A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kabar baik bagi para pengguna openSUSE, sekarang openSUSE 12.2 Mantis sudah dirilis. Bagi pengguna GNOME seperti saya, maka bisa saya katakan ini adalah desktop dengan Gnome Shell terbaik yang pernah saya cicipi. Tentu saja openSUSE merilis dalam versi GNOME dan KDE.

Saya sempat mengalami kesulitan saat hendak mencicipi edisi ini, ketika Tumbleweed diperbarui dengan lebih dari 800 MB data baru, sistem gagal di-booting saat memilih ketersediaan GRUB 2 yang dibawa oleh openSUSE teranyar ini. Masih bisa masuk Windows, sehingga saya unduhkan manual Live CD edisi GNOME.

Namun karena Live CD tidak bisa digunakan untuk melakukan peningkatan, maka terpaksa dilakukan pemasangan secara bersih (clean install). Kelemahan lain adalah sejumlah besar aplikasi dan data mesti diunduh lagi karena belum tersedia di Live CD.

Desktop GNOME
Pratampil Desktop GNOME openSUSE 12.2 Mantis.

Saya bisa menangkap kesan rapi dan ringan jauh lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya. Belum lagi boot screen dan splash screen yang cantik, bahkan Windows 7 bisa dikatakan kalah jauh. Kecepatam boot juga meningkat secara signifikan, sehingga terasa sangat ringan.

Kini Gnome Shell bisa dinikmati tanpa perlu kartu grafis yang mumpuni, karena llvmpipe software renderer in Mesa GL mengizinkan CPU mengambil alih tugas ini dari kartu grafis. Ini berarti pengguna openSUSE bisa menikmati Gnome Shell yang inovatif dengan menggunakan komputer lawasnya. Apalagi ya yang lain, mungkin sedikit sentuhan di sana-sini, seperti Empathy yang kini mendukung video call, serta dukungan akun Live Mail, Facebook, Twitter dan Google yang terintegrasi dengan keseluruhan desktop GNOME 3.4 yang ditanamkan.

Ini akan menjadi sistem operasi yang menemani saya hingga delapan bulan ke depan. Untungnya tidak ada data penting yang hilang karena semuanya sudah dicadangkan dengan Dropbox.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar Fad
    Fad

    di kampusku sudah menggunakan linux bli,, mudah digunakan kok, tapi karena office-nya masih enakan Ms. Office,, hehehe

    1. Avatar Cahya

      Tapi Microsoft Office kan belum mendukung dokumen sesuai standar SNI kita. Linux sudah malah mendukung. Enakan itu masalah selera sih IMHO.

  2. Avatar alief

    saya baru mau cuba donlod ini Bli, jadi pengen nyoba juga ini open suse

    1. Avatar Cahya

      Silakan Mas, yang edisi GNOME nyaman banget digunakan.

  3. Avatar gadgetboi
    gadgetboi

    wah gagal update data dan aplikasi ilang dong bli … harus donlot satu-satu … mengenai data semoga sudah dibackup …

    1. Avatar Cahya

      Datanya diselamatkan via Windows, apalagi kalau lokasi /root dan /home lokasi terpisah, jadi aman.

      Ya kalau instalasi bersih kan memang pasang satu per satu lagi. Tapi ya cuma sehari saja sibuknya :-).

  4. Avatar Agung Haryono

    Saya sedang persiapan mengunduh. 😀
    bagaimana dgn tumbleweed kok bisa gagal?

    1. Avatar Cahya

      Saya ndak tahu gagal di mana, pas diunduh soalnya ditinggal dinas. Mungkin terlalu banyak repo lain 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca