A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mungkin terlambat 2 hari, namun saya hendak menyampaikan – Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-49 – terutama bagi rekan-rekan dan sejawat yang bekerja dan bertugas dalam pengabdian di mana pun di seluruh pelosok negeri ini. Selama setahun terkahir, saya melihat sendiri bagaimana sejawat berusaha menjalankan profesi dengan sebaik-baiknya, bahkan pada infrastruktur kesehatan yang masih begitu jauh dari sempurna.

Terutama mereka yang berada di garis depan di layanan kesehatan primer, saya bisa menyaksikan sendiri kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dan juga yang pernah saya hadapi. Ini masih di Pulau Jawa yang dalam catatan termasuk memiliki pembangunan yang baik di bandingkan banyak pulau-pulau lainnya di nusantara.

Setahun terakhir juga saya memerhatikan bahwa isu-isu kesehatan yang begitu kompleks. Bahwa sistem kesehatan tidak hanya berpotensi rusak dari dalam oleh tindak korupsi oknum-oknum tertentu, tapi juga mereka yang gemar memancing di air keruh dengan memanfaatkan kelemahan di bidang pelayanan kesehatan demi keuntungan pribadi. Padahal jika mereka menyumbangkan diri bagi pembangunan kesehatan negeri ini, maka tentu saja akan memberikan perubahan yang bermakna.

Saya tidak akan berkata banyak, saya berharap, kondisi kesehatan masyarakat di negeri ini akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu; masyarakat menjadi lebih peduli pada hal-hal yang esensial bagi kesehatan mereka, bukan hanya melulu mengejar pengobatan gratis, karena sehat jauh lebih berarti daripada sakit walaupun sakit itu gratis; tentu saja bagi saya sendiri untuk dapat terus mengasah kemampuan dan keahlian saya di bidang kesehatan yang tampaknya tiada berujung.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca