A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Radio online sekarang menjadi pilihan hiburan di saat bosan. Saya sendiri memiliki stasiun radio online favorit (edisi gratisan). Biasanya saya mendengarkan radio menggunakan perangkat BlackBerry Passport karena kualitas suara yang jernih. Namun saya juga ingin mendengarkannya di komputer.

Karena saya sudah tidak menjalankan sistem operasi Linux, maka saya hanya bisa memanfaatkan Windows Media Player secara sederhana di Windows 10. Windows Media Player sendiri sudah mendukung untuk menjalankan radio daring ini.

Capture
Tampilan Windows Media Player – Windows 10 saat memutar stasiun radio.

Stasiun radio favorit saya adalah Whispering: Solo Piano Radio. Untuk memutar stasiun radio pada Windows Media Player, cukup dilakukan dengan membuka URL target, mirip dengan ketika menggunakan pemutar media lainnya, seperti AIMP, maka cukup dengan menekan kombinasi tombol “CTRL + U” pada papan ketik sudah akan memberi akses ke menu yang diinginkan.

Misalnya untuk stasiun radio ini, saya akan memasukkan alamat URL: http://vistaweb.streamguys.com/pianosolo64k.asx.

Tentu saja saya hanya memutar radio ketika mendapatkan akses WiFi gratis, karena setidaknya akan menghabiskan 1 GB data untuk sekadar mendengarkan 500 lagu. Kalau hanya sesekali mungkin akan baik-baik saja, tapi jika keseringan, jatah data bisa berdarah-darah.

Saya tidak berlangganan Spotify atau sejenisnya, karena memang tidak banyak jenis lagu yang ‘bisa’ saya dengarkan saat waktu luang. Cara-cara sederhana untuk menikmati musik justru lebih menarik bagi saya.

Artikel Baru Terbit

  • Kode yang Tak Bersuara: Mengapa “Code Grey” Belum Menjadi Regulasi Baku di Fasilitas Kesehatan Indonesia?
    Fasilitas kesehatan Indonesia tidak memiliki regulasi baku code grey, meski banyak rumah sakit menerapkannya secara internal. Absennya standar nasional bukan sekadar kelalaian, melainkan hasil pilihan legislatif, fragmentasi kelembagaan, kerangka epistemik yang berat pada hukum-pidana, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya budaya pelaporan. Perlindungan sistemik terhadap kekerasan di fasilitas kesehatan memerlukan lebih dari sekadar meminjam istilah asing.
  • Ketika Chatbot Belajar Menghitung: Sudahkah SPSS, R, JASP, dan Jamovi Boleh Pensiun?
    Chatbot kini bisa menjalankan uji-t, membuat grafik, dan menafsirkan nilai p dalam hitungan detik. Namun riset terbaru menunjukkan AI sering “benar karena kebetulan”: kesimpulannya tepat, tetapi jalannya keliru. Apakah SPSS, R, JASP, dan Jamovi sudah boleh pensiun? Ternyata yang berubah bukan aplikasinya, melainkan peran kita, dari operator menjadi penyunting.
  • The Memory of Bronze: Why People Believe in Karma
    In a gong-smithy at Wirun, an apprentice cracks the bronze and learns that metal forgets nothing. Drawing on the Upanishads, the Pali canon, Rumi, Anaximander, Arendt, and the Balinese Sārasamuccaya, this essay asks why humanity keeps believing in karma, and why the wisest believers hold it as a lamp, never a verdict.
  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
  • Ketika Wajah Bayi Menyimpan Rahasia di Kromosom 22
    Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    memang nikmat tinggal di zaman 2.0 … dulu akhir 90an ketika saya masih tinggal di luar indonesia, akses berita ke indonesia (yang saat itku sedang pergantian kekuasaan) hanya terbatas di website berita dan radio indonesia. kita bisa mendengarkan radio indonesia pakai radio Grundig yg world band receiver … dan yang paling bagus suaranya cuma RRI dan radio belanda berbahasa indonesia … sekarang mah saya tidak perlu lagi ke bandung hanya untuk menikmati renyahnya suara teteh-teteh di radio jazz KLCBS

  2. Avatar gadgetboi

    kalau untuk gratis dan bergenre jazz, saya merekomendasikan jazzradio.com atau rock di rockradio.com (perusahaan pengelolanya sama) … keunikan radio online ini memiliki plalist setiap sub genre .. jadi bukan hanya sekedar jazz dan rock. kalau mau spesifik seperti jazz swing atau hardbob, kita bisa memilihnya. samahalnya dengan di rockradio. kita bisa memilih mendengarkan playlist rock top 40 atau yg spesifik , dari soft rock sampai black metal :mrgreen: …

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca