Awal pekan yang lalu saya menerima tawaran menjadi pembicara dalam sebuah acara bincang-bincang seputar kesehatan, donor darah dan religi yang diadakan oleh adik-adik dari KMHD UGM. Setelah saya pastikan tidak ada jadwal lain yang berbenturan, maka saya pun menyanggupinya. Materi yang saya bagikan mengambil judul, “Donor Darah dalam Pandangan Hindu”, saya usahakan berada dalam tema yang bisa diterima oleh umum.
Jika saya mengingat kembali – zaman mahasiswa tempo dulu, saya mungkin akan menolak tawaran seperti ini. Tapi ketika saya merasa sudah tidak lagi memiliki “kemewahan” seorang mahasiswa, maka saya memilih melawan kemalasan saya untuk tetap bisa berbagi dari sedikit yang saya miliki. Saya sendiri heran, kok bisanya saya duduk tenang di kursi pembicara, padahal narasumber lainnya adalah dosen saya sendiri, seorang guru besar di bidang kedokteran dan obat-obatan herbal.
Di akhir acara, saya diberikan kenangan bermakna dari adik-adik panitia dalam selembar sejarah terbingkai waktu yang kaku (baca: foto).
Materi yang saya sampaikan ulang bukanlah sesuatu yang baru, walau mungkin memang tidak banyak yang mempresentasikannya secara formal. Karena saya rasa apa yang saya sampaikan, bisa ditemukan dengan mudah di mana-mana, saya hanya kebetulan diberikan kesempatannya untuk mengemasnya dalam kata-kata saya sendiri di sini.
Saya sendiri merasa senang, generasi muda masih bersedia meluangkan waktunya untuk pelbagai kegiatan yang positif, bahkan mereka mengisinya dengan cara yang unik dan menarik. Acara utama donor darah, diselingi dengan talkshow dan musik, serta bagi-bagi hadiah/kenang-kenangan. Karena waktu jadi mahasiswa itu kadang padat bukan main, padat belajarnya, padat persiapan ujiannya, padat malam mingguannya, nge-game-nya, mungkin juga pacarannya, yah…, mahasiswa. Saya berharap tidak mengecewakan mereka dengan sedikit yang bisa berikan pada mereka yang sudah meluangkan waktunya.
Ini adalah presentasi yang saya berikan, jika ada yang memerlukannya bisa mengunduhnya. Ini adalah edisi yang disederhanakan untuk tampilan web, tapi Anda yang memiliki kreativitas saya rasa bisa menyulapnya menjadi lebih baik lagi.
Cystic fibrosis adalah kelainan genetik langka yang mengganggu transpor cairan di paru, pankreas, dan organ lain, menyebabkan infeksi paru berulang serta gangguan pencernaan. Meski jarang di Asia, kasus tetap ditemukan di Indonesia. Artikel ini membahas patofisiologi, diagnosis melalui uji keringat, serta era baru terapi CFTR modulator dan tantangan aksesnya.
Studi fase 3 UP-AA1/UP-AA2 di JAMA Dermatology menunjukkan upadacitinib—obat rematik golongan JAK inhibitor—membantu hingga 55% penderita alopesia areata berat menumbuhkan kembali minimal 80% rambut kulit kepala dalam 24 minggu. Meski menjanjikan, obat ini belum disetujui resmi untuk indikasi ini di Indonesia maupun global.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme
Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.