Perkembangan Skype untuk Linux memang lambat, tapi bukan berarti tidak ada. Baru saja seri baru dirilis, yaitu Skype 4.3 untuk Linux, dan saya mencobanya pada desktop openSUSE KDE 64-bit, kelihatannya cukup bagus. Hanya saja, untuk Skype 4.3 memang masih belum saya lihat versi barunya yang mendukung 64-bit, karena saat saya memilih untuk distribusi openSUSE hanya tersedia untuk versi openSUSE 12.1 32-bit.
Terlepas dari versi yang ada, Skype memang saya perlukan, meskipun tidak mandatori atau menjadi keutamaan. Karena ini adalah peranti percakapan via video yang masih cukup murah.
Halaman masuk Skype 4.3 untuk Linux, tidak banyak berubah memang.
Skype menyenangkan walau sekadar untuk mengobrol, baik lewat tulisan atau lewat video. Dan karena mendukung banyak platform lainnya, maka Skype bisa dikatakan salah satu aplikasi perpesanan dan video yang bisa diakses di mana saja.
Jendela aplikasi Skype 4.3 pada Linux
Jendela aplikasi Skype juga tampak lebih nyaman/bersih, walau kesannya agak retro. Bagi yang sudah terbiasa menggunakan Skype pada Linux, jangan lupa melakukan peningkatan versi ini. Tinggal mengunduh Skype untuk Linux sesuai dengan versi Linux yang digunakan. Dan memang tidak nyaman jika harus mengunduh sendiri, karena saya lebih suka aplikasi yang diperbarui secara otomatis.
Yosef datang malam-malam membawa seekor kakap merah dan kabar bahwa ia berhenti sekolah. Raka belum mau menerima kabar itu, dan bapa Yosef menantangnya ikut melaut satu malam.
Sebuah film kaca setipis kulit bawang dibaca selapis demi selapis, dan tulisan di dalamnya ternyata memakai tanda yang Kaelen kenal sejak kecil. Di Catacomb Markets, seorang penjaga menjelaskan arti sebuah nama yang seharusnya sudah terkubur.
Animasi hitam-putih tentang masa kecil di Iran pascarevolusi ini membuat sejarah yang jauh terasa dekat. Ulasan tentang mengapa Persepolis (2007) penting, tanpa bocoran.
Jamu kunyit dan temulawak punya dasar bukti untuk nyeri sendi, tetapi tidak untuk semua klaim. Kenali dosis, mutu produk, dan risikonya sebelum rutin minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
sukurlah kalau masih bisa. saya sendiri skype tdk pernah dipakai. semenjak BBM, Whatsapp dll, berbicara tatap muka (videocall) sepertinya semakin ditinggalkan (sama saya LOL) … kalau mau telephone murah, saya biasa pakai viber sih …. terutama ke pengguna iphone. itu juga kalau sinyal bisa ngebut. kalau tidak ya SMS sama telephone analog 😥 … kalau internet indonesia sudah juara saya sih rela aja ganti gadget ke apple semua biar facetime hehehe sekarang internet kita kayak kantong saya sih … 😀
Skype di Indonesia penggunannya tidak banyak, hanya mereka yang memiliki akses ke Internet berkecepatan tinggi. Sisanya, ya sama seperti kita, manual gitu Om.
Tinggalkan Balasan