Apakah Anda seorang pencipta konten kreatif? Seperti penulis fiksi, pencipta lagu, peracik resep masakan, pembuat video animasi dan sebagainya. Namun Anda belum tahu dari mana bisa mendapatkan penghasilan dari konten kreatif Anda.
Menulis novel belum tentu bisa diterbitkan dan laku, atau jika ditulis online, belum tentu akan bisa mendapatkan penghasilkan dari iklan pihak ketiga misalnya.
Tapi jika Anda memiliki basis penggemar atau pendukung yang bersedia membantu Anda, maka Patreon sangat layak dipertimbangkan untuk menjadi solusinya.
Patreon tidak seperti startup yang membutuhkan banyak keahlian dan sumber daya manusia untuk menciptakan sebuah karya. Karena Patreon lebih ditujukan bagi seniman perseorangan. Tentu saja dengan karya-karya yang spesifik.
Dengan menggunakan Patreon, Anda bisa mengundang para pendukung atau penggemar Anda untuk memberikan kontribusi (patron) terhadap janji target yang Anda buat (pledge) terhadap konten yang hendak ada berikan.
Kontribusi berupa sumbangan finansial bisa diberikan per bulan atau per konten diterbitkan. Misalnya per lagu yang Anda ciptakan maka para patron Anda akan memberikan sumbangan sebesar yang telah ditentukan.
Mintalah besar sumbangan yang Anda nilai setara dengan konten yang Anda ciptakan. Dan jangan meminta secara berlebihan. Maka seiring dengan berkembangnya dan bertambahnya jumlah patron dan komunitas fans Anda, maka jaminan finansial Anda akan semakin baik dan Anda dapat tetap fokus terhadap penciptaan konten kreatif.
Namun jangan lupa sesekali menyapa para patron Anda, sedemikian hingga Anda tetap dekat di hati mereka.
Jika Anda berminat bergabung dengan Patreon, silakan menggunakan tautan referensi saya berikut ini: patreon.com/invite/.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan