A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa bulan ada saja masalah yang tidak mengenakkan, mulai dari komputer utama rusak, laptop cepat panas, sampai jaringan RT/RW Net yang macet. Dari segudang alasan ini, akhirnya si ‘ego’ menemukan pembenaran untuk malas menulis.

Sebagai seorang narablog (blogger), penurunan produktivitas menulis adalah musuh utama. Dan kemalasan adalah faktor utama yang menjadi penyebab munculnya.

Kita bisa bilang banyak alasan, tapi tidak ada yang bisa menyangkal – bahwa sebagian besar dari alasan itu pada akhirnya tetap saja berujung pada kemalasan kita (baca: saya).

Menulis untuk melawan malas.

Kadang ide yang muncul kemudian menjadi hambar dan lenyap karena tidak sempat tertuang ke dalam tulisan. Menunda menjadi kendala berikutnya. Banyak pekerjaan lain yang lebih prioritas, IYA, tapi bukan serta merta menjadi pelarian terhadap panggilan untuk menulis.

Ketika membiarkan malas menumpuk, maka ia akan menjadi raja. Saya rasa di sana adalah awal dari jurang putusnya kesinambungan menjadi seorang penulis.

Sayangnya, saya sedang menemukan banyak alasan untuk tidak menulis, dan kadang menyenangkan untuk melihat alasan itu bak mengajukan proposal pada diri saya sehingga saya menyetujui segudang alasan untuk malas menulis.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar Musim Semi

    jika malas menulis cara paling ampuhnya menulislah mas….ya hanya menulis…maka selamat berjuang…saya juga lagi berusaha kembali untuk menulis 🙂

    1. Avatar Cahya

      Walau ndak tentu arah 😀

  2. Avatar Vicky Laurentina

    Kenapa pembacanya harus berkomentar kalau blogger-nya saja malas menulis?

    1. Avatar Cahya

      Mengapa mereka berkomentar? Entahlah… -_-

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca