A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sejak muncul Windows Vista, fonta Calibri dan Cambria menjadi cukup populer bagi banyak orang; sayangnya karena pembatasan lisensi, fonta ini tidak diizinkan untuk disalin dan digunakan di perangkat lain yang tidak berbasis Windows. Pengguna Linux tidak diizinkan menyalin fonta ini ke sistem operasi yang mereka gunakan; saya sendiri memang tidak pernah mencoba tapi sepertinya hasilnya tidak akan sebaik tampilan pada Windows.

Sebagai alternatif, pengguna Linux seperti saya bisa menggunakan fonta yang memiliki kompatibilitas metrik dengan dua fonta tersebut. Dan kita memilikinya untuk bisa dipasang pada Linux.

Carlito adalah fonta dengan kompatibilitas metrik terhadap Calibri, sedangkan Caladea adalah fonta yang memiliki kompatibilitas metrik dengan Cambria. Jadi Anda bisa memasang dua fonta ini – tidak peduli bagaimana caranya – dan memiliki tampilan fonta yang mirip dengan Calibri dan Cambria.

Lalu apa fungsinya? Tentu saja menampilkan berkas semirip mungkin dengan ketika dia dibuat dengan menggunakan Microsoft Office misalnya.

Pengguna openSUSE bisa mendapatkan fonta ini melalui Repositori M17N (yang khusus menyediakan pelbagai jenis fonta). Tinggal menambahkan repostori, lalu memasang fonta Carlito & Caladea melalui software manager, apper, atau zypper.

Setelah proses instalasi selesai, Anda sudah dapat menggunakan fonta ini sesuai keinginan. Sebagai tambahan Anda juga bisa melakukan setelan sehingga setiap kali fonta Calibri dipanggil, akan digantikan secara otomatis oleh Carlito.

Anda bisa menggunakan Carlito untuk menggantikan Calibri melalui fontconfig, seperti yang dicontohkan berikut:






  
    
      Calibri
    
    
      Carlito
    
  

Sumber: gist.github.com/qqroach/6922380 (sumber telah dihapus).

Panduan untuk konfigurasi fonta pada openSUSE bisa ditemukan pada dokumentasi: Installing and Configuring Fonts for the Graphical User Interface.

Nah, setelah itu, sisanya tergantung pada kreativitas Anda sendiri.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca