A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Keberadaan fonta pada Linux bisa sangat banyak, tergantung sumber yang kita gunakan. Pada openSUSE misalnya, saya menambahkan respositori M17N:fonts sebagai salah satu sumber fonta. Repositori ini berisi sejumlah karya pendesain kreatif yang menyumbangkan fonta-nya ke dalam OFL (lisensi fonta terbuka), dan berisi lebih dari 100 fonta gratis.

Yang termasuk di antaranya adalah Exo Typeface Family yang terkenal sebagai fonta geometris kontemporer. Ada juga Linux Libertine yang sudah sangat dikenal di mana-mana. Atau secuil dari Google Webfonts yang banyak dimanfaatkan oleh para naradesain web. Dengan koleksi ini, Anda bisa menghasilkan teks yang memenuhi unsur keterbacaan dan dibuat menarik sesuai selera Anda, baik untuk dokumen yang dicetak maupun yang diunggah ke web.

Jangan kaget jika mungkin nama fonta akan berubah dari yang pernah Anda kenal. Karena saat ini openSUSE menggunakan konvensi terbaru untuk penamaan paket fonta yang ada. Jika Anda ingin menyumbangkan fonta Anda, ada baiknya membaca terlebih dahulu tentang pemaketan fonta openSUSE.

M17N akan menjadi repositori untuk fonta yang ada saat ini ataupun yang akan ada di masa mendatang. Anda bisa menambahkannya ke dalam repositori yang digunakan. Bagi yang menggunakan openSUSE 12.1 Asparagus, dapat menambahkan repositori berikut melalui terminal:

zypper ar http://download.opensuse.org/repositories/M17N:/fonts/openSUSE_12.1/ M17N:fonts.repo

Sedangkan pengguna seri lain bisa menyesuaikan, silakan menggunakan tautan M17N pada paragraf awal. Atau Anda bisa menambahkannya secara manual dari antarmuka pengelolaan repositori pada YaST.

Selamat mencobanya. Dan jangan lupa, setelah memasang repositori, Anda baru bisa memasang fonta yang Anda inginkan melalui install/remove software.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Applausr
    Applausr

    ini cuma untuk opensuse saja ya… apakah buat mac bisa?

    1. Avatar Cahya

      Sementara untuk openSuSE saja, karena repositorinya dibuat untuk openSUSE. Tapi kalau OBS semestinya juga bisa digunakan pada distro Linux lain. Sedangkan OFL seharusnya juga bisa digunakan pada Mac OS dan Windows, tapi teknis mendapatkannya saya kurang tahu.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca