3/repo/oss/            
10 | repo-source               | openSUSE-12.3-Source               | Tidak   | Ya      | http://download.opensuse.org/source/distribution/12.3/repo/oss/     
11 | repo-update               | openSUSE-12.3-Update               | Ya      | Ya      | http://download.opensuse.org/update/12.3/                           
12 | repo-update-non-oss       | openSUSE-12.3-Update-Non-Oss       | Ya      | Ya      | http://download.opensuse.org/update/12.3-non-oss/

Setiap orang mungkin memiliki tampilan yang berbeda-beda. Saya mengubah semua nilai “12.3” di atas secara manual melalui antarmuka YaST dari nilai awal “12.2” (prinsip lanjutan poin kedua).

Dua perintah berikutnya adalah:

zypper refresh
zypper update

Dua perintah standar yang biasa digunakan untuk melakukan pembaharuan sistem dan perangkat lunak via jendela perintah. Pasca melakukan migrasi manual viat YaST, sebagaimana tampak pada tabel di atas, saya melakukan kembali penyegaran repositori tersebut.

Kemudian melakukan peningkatan ke versi 12.3 dengan perintah:

zypper dup

Maka proses peningkatan akan berjalan dengan sendirinya setelah beberapa proses klarifikasi sistem dan perangkat lunak (misalnya Adobe Flash).

Baris Perintah
Proses peningkatan ke openSUSE 12.3 melalui baris perintah. Tampak sejumlah aplikasi dan sistem aplikasi terpasang.

Saya sempat menyalakan sebuah repo khusus GNOME (pada tabel, repositori pertama di daftar). Hal ini membuat proses peningkatan terkendala, beberapa berkas pemasangan tidak ditemukan. Sehingga saya memotong proses di tengah jalan, dan mematikan repo tersebut, baru setelah itu melakukan peningkatan ulang.

Karena kesibukan saya, maka proses ini tidak sempat saya awasi. Saya membiarkan notebook melakukan peningkatan, sementara saya harus berada di tempat dinas. Dan pulang dinas, ternyata semua proses sudah selesai. Berkas yang diunduh sekitar 1.5 GB, dengan kecepatan yang rendah.

Saya melalukan reboot, ternyata sudah terpasang openSUSE 12.3 Dartmouth menggantikan openSUSE 12.2 Mantis yang lama, hanya saja…

Bootloader
Tampilan menu pilihan boot pada GRUB 2 milik openSUSE. Tampak memang berasal dari openSUSE 12.3, namun pilihannya masih dikenal sistem yang lama, openSUSE 12.3.

Saya tidak tahu mengapa masih terdeteksi openSUSE 12.2 saat melakukan pilihan boot, padahal layar sudah menunjukkan sistem operasi openSUSE 12.3. Tapi rasanya bukan sesuatu yang penting, selama semua sistem bisa dijalankan dengan baik. Dan saya mengetik tulisan ini menggunakan openSUSE 12.3 yang baru.

Secara sepintas, semua berjalan dengan normal, kecuali tampilan antarmuka jendela yang tampak kembali ke GNOME edisi dahulu kala, mungkin mesin tampilannya ada yang rusak. Saya mencoba mengembalikan dengan GNOME Tweak Tool yang kebetulan memang sudah ada. Hanya saja perlu hati-hati, setelan lama masih tersimpan, dan tidak semua pilihan tampilan berfungsi. Semisal, saat saya mencoba memilih tampilan tema lain, tiba-tiba DE GNOME mengalami crash dan tidak bisa dipulihkan. Saya terpaksa masuk ke DE lain dan mengubah kembali tampilan jendela GNOME melalui aplikasi serupa DE lainnya.

Gnome
Tampilan Desktop GNOME 3.6.2 yang menyertai openSUSE 12.3.

Tampilan GNOME 3.6 ini mengingatkan saya pada tampilan Android 4.x yang ada sekarang. Hanya saja satunya dalam versi horizontal, dan lainnya dalam versi vertikal. Secara sekilas tidak ada yang berbeda dengan tampilan yang lama, namun beberapa fitur mengalami perubahan bermakna, misalnya saja tombol aplikasi yang sekarang ada di dash.

Saya sempat mencoba memasang melalui DVD instalasinya untuk mencicipi KDE Plasma Dekstop yang semakin menggiurkan pada komputer di rumah yang masih menggunakan openSUSE 12.1, namun sepertinya ada masalah dengan DVD instalasinya, sehingga niat saya diurungkan.

Bagi yang belum sempat mencoba openSUSE 12.3, mungkin tinjauan dalam video pendek berikut bisa memberikan bocoran (bukan milik saya tentu saja).

Secara kesuluruhan, saya senang bisa melakukan peningkatan ke edisi ini.

Artikel Baru Terbit

  • Dari Klinik Spesialis ke Meja Dokter Layanan Primer: Membaca Pernyataan Ilmiah ADA tentang Teknologi Diabetes
    ADA menerbitkan pernyataan ilmiah pertamanya tentang teknologi diabetes di layanan primer. Pemantauan glukosa kontinu, pena insulin terhubung, dan insulin otomatis diharapkan masuk praktik sehari-hari lewat pelatihan, pembagian peran, dan peninjauan data rutin. Artikel ini menimbang relevansinya bagi puskesmas dan klinik di Indonesia, serta kesenjangan akses dan pembiayaan yang perlu dijembatani.
  • Retatrutide pada Diabetes Tipe 2 dan Obesitas: Membaca Hasil TRIUMPH-2 dengan Kepala Dingin
    Uji fase 3 TRIUMPH-2 menunjukkan retatrutide, agonis tiga hormon sekali seminggu, menurunkan berat badan hingga 20,8% dan HbA1c hingga 1,6 poin pada 1.152 penyandang diabetes tipe 2 dengan obesitas. Efek samping terutama pencernaan. Obat ini belum disetujui, dan pertanyaan keamanan serta penerapannya di populasi Asia masih perlu dijawab studi lanjutan.
  • Dari Tahu ke Menjalankan: Membaca Buku Panduan Implementasi SAFER WHO untuk Mengurangi Bahaya Alkohol
    Panduan implementasi SAFER WHO (30 September 2026) bukan rekomendasi baru, melainkan peta jalan menjalankan lima intervensi alkohol yang sudah terbukti: pembatasan ketersediaan, penegakan aturan berkendara, skrining dan terapi, pelarangan iklan, serta cukai. Dari tingkat nasional, komunitas, hingga tempat kerja, kuncinya pemantauan dan perlindungan dari konflik kepentingan.
  • Ketika Tempurung Lutut “Keluar dari Jalurnya”: Mengenal Dislokasi Patela
    Tempurung lutut yang tiba-tiba “keluar dari jalurnya” saat berolahraga bukan sekadar keseleo biasa. Artikel ini mengulas dislokasi patela berdasarkan konsensus ESSKA 2024 terbaru—mulai mekanisme cedera, diagnosis, pilihan tata laksana konservatif versus bedah, hingga mengapa separuh pasien tetap bergejala meski tanpa kekambuhan, dan konteks alur layanan di Indonesia
  • Tidak Semua Pre-XDR-TB Sama: Membaca Panduan WHO Edisi Kedua tentang Pengobatan dan Perawatan Tuberkulosis
    Panduan WHO edisi kedua (September 2026) menyempurnakan pengobatan TBC resistan obat: pasien pre-XDR-TB kini dibedakan menurut derajat keparahan paru untuk memilih BPaL, BPaLC, atau BDLC, dan perawatan paliatif resmi masuk rekomendasi. Bukti masih berkepastian sangat rendah, sehingga adaptasi nasional dan penilaian keparahan yang cermat menjadi kunci bagi layanan di Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar alief

    wah… kayaknya Bli Cahya ini update terus ya. Saya masih setia sama si Mba Maya, wallaupun sekarang saya merasa dia jadi lebih lambat bangun

    1. Avatar Cahya

      Mas Alief, kalau ndak update terasa ada yang aneh :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca