A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sejak muncul Windows Vista, fonta Calibri dan Cambria menjadi cukup populer bagi banyak orang; sayangnya karena pembatasan lisensi, fonta ini tidak diizinkan untuk disalin dan digunakan di perangkat lain yang tidak berbasis Windows. Pengguna Linux tidak diizinkan menyalin fonta ini ke sistem operasi yang mereka gunakan; saya sendiri memang tidak pernah mencoba tapi sepertinya hasilnya tidak akan sebaik tampilan pada Windows.

Sebagai alternatif, pengguna Linux seperti saya bisa menggunakan fonta yang memiliki kompatibilitas metrik dengan dua fonta tersebut. Dan kita memilikinya untuk bisa dipasang pada Linux.

Carlito adalah fonta dengan kompatibilitas metrik terhadap Calibri, sedangkan Caladea adalah fonta yang memiliki kompatibilitas metrik dengan Cambria. Jadi Anda bisa memasang dua fonta ini – tidak peduli bagaimana caranya – dan memiliki tampilan fonta yang mirip dengan Calibri dan Cambria.

Lalu apa fungsinya? Tentu saja menampilkan berkas semirip mungkin dengan ketika dia dibuat dengan menggunakan Microsoft Office misalnya.

Pengguna openSUSE bisa mendapatkan fonta ini melalui Repositori M17N (yang khusus menyediakan pelbagai jenis fonta). Tinggal menambahkan repostori, lalu memasang fonta Carlito & Caladea melalui software manager, apper, atau zypper.

Setelah proses instalasi selesai, Anda sudah dapat menggunakan fonta ini sesuai keinginan. Sebagai tambahan Anda juga bisa melakukan setelan sehingga setiap kali fonta Calibri dipanggil, akan digantikan secara otomatis oleh Carlito.

Anda bisa menggunakan Carlito untuk menggantikan Calibri melalui fontconfig, seperti yang dicontohkan berikut:






  
    
      Calibri
    
    
      Carlito
    
  

Sumber: gist.github.com/qqroach/6922380 (sumber telah dihapus).

Panduan untuk konfigurasi fonta pada openSUSE bisa ditemukan pada dokumentasi: Installing and Configuring Fonts for the Graphical User Interface.

Nah, setelah itu, sisanya tergantung pada kreativitas Anda sendiri.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca