A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apa Anda pernah mendengar infeksi virus yang disebut SARS dari Arab Saudi? Atau mungkin dengan nama umumnya yang disepakai saat ini: MERS-CoV yang merupakan makna dari Sindrom Pernapasan Timur Tengah – Coronavirus. Karena pertama kali ditemukan di Timur Tengah, tepatnya di Jeddah, Arab Saudi.

Siang tadi saya mengikuti pembaruan informasi seputar MERS-CoV yang menjadi perhatian banyak negara, terutama di Indonesia karena memiliki jemaah haji atau umroh yang berangkat dan kembali dari Arab Saudi di mana kasus ini banyak terjadi. Hingga saat ini (atau setidaknya siang tadi), di Indonesia belum ada kasus positif yang terdeteksi, jika tersangka mungkin ada beberapa.

Saya rasa pihak-pihak terkait ingin membentuk surveilans yang cukup ketat untuk mendeteksi kemungkinan MERS-CoV masuk ke Indonesia, dan kami para dokter bersama petugas kesehatan di pelayanan primer dan sekunder diharapkan menjadi garda terdepan di tanah air untuk situasi seperti ini. Dan kami diingatkan, karena potensi penularan yang tinggi, jangan sampai dokter dan tenaga kesehatan menjadi korban penularan dari penderita (jika nantinya ada, dan semoga tidak ada).

Nah, kembali ke MERS-CoV, mari kita lihat sedikit tentang penyakit yang satu ini melalui pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan seputar MERS-CoV.

Apa itu koronavirus?

Coronavirus adalah keluarga virus yang cukup besar yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia, coronavirus menyebabkan penyakit yang bervariasi keparahannya, mulai dari batuk pilek hingga Sindrom Pernapasan Akut yang Parah (SARS).

Coronavirus yang muda/baru ini, pertama kali dideteksi pada April 2012, merupakan virus baru yang tidak pernah ditemukan pada manusia sebelumnya. Pada kebanyakan kasus, ia menyebabkan sakit yang parah. Kematian terjadi pada separuh kasus.

Coronavirus yang baru ini dinamai Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-Cov). Nama ini diberikan oleh Kelompok Peneliti Coronavirus dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus pada Mei 2013.

Di mana infeksi MERS-CoV terjadi?

Sembilan negara saat ini telah dilaporkan adanya kasus infeksi pada manusia dengan MERS-CoV. Kasus dilaporkan di: Arab Saudi, Inggris, Itali, Jordan, Prancis, Qatar, Tunisia, UEA.

Peta MERS-CoV.
Pemetaan kasus-kasus MERS-CoV di dunia. Ini diambil dari data WHO pada pertengahan Juni 2013.

Semua kasus memiliki hubungan, baik langsung maupun tak langsung dengan Timur Tengah. Di Inggris, Itali, Paris dan Tunisia, transmisi lokal terbatas telah terjadi pada orang-0rang yang tidak bepergian ke Timur Tengah, namun memiliki kontak dekat dengan kasus-kasus yang telah dikonfirmasi (positif) oleh lab atau kasus kemungkinan.

Seberapa penyebaran MERS-CoV?

Seberapa luas virus ini telah menyebar, saat ini belum diketahui secara pasti. Saat ini WHO sedang mengajak negara-negara anggota untuk secara terus menerus memantau infeksi pernapasan akut yang parah (SARI), dan secara hati-hati mencatat jika ada pola yang tidak biasa pada kondisi ini atau kondisi pneumonia. Informasi terkini situasi global bisa didapatkan melalui WHO.

Apa gejala infeksi MERS-CoV?

Gejala umumnya merupakan beberapa hal yang terjadi secara akut, seperti:

  • penyakit pernapasan serius dengan batuk, demam, napas pendek dan/atau kesulitan bernapas.
  • biasanya pasien telah memiliki pneumonia.
  • kadang muncul gejala saluran cerna seperti diare.
  • beberapa pasien terjadi gagal ginjal.

Sekitar separuh pasien dengan MERS-CoV meninggal. Pada orang-orang yang menderita kekurangan imunitas (daya tahan tubuh), penyakit ini mungkin memunculkan gejala yang tidak khas. Perlu dipahami, oleh karena kasus yang terjadi masih cukup sedikit, maka pemahaman akan penyakit ini bisa berubah ke depannya.

Bagaimana orang bisa terinfeksi virus ini?

Saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana orang bisa terinfeksi. Penelitian lebih lanjut mengenai sumber virus, tipe paparan, cara transmisi/penularan, pola klinis dan perjalanan penyakit. Ini akan lebih membuka cakrawala pengetahuan kita mengenai MERS-CoV.

Sempat muncul kabar bahwa penularan bisa berasal dari unta, karena pada unta dideteksi antibodi virus yang kemungkinan adalah antibodi terhadap MERS-CoV. Namun penelitian ini masih memerlukan pembuktian kembali dengan mendapatkan virusnya langsung dari hewan reservoir yang disangkakan.

Demikian juga dengan kelelawar, meskipun saat ini MERS-CoV ditemukan secara genetik berhubungan dengan virus yang diidentifikan pada kelelawar di Afrika Selatan. Tetap belum terdapat bukti bahwa MERS-CoV ada di kelelawar.

Apakah orang harus menghindari kontak dengan hewan atau produk hewan?

Oleh karena belum diketahuinya secara jelas sumber dan mode penularan, tidaklah dimungkinkan memberikan himbauan spesifik guna mencegah infeksi. Kontak dengan hewan yang sakit (terutama unggas) sebaiknya dihindari; cuci tangan dan mengganti pakaian setelah kontak dengan hewan atau produk hewan adalah prosedur higienitas yang wajib diperhatikan.

Hewan-hewan yang sakit tidak boleh dipotong untuk dikonsumsi. Konsumsi daging atau olahan produk hewan yang mentah atau kurang matang memiliki risiko infeksi yang disebabkan oleh pelbagai mikroorganisme.

Karena belum diketahui berapa lama MERS-CoV dapat bertahan hidup di alam/lingkungan, maka perlu dilakukan higienitas yang menyeluruh. Termasuk menjaga kebersihan makanan.

Dapatkah virus menular dari orang ke orang?

Ya. Hal ini ditemukan melalui pengamatan di mana banyak kluster kasus yang menunjukkan adanya penularan dari orang ke orang. Hanya saja, mekanisme penularannya seperti apa (apakah dari saluran napas atau kontak langsung) belum diketahui.

Saat ini belum terdapat vaksin yang tersedia untuk MERS-CoV, oleh karena itu, jika sakit – maka terapi penunjang didasari oleh kondisi pasien yang menjadi pertimbangan utama.

Oleh karena bisa terjadi penularan dari orang ke orang, maka pekerja kesehatan juga berpotensi besar tertular MERS-CoV.

Bagaimana jika hendak bepergian ke Timur Tengah?

Yang menjadi perhatian besar di Indonesia saat ini adalah jemaah Haji dan Umroh. Oleh karena bahaya infeksi MERS-CoV, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan rekomendasi pada orang-orang dengan kriteria berikut agar mempertimbangkan untuk menunda ibadah Haji atau Umroh mereka:

  • Manula di atas 65 tahun.
  • Anak-anal di bawah 12 tahun.
  • Ibu hamil.
  • Orang-orang dengan penyakit kronis (seperti penyakit jantung, paru, ginjal, diabetes, dan penyakit saluran napas).
  • Orang-orang dengan imunitas yang lemah.
  • Orang-orang dengan kanker atau kondisi terminal.

Apa yang dapat Anda lakukan?

Jika Anda baru pulang dari Timur Tengah, Arab Saudi umumnya dan memiliki gejala-gejala MERS-CoV, silakan memeriksakan diri ke dokter atau instasi kesehatan terdekat. Hal ini juga berlaku jika gejala muncul pasca Anda memiliki kontak, berhubungan dengan orang-orang yang baru bulang dari sana.

Laporkan jika Anda menemukan kasus gejala flu pada orang-orang yang baru pulang dari Timur Tengah. Apalagi jika kasus tersebut memburuk dengan cepat, seperti muncul sesak napas.

Ini adalah sumber-sumber yang berisi perbaruan informasi seputar MERS-CoV:

  1. WHO: http://www.who.int/csr/disease/coronavirus_infections/en/
  2. CDC: http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca