Ruangan digital jika tidak diperuntukkan sebagai kapital memang terasa mahal, apalagi hanya sekadar untuk menumpahkan hobi atau sekadar hendak ‘numpang branding‘ sehingga terlihat cantik. Penggunaan sistem pengelola konten (CMS) modern memang menghabiskan ruang digital yang tidak sedikit, sebutnya misalnya WordPress atau Joomla.
Pada akhirnya, daripada saya harus melakukan peningkatan untuk merogoh saku menambah kapasitas ruang digital yang dihimpit oleh desakan database, maka saya memilih bermigrasi ke CMS yang lebih ramah ruang.
The first of lhagima project!
Saya memutuskan untuk menghapus website pribadi saya yang lama, yang menggunakan WordPress. Dan saya membangunnya ulang menggunakan Kirby.
Mengapa Kirby?
Sebenarnya ada banyak pilihan dalam CMS yang bisa menghemat ruang, selain Kirby ada Grav misalnya. Memilih Kirby mungkin hanya sekadar saya ingin yang paling sederhana yang bisa saya temukan, dan ‘kebetulan’ bertemu dengan Kirby ini.
Ketika saya belum belajar apa-apa tentang Kirby, saya sudah menyusun sebuah situs web sederhana dengan cepat. Dan ini salah satu yang saya perlukan, karena belakangan ini, saya hampir tidak memiliki waktu untuk mengelola website pribadi. Pasang & jadi! Ini sangat menyenangkan. Sisanya bisa dipikirkan belakangan ketika ada waktu untuk itu.
Dan tampaknya untuk sekadar menulis blog sederhana, Kirby juga cukup baik.
Kirby memang tidak memiliki lisensi gratis pakai sebagaimana WordPress. Untuk website pribadi, dikenakan lisensi sebesar sekitar hampir IDR 250 K. Tapi penghematan ruang yang diberikan dibandingkan harus melakukan peningkatan tarif hosting jauh lebih melegakan.
Sementara saya bisa agak bernapas lega.
Sebagai penutup dan kenangan, cuplikan tampilan lama situs yang dibuat dengan WordPress akan saya simpan di sini.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan