“Terima kasih telah menyelamatkan hidup saya” – demikianlah sentuhan pembuka yang diangkat dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2015. Dunia berterima kasih kepada para donor yang melalui darahnya telah menyelamatkan banyak hidup melalui pemberian darah mereka, dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menyumbangkan darah mereka.

Banyak orang mengetahui pentingnya suplai darah bagi keselamatan mereka yang memerlukan, tapi belum menyadari hingga benar-benar memerlukan. Tapi tentunya, tidak semua orang bisa dipaksa untuk turut serta menjadi donor darah, dan ini yang membuat keberadaan para pendonor menjadi begitu berarti bagi orang-orang yang terselamatkan berkat sumbangan darah mereka.

Give freely, give often. Blood donation matters.

Sebagai profesional yang sehari-hari berkecimpung di dunia kesehatan, saya menyadari betapa mahalnya setetes darah itu. Dan kadang betapa sulit untuk mendapatkannya. Tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya, dan dari yang bisa, tidak semua bersedia. Kita tidak bisa mengubah terlalu banyak kenyataan tersebut, tapi kita bisa mengubah situasi diri kita sendiri jika ternyata kita mampu menjadi seorang pendonor, sumbangkan darah, sumbangkan secara berkala, karena donor darah begitu bermakna.

Ingin berpatisipasi untuk memperingati hari Donor Darah Sedunia 2015? – Cobalah:

Dan akhir kata, terima kasih kepada Anda yang sudah mendonasikan darah bagi kemanusiaan.

Artikel Baru Terbit

  • Lilin Keseratus
    Seratus lilin, seratus kisah seram, dan satu bantal duduk yang kelebihan. Cerita horor Jepang tentang rasa bersalah yang menunggu giliran terakhirnya.
  • Terapi Gen CRISPR untuk Sel Sabit dan Talasemia: Bukti Terbaru
    Exa-cel, terapi gen CRISPR sekali pakai, membebaskan hampir semua pasien sel sabit dan talasemia dari krisis nyeri dan transfusi. Bukti, risiko, dan akses.
  • Gangguan Penyesuaian: Ketika Tekanan Hidup Membuat Kita Kewalahan Beradaptasi
    Gangguan penyesuaian adalah respons emosional atau perilaku yang mengganggu fungsi setelah stresor psikososial seperti pindah tugas, kehilangan pekerjaan, atau konflik berkepanjangan. Artikel ini membahas gejala, pembeda dari depresi dan gangguan lain, risiko bunuh diri, serta terapi berbasis bukti.
  • Ketika Layar Ponsel Berbisik Bohong: Membedakan Fakta dan Hoaks Kesehatan di Tengah Banjir Informasi
    disinformasi kesehatan menyebar cepat melalui faktor psikologis, algoritma media sosial, dan kesenjangan literasi digital. Di Indonesia, pola hoaks kesehatan berulang mencakup klaim medis palsu, penyalahgunaan citra otoritas, hingga modus phishing. Metode SIFT, verifikasi ke sumber resmi, dan peran aktif tenaga kesehatan menjadi kunci membendung dampaknya terhadap keselamatan pasien dan kepercayaan publik.
  • The Greater Silence
    Selebritas mana yang ingin Anda temui, dan apa yang ingin Anda bicarakan? I And I dreamed a dream, and in my dream I saw two roads stretching before the soul. And the first road was paved with the dust of books and the echoes of a thousand voices. And at its end there sat a… Read more: The Greater Silence

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca