A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Anda mungkin masih ingat saya baru saja memasang Ubuntu Raring Ringtail pada Netbook Asus X201E saya. Dan sekarang saya harus menyandingkannya dengan sebuah printer baru yang terpaksa dibeli untuk menyelesaikan sejumlah tugas. Kota kecil saya tidak menyediakan printer yang ramah untuk Linux, misalnya dari produsen HP – namun lebih banyak menggunakan printer Canon yang dijual satu paket dengan sistem tinta infus (mereka bahkan tidak menyediakan tinta asli dan penjualan tanpa paket tidak tidak asli).

Karena terburu-buru, saya terbentur menemukan sisa printer yang cukup besar, yaitu Canon Pixma MP237 yang merupakan printer multifungsi dilengkapi dengan kemampuan melakukan pemindaian scanning dokumen. Saya tentu tidak masalah jika menggunakan Windows pada laptop utama saya, tapi pada sistem operasi openSUSE ataupun Ubuntu tentu tidak akan sederhana.

Yang menjadi persoalan adalah, tidak seperti HP, printer keluaran Canon seringkali tidak bisa langsung digunakan. Sehingga memerlukan sedikit kerja tambahan sehingga bisa digunakan pada Linux secara umum.

Untungnya, Canon menyediakan printer Pixma MP237 ini cukup ramah untuk Linux – karena pengandar (driver) sudah disediakan melalui situs resmi Canon. Disediakan berkas yang siap dipasang pada turunan Debian (.deb) dan pengguna RPM (.rpm), serta tentu saja source file-nya.

Saya menggunakan Ubuntu 13.04 64-bit, sehingga saya memilih mengunduh berkas berikut:

Setelah itu saya akan mendapatkan dua buah berkas:

  • cnijfilter-mp230series-3.80-1-deb.tar.gz
  • scangearmp-mp230series-2.00-1-deb.tar.gz

Kedua berkas tersebut berisi berkas instalasi DEB yang ada di dalamnya. Saya tinggal mengekstrasinya menjadi masing-masing satu map (folder) dengan dua map di dalamnya (packages + resources). Di dalam map packages terdapat pengandar yang diperlukan. Dengan memasang menggunakan Ubuntu Software Center (klik kanan dan pilih “buka dengan …”), maka pengandar bisa dipasang.

Saya memasang empat berkas yang ada di dalamnya.

  • Untuk printer: cnijfilter-common_3.80-1_amd64.deb serta cnijfilter-mp230series_3.80-1_amd64.deb
  • Untuk scanner: scangearmp-common_2.00-1_amd64.deb serta scangearmp-mp230series_2.00-1_amd64.deb

Perhatikan bahwa saya hanya memilih berkas instalasi pengandar yang sesuai dengan sistem 64-bit yang saya gunakan, jika Anda menggunakan sistem 32-bit, maka berkas lainnya yang dipasang.

Setelah pemasangan selesai, maka saya mengujinya dengan menyalakan printer serta menghubungkan kabel USB-nya ke netbook. Awalnya tidak terdeteksi adanya printer dan scanner baru. Maka untuk printer bisa kita tambahkan secara manual, caranya ya seperti menambahkan printer lainnya.

Canon Printer Pixma MP237
Menambahkan Canon Pixma MP237 sebagai printer baru pada Ubuntu 13.04 Raring Ringtail.

Gunakan menu tatanan sistem untuk menambahkan printer, jika tidak tampak pada awalnya tunggulah beberapa saat atau cari pada kolom pencarian via URI – biasanya printer akan muncul ketika terdeteksi hubungan USB-nya.

Ketika pemasangan selesai, sebuah permintaan mencoba tes cetak akan muncul. Jika Anda memilih “ya”, maka selember dokumen akan dicetak dan memperlihatkan hasil cetakan. Saya melakukan ini untuk digunakan mencoba melakukan pemindaian pada fungsi berikutnya.

Jika saya tidak salah, Ubuntu edisi terbaru ini membawa Simple Scan yang menyerupai Xsane sebagai pengandar dan peranti lunak antar muka grafis untuk melakukan pemindaian dokumen. Saya menemukannya bernama “Pemindai Ringkas” ketika menulis kata “scan” pada dash. Sayangnya, Canon MP237 tidak muncul di sini.

Cara memunculkannya sangat sederhana, sebenarnya pengandar yang sudah terpasang untuk fungsi scanner bisa dijalankan melalui jendela perintah. Maka cukup tekan Alt+F2 lalu ketik “scan”, di sana akan muncul salah satunya “scangearmp” yang merupakan perkakas pemindai untuk Pixma seri MP. Jika kita pilih, maka jendela antarmuka pemindaian akan muncul.

Scanner MP237
Antarmuka Grafis jendela pemindai milik Scanner Pixma MP23 pada Ubuntu 13.04 dijalankan awalnya melalui perintah terminal “scangearmp”. Di dalamnya contoh hasil pindai dari contoh hasil uji cetak sebelumnya.

Dengan ini maka saya tidak menemukan masalah di mana Canon Pixma MP237 tidak bekerja pada Linux. Untuk openSUSE yang saya gunakan, saya akan melakukan teknik pemasangan yang sama dengan memanfaatkan paket instalasi RPM yang disediakan.

Berkas pengandar ini dikompilasi pada November 2012, dan mendukung Ubuntu 12.04 (32/64 bit) – namun mungkin tidak edisi sebelumnya. Saya menemukan kini memasang pengandar di Linux tidak serumit dulu, mungkin karena bagi saya tidak banyak menggunakan perintah terminal. Jika Anda ingin mencoba ini pada Linux khususnya Ubuntu dan turunannya, maka silakan coba dengan berkas pengandar tersebut.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar ahmad efendi
    ahmad efendi

    mas tanya dimana ya munculin maintenance window printer pada ubuntu ?

    1. Avatar Cahya

      Setahu saya setelan seperti tidak tersedia Mas. CMIIW.

  2. Avatar tauriq a Firdaus
    tauriq a Firdaus

    mas saya kok blum jelas tutorialnya,, sya sudah instal drivernya,, tpi kok gk bisa scan juga..

    1. Avatar Cahya

      Perintahnya sudah sampai di mana? Kalau sudah memasang pengandar/driver, apa sudah mencoba memanggil scanner dengan perintah?

  3. Avatar ray
    ray

    saya ingin berpindah dari windows 8 ke linux, tapi saya ragu apakah program di liux aka kompatible misalnya dengan printer canon saya dan program office lainnya

    1. Avatar Cahya

      Ray, kompatibilitas adalah isu utama pengguna Windows yang berpindah ke Linux. Saran saya, jangan pindah secara mendadak dan total, tapi perlahan-lahan.

      Misalnya mencoba dulu menjalankan Linux via Live CD. Atau mencoba program Linux dijalankan di Windows seperti LibreOffice. Kira-kira nyaman atau tidak. Nanti kalau sudah kira-kira terbiasa, baru coba pakai dua sistem operasi secara bergantian untuk bekerja. Jika sudah bisa menemukan kenyamanan, nanti migrasi dari Windows ke Linux akan terasa ringan.

  4. Avatar gadgetboi

    mantaf … linux memang sekarang sudah kompatibel dibandingkan 4 tahun lalu yang susah sekali setting untuk scanner. coba dong bli liat hasil scannya … 😀

    1. Avatar Cahya

      Sebenarnya bukan Linux yang compatible, tapi memang sumber terbukanya dirilis oleh Canon sehingga komunitas Linux bisa membuatnya. Coba kalau ndak, ya ndak bisa apa-apa.
      Itu hasil pindainya Mas Rangga di gambar kedua :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca