A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sejak diakuisisi oleh Microsoft, Skype tidak menunjukkan banyak perkembangan untuk Linux – meski demikian tampaknya masih dikembangkan dalam bayang-bayang, karena Skype bukanlah aplikasi terbuka. Namun tampaknya tidak banyak pilihan juga, Ekiga yang yang selama ini ada untuk Gnome pun perjalanannya tampak tersendat-sendat.

Tidak masalah sebenarnya memasang Skype untuk Windows – karena dukungannya memang di sana. Namun memasang pada Linux ada beberapa hal yang memang bisa menjadi kendala. Dan saya memasangnya dengan sejumlah pertimbangan untuk pekerjaan ke dapannya.

Pertama-tama yang saya gunakan adalah openSUSE Tumbleweed yang berbasis pada GNOME di edisi 12.1 Asparagus 32-bit.

Dapatkan Skype untuk Linux melalui situs resminya, pilih edisi untuk openSUSE. Jika ada yang sesuai edisi distribusi, gunakan itu, namun jika tidak, gunakan yang paling mendekati. Untuk edisi Tumbleweed ini, saya memilih Skype bagi openSUSE edisi 11+.

Unduh Skype
Pilihan mengunduh Skype edisi Linux untuk sejumlah distribusi – disarankan paket RPM untuk pengguna openSUSE.

Pertama-tama pastikan semua paket di bawah sudah terpasang:

 -c 'zypper install libqt4 libqt4-x11 libqt4-dbus-1 libsigc++2 libpng12-0'

Untuk pengguna edisi openSUSE lainnya, terutama edisi lawas dan edisi 64-bit, silakan merujuk SDB:Skype pada halaman Wiki openSUSE. Karena saya pun mengambil rujukan dari halaman yang sama.

Setelah dipastikan semua paket yang dibutuhkan terpasang, silakan pasang berkas instalasi RPM Skype. Bisa gunakan perintah melalui terminal, atau cukup klik kanan dan pilih dibuka dengan pemasangan perangkat lunak (software installer).

Pemasangan
Skype dipasang dengan "klik kanan" dan "pemasangan peranti lunak" yang sudah tertanam dalam antarmuka openSUSE.

Sebenarnya pemasangan dengan cara ini juga sudah akan menemukan sendiri paket-paket yang diperlukan tanpa harus menggunakan daftar paket yang perlu ditambahkan sebelumnya. Namun untuk amannya, saya tetap memasang perangkat lunak tambahan/pendukung terlebih dahulu sebelum perangkat lunak utama pada sejumlah kasus.

Maka dengan ini pemasangan akan selesai, selanjutnya Skype bisa diakses melalui menu “aktivitas” lalu “aplikasi” (dan bisa juga “internet”) lalu pilih Skype. Atau langsung dengan tombol “super” dan ketik “skype” (berlaku karena saya menggunakan Gnome Shell).

Pertama kali menjalankan Skype, Anda akan diminta untuk menyetujui syarat/perjanjian lisensi pengguna akhir (EULA). Skype tidak menyediakan bahasa Indonesia, jadi meskipun saya menggunakan pelokalan, maka Skype akan tetap menggunakan bahasa Internasional/Inggris.

EULA
Perjanjian lisensi pengguna akhir untuk Skype. Pastikan Anda membiasakan diri membaca perjanjian pengguna untuk mengetahui hak dan kewajiban Anda.

Maka dengan ini semua proses untuk mendapatkan Skype 2.2 Beta pada openSUSE Tumbleweed telah selesai – hal yang serupa juga bisa digunakan pada distro Linux lainnya, pastikan Anda mengikuti panduan yang dirilis masih masing-masing distribusi untuk menghindari masalah saat pemasangan.

Dan inilah tampilan Skype pada openSUSE.

Skype 2.2
Tampilan Skype 2.2 pada Gnome 3 openSUSE Tumbleweed (Tema gabungan Adwaita, Faience dan Nimbus),

Saya tidak menyangka bahwa dalam sebuah waktu daring, pengguna Skype bisa mencapai lebih dari 30 juta di seluruh dunia. Sekarang saya bisa menggunakan Skype untuk media komunikasi pada Linux, namun tentu saya hanya menggunakannya di notebook.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Agung Haryono

    Jadi inget cerita teman saya waktu lamaran via Skype, teknologi memang luar biasa. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Iya, ada juga kuliah jarak jauh yang pakai Skype :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca