A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Perkembangan Skype untuk Linux memang lambat, tapi bukan berarti tidak ada. Baru saja seri baru dirilis, yaitu Skype 4.3 untuk Linux, dan saya mencobanya pada desktop openSUSE KDE 64-bit, kelihatannya cukup bagus. Hanya saja, untuk Skype 4.3 memang masih belum saya lihat versi barunya yang mendukung 64-bit, karena saat saya memilih untuk distribusi openSUSE hanya tersedia untuk versi openSUSE 12.1 32-bit.

Terlepas dari versi yang ada, Skype memang saya perlukan, meskipun tidak mandatori atau menjadi keutamaan. Karena ini adalah peranti percakapan via video yang masih cukup murah.

Login Skype
Halaman masuk Skype 4.3 untuk Linux, tidak banyak berubah memang.

Skype menyenangkan walau sekadar untuk mengobrol, baik lewat tulisan atau lewat video. Dan karena mendukung banyak platform lainnya, maka Skype bisa dikatakan salah satu aplikasi perpesanan dan video yang bisa diakses di mana saja.

Skype
Jendela aplikasi Skype 4.3 pada Linux

Jendela aplikasi Skype juga tampak lebih nyaman/bersih, walau kesannya agak retro. Bagi yang sudah terbiasa menggunakan Skype pada Linux, jangan lupa melakukan peningkatan versi ini. Tinggal mengunduh Skype untuk Linux sesuai dengan versi Linux yang digunakan. Dan memang tidak nyaman jika harus mengunduh sendiri, karena saya lebih suka aplikasi yang diperbarui secara otomatis.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    sukurlah kalau masih bisa. saya sendiri skype tdk pernah dipakai. semenjak BBM, Whatsapp dll, berbicara tatap muka (videocall) sepertinya semakin ditinggalkan (sama saya LOL) … kalau mau telephone murah, saya biasa pakai viber sih …. terutama ke pengguna iphone. itu juga kalau sinyal bisa ngebut. kalau tidak ya SMS sama telephone analog 😥 … kalau internet indonesia sudah juara saya sih rela aja ganti gadget ke apple semua biar facetime hehehe sekarang internet kita kayak kantong saya sih … 😀

    1. Avatar Cahya

      Skype di Indonesia penggunannya tidak banyak, hanya mereka yang memiliki akses ke Internet berkecepatan tinggi. Sisanya, ya sama seperti kita, manual gitu Om.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca