A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Whatsie sebenarnya bukan aplikasi baru lagi, dan banyak digunakan oleh pengguna WhatsApp sebagai klien dekstop untuk WhatsApp Web. Saya menginginkan versi desktop app yang terpisah dengan aplikasi lain (misal bukan ekstensi Chrome). Pada Windows, WhatsApp sudah memiliki aplikasi desktop asli tersendiri yang saya pasang.

Aplikasi Whatsie (yang katanya masih dalam versi beta) ternyata cukup nyaman digunakan pada Desktop.

Pengguna openSUSE seperti saya, cukup menambahkan repository Whatsie, dan kemudian memasangnya (dan dalam repository yang sama juga terdapat aplikasi Messenger miliki Facebook).


$ sudo wget https://bintray.com/aluxian/rpm/rpm -O /etc/zypp/repos.d/bintray-aluxian-rpm.repo

[Untuk 32-bit]
$ sudo zypper install whatsie.i386

[Untuk 64-bit]
$ sudo zypper install whatsie.x86_64

Pengguna distribusi Linux lainnya dapat menyesuaikan. Untuk pengguna Windows dan OS X, tinggal mengunduh versi yang diinginkan, dan kemudian memasangnya.

Penggunaanya hampir sama seperti menggunakan WhatsApp pada umumnya, hanya saja beberapa fitur mungkin belum tersedia di aplikasi ini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    gak pernah kepake (walau sudah diinstall) karena saya selalu menggunakan chrome ini …

    1. Avatar Cahya

      He he… Saya jarang pakai Chrome. Fakir CPU Dan RAM

      1. Avatar gadgetboi

        @cahaya: sekarang browser of choice apa bli? opera? jujur saya sih mau engga mau sih bli… kalau di laptop saya (yg meskipun seleyon :mrgreen: ) pakai chrome. soalnya belum pernah sukses install opera dengan add-on codec-nya chrome … karena kalau engga pakai chrome engga bakalan bisa nonton netflix atau iflix (saingan netflix-nya indihome)

      2. Avatar Cahya

        Saya pakai Opera kebanyakan, kecuali untuk beberapa hal teknis saya pakai Firefox 😊

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca