A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa bulan ada saja masalah yang tidak mengenakkan, mulai dari komputer utama rusak, laptop cepat panas, sampai jaringan RT/RW Net yang macet. Dari segudang alasan ini, akhirnya si ‘ego’ menemukan pembenaran untuk malas menulis.

Sebagai seorang narablog (blogger), penurunan produktivitas menulis adalah musuh utama. Dan kemalasan adalah faktor utama yang menjadi penyebab munculnya.

Kita bisa bilang banyak alasan, tapi tidak ada yang bisa menyangkal – bahwa sebagian besar dari alasan itu pada akhirnya tetap saja berujung pada kemalasan kita (baca: saya).

Menulis untuk melawan malas.

Kadang ide yang muncul kemudian menjadi hambar dan lenyap karena tidak sempat tertuang ke dalam tulisan. Menunda menjadi kendala berikutnya. Banyak pekerjaan lain yang lebih prioritas, IYA, tapi bukan serta merta menjadi pelarian terhadap panggilan untuk menulis.

Ketika membiarkan malas menumpuk, maka ia akan menjadi raja. Saya rasa di sana adalah awal dari jurang putusnya kesinambungan menjadi seorang penulis.

Sayangnya, saya sedang menemukan banyak alasan untuk tidak menulis, dan kadang menyenangkan untuk melihat alasan itu bak mengajukan proposal pada diri saya sehingga saya menyetujui segudang alasan untuk malas menulis.

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Kesehatan Seksual: Antara Pil KB, Metode Tarik, dan Kloset Umum
    Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar Musim Semi

    jika malas menulis cara paling ampuhnya menulislah mas….ya hanya menulis…maka selamat berjuang…saya juga lagi berusaha kembali untuk menulis 🙂

    1. Avatar Cahya

      Walau ndak tentu arah 😀

  2. Avatar Vicky Laurentina

    Kenapa pembacanya harus berkomentar kalau blogger-nya saja malas menulis?

    1. Avatar Cahya

      Mengapa mereka berkomentar? Entahlah… -_-

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca