“Terima kasih telah menyelamatkan hidup saya” – demikianlah sentuhan pembuka yang diangkat dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2015. Dunia berterima kasih kepada para donor yang melalui darahnya telah menyelamatkan banyak hidup melalui pemberian darah mereka, dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menyumbangkan darah mereka.
Banyak orang mengetahui pentingnya suplai darah bagi keselamatan mereka yang memerlukan, tapi belum menyadari hingga benar-benar memerlukan. Tapi tentunya, tidak semua orang bisa dipaksa untuk turut serta menjadi donor darah, dan ini yang membuat keberadaan para pendonor menjadi begitu berarti bagi orang-orang yang terselamatkan berkat sumbangan darah mereka.
Give freely, give often. Blood donation matters.
Sebagai profesional yang sehari-hari berkecimpung di dunia kesehatan, saya menyadari betapa mahalnya setetes darah itu. Dan kadang betapa sulit untuk mendapatkannya. Tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya, dan dari yang bisa, tidak semua bersedia. Kita tidak bisa mengubah terlalu banyak kenyataan tersebut, tapi kita bisa mengubah situasi diri kita sendiri jika ternyata kita mampu menjadi seorang pendonor, sumbangkan darah, sumbangkan secara berkala, karena donor darah begitu bermakna.
Ingin berpatisipasi untuk memperingati hari Donor Darah Sedunia 2015? – Cobalah:
Melakukan donor darah perseorangan atau berkelompok pada bulan ini.
Menulis dan membagi ide tentang donor darah kepada teman-teman dan keluarga, inspirasi bisa didapatkan di:
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan