A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Penggalian data atau data mining bukanlah hal yang mudah bagi seorang peneliti pemula. Kadang data yang tidak diolah dengan baik tidak akan memberikan kita gambaran apa pun walau telah dikumpulkan dengan baik, oleh karena itu penggalian data diperlukan.

Saya mencari sejumlah perangkat lunak untuk keperluan ini, misalnya saja ada Nvivo dan MaxQDA yang cukup populer, namun lisensinya sangat mahal. Tentu saja da yang menjual versi bajakan di beberapa toko daring. Bagaimana dengan yang lain, yang lebih hemat?

Memang sulit dicari penggantinya, dan kebanyakan tidak begitu memuaskan. Tapi di antara itu, selalu ada yang menarik.

Salah satu software yang lawas yang saya lihat kembali adalah Orange, sebuah perangkat lunak untuk melakukan penggalian data (data mining software).

Anotasi 2020-05-30 200841
Orange – A data mining open source software, Windows 10.

Orange merupakan perangkat lunak pembelajaran mesin dan visualisasi data sumber terbuka. Mampu membuat alur kerja analisis data secara visual, dengan kotak alat yang besar dan beragam.

Mampu melakukan visualisasi data interaktif, analisis data sederhana dengan visualisasi data yang cerdas. Menjelajahi distribusi statistik, plot kotak dan plot pencar, atau menyelami lebih dalam dengan pohon keputusan, pengelompokan hierarkis, peta panas, MDS, dan proyeksi linear. Bahkan data multidimensi Anda bisa menjadi masuk akal dalam 2D, terutama dengan peringkat dan pemilihan atribut yang pintar.

Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis di Biolab Orange, baik untuk komputer berbasis Windows, Mac OS, maupun yang dijalankan dengan distribusi Linux.

https://www.youtube.com/watch?v=HXjnDIgGDuI

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca