Jika seseorang terpapar suara yang bising dengan tingkat kebisingan dan dalam jangka waktu tertentu, maka orang tersebut dapat berpotensi mengalami ketulian. Ini dikenal sebagai tuli yang disebabkan bising atau NIHL. Hal ini terjadi ketika sel-sel rambut halus sebagai alat sensor suara di dalam telinga kita dirusak oleh paparan suara yang terlalu keras atau terlalu lama.
Volume maksimal headphone – misalnya – mencapai 105 dB, sekitar 100x suara bising (85 dB) di mana para pekerja mulai disarankan menggunakan pelindung telinga. Sehingga, mendengarkan musik keras-keras dari headphone meskipun hanya beberapa menit dapat meningkatkan potensi Anda mengalami hilangnya pendengaran/menjadi tuli.
Telinga Anda dapat membantu menjadi sistem peringatan terhadap adanya suara yang terlalu berisik di sekitar Anda. Suara bisa dikatakan terlalu bising jika:
Anda harus mengeraskan suara Anda (sedikit berteriak) agar suara Anda dapat didengar oleh orang yang ada di samping atau tidak jauh dari Anda.
Suara membuat telinga Anda menjadi sakit.
Telinga Anda berdengung atau berdenging, meskipun hanya sementara.
Anda tidak bisa mendengar dengan baik sebagaimana yang biasanya bisa Anda dengar hingga beberapa jam setelah meninggalkan sumber kebisingan.
Sebuah contoh media promosi bahwa kebisingan adalah salah satu penyebab ketulian. Promosi ini oleh salah satu perusahaan penyedia produk pengaman telinga di luar negeri. Saya tidak tahu apakah di Indonesia ada usaha lokal yang serupa.
Tentu saja potensi bising yang bisa menyebabkan kita mengalami gangguan atau bahkan kehilangan pendengaran ada di mana-mana. Apalagi jika Anda berada dalam lingkungan dengan kebisingan seperti poin-poin di atas, maka Anda disarankan untuk mengambil tindakan proteksi/perlindungan seperti:
Gunakan pelindung atau penyumbat telinga.
Hindari bising (pergi dari lokasi yang bising).
Jika bising berasal dari suara yang Anda buat, maka kecilkan sumber suara tersebut.
Terkadang, sumber bising memang sesuatu yang kita nikmati – misalnya saya suka mendengarkan musik klasik atau instrumental dengan cukup keras (walau sekarang sudah jarang). Tapi jika kita tidak bisa membatasi diri, maka potensi ketulian akan semakin besar.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.
Kombinasi vaksin mRNA personal (intismeran autogene) dan pembrolizumab terbukti unggul dibanding pembrolizumab tunggal dalam mencegah kekambuhan melanoma berisiko tinggi pasca-operasi, menurut hasil interim uji fase 3 INTerpath-001. Ini menjadi bukti fase 3 pertama untuk terapi neoantigen individual berbasis mRNA, meski data kelangsungan hidup keseluruhan masih ditunggu.
Studi kohort 20 tahun terhadap 112 ribu tenaga kesehatan AS mengungkap: minum minuman manis setiap hari bisa lebih dari menggandakan risiko kanker lambung—bukan lewat infeksi H. pylori, melainkan jalur metabolik seperti resistensi insulin dan peradangan. Bagaimana relevansinya dengan tren konsumsi gula di Indonesia yang terus melonjak? Simak ulasannya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan