Beberapa bulan ada saja masalah yang tidak mengenakkan, mulai dari komputer utama rusak, laptop cepat panas, sampai jaringan RT/RW Net yang macet. Dari segudang alasan ini, akhirnya si ‘ego’ menemukan pembenaran untuk malas menulis.
Sebagai seorang narablog (blogger), penurunan produktivitas menulis adalah musuh utama. Dan kemalasan adalah faktor utama yang menjadi penyebab munculnya.
Kita bisa bilang banyak alasan, tapi tidak ada yang bisa menyangkal – bahwa sebagian besar dari alasan itu pada akhirnya tetap saja berujung pada kemalasan kita (baca: saya).
Menulis untuk melawan malas.
Kadang ide yang muncul kemudian menjadi hambar dan lenyap karena tidak sempat tertuang ke dalam tulisan. Menunda menjadi kendala berikutnya. Banyak pekerjaan lain yang lebih prioritas, IYA, tapi bukan serta merta menjadi pelarian terhadap panggilan untuk menulis.
Ketika membiarkan malas menumpuk, maka ia akan menjadi raja. Saya rasa di sana adalah awal dari jurang putusnya kesinambungan menjadi seorang penulis.
Sayangnya, saya sedang menemukan banyak alasan untuk tidak menulis, dan kadang menyenangkan untuk melihat alasan itu bak mengajukan proposal pada diri saya sehingga saya menyetujui segudang alasan untuk malas menulis.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan