Awal pekan yang lalu saya menerima tawaran menjadi pembicara dalam sebuah acara bincang-bincang seputar kesehatan, donor darah dan religi yang diadakan oleh adik-adik dari KMHD UGM. Setelah saya pastikan tidak ada jadwal lain yang berbenturan, maka saya pun menyanggupinya. Materi yang saya bagikan mengambil judul, “Donor Darah dalam Pandangan Hindu”, saya usahakan berada dalam tema yang bisa diterima oleh umum.
Jika saya mengingat kembali – zaman mahasiswa tempo dulu, saya mungkin akan menolak tawaran seperti ini. Tapi ketika saya merasa sudah tidak lagi memiliki “kemewahan” seorang mahasiswa, maka saya memilih melawan kemalasan saya untuk tetap bisa berbagi dari sedikit yang saya miliki. Saya sendiri heran, kok bisanya saya duduk tenang di kursi pembicara, padahal narasumber lainnya adalah dosen saya sendiri, seorang guru besar di bidang kedokteran dan obat-obatan herbal.
Di akhir acara, saya diberikan kenangan bermakna dari adik-adik panitia dalam selembar sejarah terbingkai waktu yang kaku (baca: foto).
Materi yang saya sampaikan ulang bukanlah sesuatu yang baru, walau mungkin memang tidak banyak yang mempresentasikannya secara formal. Karena saya rasa apa yang saya sampaikan, bisa ditemukan dengan mudah di mana-mana, saya hanya kebetulan diberikan kesempatannya untuk mengemasnya dalam kata-kata saya sendiri di sini.
Saya sendiri merasa senang, generasi muda masih bersedia meluangkan waktunya untuk pelbagai kegiatan yang positif, bahkan mereka mengisinya dengan cara yang unik dan menarik. Acara utama donor darah, diselingi dengan talkshow dan musik, serta bagi-bagi hadiah/kenang-kenangan. Karena waktu jadi mahasiswa itu kadang padat bukan main, padat belajarnya, padat persiapan ujiannya, padat malam mingguannya, nge-game-nya, mungkin juga pacarannya, yah…, mahasiswa. Saya berharap tidak mengecewakan mereka dengan sedikit yang bisa berikan pada mereka yang sudah meluangkan waktunya.
Ini adalah presentasi yang saya berikan, jika ada yang memerlukannya bisa mengunduhnya. Ini adalah edisi yang disederhanakan untuk tampilan web, tapi Anda yang memiliki kreativitas saya rasa bisa menyulapnya menjadi lebih baik lagi.
Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme
Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.