A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pernahkah Anda berpikir untuk membuat pohon silsilah keluarga? Setidaknya ini mungkin Anda pernah mengerjakannya ketika di bangku sekolah dulu. Bagaimana Anda membuatnya? Tentu saja dengan mencari data terlebih dahulu, dengan menanyakan sanak keluarga yang lebih tua – tergantung dari ketersediaan data dan keinginan Anda, pohon keluarga bisa dibuat dengan sederhana, walau tidak semua orang menemukannya sebagai hal yang mudah.

Misalnya, WikiHow tentang menggambar pohon silsilah menyediakan langkah-langkah sederhana seperti yang saya sebutkan di atas melalui halamannya.

Sayangnya, pohon keluarga tidak selalu sesederhana itu. Kadang jumlah data yang ingin kita olah begitu besar, sebuah keluarga besar misalnya, trah, atau mencari garis leluhur hingga beberapa generasi ke belakang, atau kita memerlukan data mengenai asal geografis dari nenek moyang kita.

Atau mungkin Anda seorang yang berprofesi sebagai genealogis atau memiliki hobi di bidang genealogi, maka Anda mungkin memerlukan bantuan perangkat lunak (software) untuk yang satu ini.

Ada banyak perangkat lunak di luar sana, hanya saja perangkat lunak berbasis komunitas dan bersumber kode (open source) terbuka akan tetap menarik perhatian. Salah satunya sebagai contoh adalah Gramps – Genealogical Research Software yang masih terus dikembangkan hingga saat ini.

Jika Anda menggunakan Linux, Gramps bisa diunduh dan dipasang langsung ketika repositori Anda sudah terhubung atau mengandung perangkat lunak ini. Pengguna Windows dan Mac juga bisa menggunakan Gramps.

Tergantung dari kebutuhan, membuat pohon silsilah keluarga bisa jadi menyenangkan atau menjadi kompleksitas yang akan menyita waktu Anda.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca