A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Radio online sekarang menjadi pilihan hiburan di saat bosan. Saya sendiri memiliki stasiun radio online favorit (edisi gratisan). Biasanya saya mendengarkan radio menggunakan perangkat BlackBerry Passport karena kualitas suara yang jernih. Namun saya juga ingin mendengarkannya di komputer.

Karena saya sudah tidak menjalankan sistem operasi Linux, maka saya hanya bisa memanfaatkan Windows Media Player secara sederhana di Windows 10. Windows Media Player sendiri sudah mendukung untuk menjalankan radio daring ini.

Capture
Tampilan Windows Media Player – Windows 10 saat memutar stasiun radio.

Stasiun radio favorit saya adalah Whispering: Solo Piano Radio. Untuk memutar stasiun radio pada Windows Media Player, cukup dilakukan dengan membuka URL target, mirip dengan ketika menggunakan pemutar media lainnya, seperti AIMP, maka cukup dengan menekan kombinasi tombol “CTRL + U” pada papan ketik sudah akan memberi akses ke menu yang diinginkan.

Misalnya untuk stasiun radio ini, saya akan memasukkan alamat URL: http://vistaweb.streamguys.com/pianosolo64k.asx.

Tentu saja saya hanya memutar radio ketika mendapatkan akses WiFi gratis, karena setidaknya akan menghabiskan 1 GB data untuk sekadar mendengarkan 500 lagu. Kalau hanya sesekali mungkin akan baik-baik saja, tapi jika keseringan, jatah data bisa berdarah-darah.

Saya tidak berlangganan Spotify atau sejenisnya, karena memang tidak banyak jenis lagu yang ‘bisa’ saya dengarkan saat waktu luang. Cara-cara sederhana untuk menikmati musik justru lebih menarik bagi saya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    memang nikmat tinggal di zaman 2.0 … dulu akhir 90an ketika saya masih tinggal di luar indonesia, akses berita ke indonesia (yang saat itku sedang pergantian kekuasaan) hanya terbatas di website berita dan radio indonesia. kita bisa mendengarkan radio indonesia pakai radio Grundig yg world band receiver … dan yang paling bagus suaranya cuma RRI dan radio belanda berbahasa indonesia … sekarang mah saya tidak perlu lagi ke bandung hanya untuk menikmati renyahnya suara teteh-teteh di radio jazz KLCBS

  2. Avatar gadgetboi

    kalau untuk gratis dan bergenre jazz, saya merekomendasikan jazzradio.com atau rock di rockradio.com (perusahaan pengelolanya sama) … keunikan radio online ini memiliki plalist setiap sub genre .. jadi bukan hanya sekedar jazz dan rock. kalau mau spesifik seperti jazz swing atau hardbob, kita bisa memilihnya. samahalnya dengan di rockradio. kita bisa memilih mendengarkan playlist rock top 40 atau yg spesifik , dari soft rock sampai black metal :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca