A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Terima kasih telah menyelamatkan hidup saya” – demikianlah sentuhan pembuka yang diangkat dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2015. Dunia berterima kasih kepada para donor yang melalui darahnya telah menyelamatkan banyak hidup melalui pemberian darah mereka, dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menyumbangkan darah mereka.

Banyak orang mengetahui pentingnya suplai darah bagi keselamatan mereka yang memerlukan, tapi belum menyadari hingga benar-benar memerlukan. Tapi tentunya, tidak semua orang bisa dipaksa untuk turut serta menjadi donor darah, dan ini yang membuat keberadaan para pendonor menjadi begitu berarti bagi orang-orang yang terselamatkan berkat sumbangan darah mereka.

Give freely, give often. Blood donation matters.

Sebagai profesional yang sehari-hari berkecimpung di dunia kesehatan, saya menyadari betapa mahalnya setetes darah itu. Dan kadang betapa sulit untuk mendapatkannya. Tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya, dan dari yang bisa, tidak semua bersedia. Kita tidak bisa mengubah terlalu banyak kenyataan tersebut, tapi kita bisa mengubah situasi diri kita sendiri jika ternyata kita mampu menjadi seorang pendonor, sumbangkan darah, sumbangkan secara berkala, karena donor darah begitu bermakna.

Ingin berpatisipasi untuk memperingati hari Donor Darah Sedunia 2015? – Cobalah:

Dan akhir kata, terima kasih kepada Anda yang sudah mendonasikan darah bagi kemanusiaan.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca