Seberapa sering kita pergi ke pertokoan untuk berbelanja atau sekadar memandang etalase? Kita akan memilih satu barang dan membandingkan dengan penawaran lainnya. Demikian juga dalam dunia kesehatan, orang sering belanja kesehatan yang nilainya kecil.
Yang membuat menarik adalah ada orang-orang yang memang pergi dari satu dokter ke dokter lain dalam satu hari yang sama, hanya karena dia merasa belum sembuh setelah beberapa jam pasca menelan obat dari dokter pertama. Mengapa menarik? Karena tentunya kegiatan belanja dokter ini menandakan ada ketidakberesan dalam sistem kesehatan kita, dan biasanya masalah komunikasi antara dokter dan pasien.
Dokter mungkin lupa bilang bahwa setelah minum obat, demam mungkin bertambah tinggi. Sehingga pasien tidak khawatir pengobatan gagal akan segera mencari pertolongan dokter lain.
Atau pasien mungkin tidak puas dengan pelayanan dokter yang pertama, sehingga kembali mencari pendapat dokter lainnya.
Malangnya, jika pasien ini bertemu dengan dokter yang memiliki pendapat berbeda dari dokter pertama tentang kondisi sakitnya. Pasien ini bisa lari lagi ke dokter ketiga. Dan demikian lah alur ini terus bisa berlanjut.
Proses ini tentu saja tidak tanpa biaya, walau pemeriksaan dan pengobatan gratis karena pelbagai asuransi, pasien masih harus mengeluarkan uang untuk transportasi. Bahkan mungkin masih ada pengeluaran untuk hal lainnya. Oleh karenanya sering disebut sebagai belanja dokter.
Era jaminan kesehatan nasional saat ini, peran dokter keluarga semakin tampak. Orang bisa senang memanfaatkan kartu asuransi untuk berobat ke dokter keluarganya. Jika dia masih belum membaik, bisa kembali ke dokter yang sama untuk berkonsultasi – dan pada akhirnya mengurangi praktik belanja dokter. Dan ujung-ujungnya adalah mengurangi beban biaya kesehatan secara nasional. Hebat bukan?
Hanya saja tentu saja ini tidak sesederhana tulisan pendek saya. Ada banyak masalah di lapangan. Dan ada memang orang yang senang belanja dokter, mungkin itu adalah hobinya, jadi biarkan saja.

Artikel Baru Terbit

  • Gangguan Penyesuaian: Ketika Tekanan Hidup Membuat Kita Kewalahan Beradaptasi
    Gangguan penyesuaian adalah respons emosional atau perilaku yang mengganggu fungsi setelah stresor psikososial seperti pindah tugas, kehilangan pekerjaan, atau konflik berkepanjangan. Artikel ini membahas gejala, pembeda dari depresi dan gangguan lain, risiko bunuh diri, serta terapi berbasis bukti.
  • Ketika Layar Ponsel Berbisik Bohong: Membedakan Fakta dan Hoaks Kesehatan di Tengah Banjir Informasi
    disinformasi kesehatan menyebar cepat melalui faktor psikologis, algoritma media sosial, dan kesenjangan literasi digital. Di Indonesia, pola hoaks kesehatan berulang mencakup klaim medis palsu, penyalahgunaan citra otoritas, hingga modus phishing. Metode SIFT, verifikasi ke sumber resmi, dan peran aktif tenaga kesehatan menjadi kunci membendung dampaknya terhadap keselamatan pasien dan kepercayaan publik.
  • The Greater Silence
    Selebritas mana yang ingin Anda temui, dan apa yang ingin Anda bicarakan? I And I dreamed a dream, and in my dream I saw two roads stretching before the soul. And the first road was paved with the dust of books and the echoes of a thousand voices. And at its end there sat a… Read more: The Greater Silence
  • Kamis Keamanan Siber: Patch Tuesday Pecah Rekor 1.413 Celah, Kasus ASOS, dan Zero-Day FortiMail
    Patch Tuesday Oktober 2026 menambal rekor 1.413 celah, ASOS dibobol lewat pihak ketiga, dan zero-day FortiMail masih diburu. Ini yang perlu kamu cek.
  • On Becoming Good
    Apa makna menjadi pribadi yang baik? On Becoming Good And a youth said, Speak to us of becoming good. And he answered, saying: You ask of goodness as one might ask of a river, “Where is your destination?” But the river knows not its ending, only its flowing. To become good is not to arrive… Read more: On Becoming Good

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar iuef

    🙂 lucu …
    Belanja dokter…

    1. Avatar Cahya

      Mungkin nanti ada belanja pengacara dan lainnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca