A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pada era yang serba digital, kehidupan keseharian kita bergerak ke dunia digital. Mulai dari bercakap-cakap, bertransaksi jual beli, menikmati hiburan musik dan film, hingga belajar bisa dilakukan secara digital. Banyak yang berubah bentu menjadi sesuatu yang digital, mulai dari berkas hingga uang.

Tentu saja juga dengan tanda tangan, karena tanda tangan adalah sesuatu yang berkekuatan hukum; maka tanda tangan digital juga harus dipastikan berkekuatan hukum. Jika tanda tangan klasik dilakukan di atas kertas dan menjadi sesuatu yang sah, hitam di atas putuh, maka tanda tangan digital memerlukan sertifkasi elektronik dan kunci elektronik yang saling terkait untuk menyatakan bahwa tanda tangan tersebut memang sah milik si penanda tangan dalam dokumen yang ditandatangani secara digital.

Ada banyak sekali layanan tanda tangan digital pada era ini, dan layanan ini tidak ada yang gratis. Kadang membuat kita berpikir, kok bikin tanda tangan saja harus bayar? Ah, tapi bukankah sejak dahulu begitu, bahkan bolpoin dan tinta juga bayar kan?

Bagi mereka yang melakukan banyak tanda tangan digital, ada banyak layanan yang bisa dipilih. Tapi bagi orang seperti saya, yang dalam setahun pun belum tentu melakukan penandanganan dokumen secara digital maka yang bisa saya lakukan adalah memilih layanan yang terjangkau (baca: murah, kalau bisa gratis).

Kali ini saya membandingkan antara SecuredSigning & Privy.id yang merupakan dua produk yang saya temukan cukup sesuai dengan kebutuhan saya.

SecuredSigning adalah perusahaan di bidang tanda tangan digital yang berbasis di Selandia Baru, dan memiliki cabang di Australia dan Amerika. Layanan mereka cukup terjangkau, mereka menyediakan layanan tanda tangan digital secara gratis sebanyak 36 penandatanganan setiap tahunnya, maksimal 3 setiap bulannya. Hanya saja, bagi kebanyakan orang awam, selain situs mereka yang berbahasa Inggris, antarmuka penandatanganan digital mereka yang berbasis web akan agak menyulitkan.

Privy.id merupakan perusahaan ternama di Indonesia, memiliki banyak klien untuk layanan tanda tangan digital mereka. Saat mendaftar, kita diberikan sejumlah jatah untuk melakukan penandatanganan gratis; setelah itu akan dikenakan biaya yang cukup ringan. Sayangnya besarnya biaya ini tidak tercantumkan di situs resmi mereka.

Anotasi 2019-10-20 114845
Perbandingan hasil penandanganan antara SecuredSigning (kiri) & Privy.id (kanan)

Layanan gratis SecuredSign memberikan opsi tambahan keterangan pada tanda tangan yang dibubuhi. Dan ukuran tangan tangan harus cukup besar, bagi yang punya tanda tangan berukuran kecil seperti saya, harus membuat tanda tangan menjadi agar besar. Dokumen PDF yang ditandatangani masih dapat disunting kembali.

Sementara itu, Privy.id tetap bisa memberikan bentuk tanda tangan sesuai dengan tanda tangan asli, jika memang kecil. Privy.id tidak bisa menambahkan detil tanda tangan secara langsung, namun menambahkan sebuah barcode yang menuju situs privy.id di mana data mengenai keabsahan dokumen tersebut ditampilkan. Dokumen PDF yang telah ditandatangani tidak dapat disunting kembali (terkunci) untuk keamanan.

Tentu saja keduanya memiliki lebih banyak fitur yang tidak disebutkan disini, tapi sebagai pembanding bagi kebutuhan dasar, perbedaan keduanya sudah bisa memberikan gambaran yang cukup.

Artikel Baru Terbit

  • Dipakai oleh Miliaran, Diriset oleh Segelintir: Agenda Riset Global WHO untuk Pengobatan Tradisional dan Posisi Indonesia di Dalamnya
    WHO menerbitkan agenda riset global untuk pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif (TCIM) dari 2025 hingga 2034, menyoroti kesenjangan antara tingkat penggunaan yang tinggi dan pendanaan riset yang rendah. Indonesia memiliki pengguna TCIM yang besar, namun belum menyusun komitmen riset formal seperti negara lain, membuka peluang baru untuk pengembangan.
  • Menangis Belum Tentu Sakit, Diam Belum Tentu Sehat: Membaca Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
    Bayi baru lahir kerap menampakkan tanda yang mengkhawatirkan namun jinak — ruam berpindah, bersin, napas tak teratur — sementara tanda paling berbahaya justru nyaris tak terlihat: hipotermia, menyusu buruk, dan terlalu anteng. Artikel ini memetakan keduanya dalam tiga jalur keputusan, agar orang tua tahu kapan menunggu dan kapan berangkat.
  • The Ocean in a Grain of Sand: On Reading the Mahabharata as a Child
    Penulis merenungkan dua buku terpanjang yang pernah dibacanya: Mahabharata dan seri Harry Potter. Mahabharata memberikan gambaran tentang warisan dan makna kehidupan, sedangkan Harry Potter mencerminkan perjalanan tumbuh dewasa dan penemuan diri. Kedua pengalaman membaca ini membentuk identitas dan perspektif penulis terhadap dunia dan cerita.
  • Ketika Gula Darah Anak Terjun Bebas: Panduan Penanganan Hipoglikemia Pediatrik Sesuai Pedoman Terbaru
    Hipoglikemia pada anak adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Anak sadar harus diberikan glukosa oral 0,3 g/kg, sedangkan anak tidak sadar membutuhkan dekstrosa 10% intravena 2 mL/kg atau glukagon. Pengambilan sampel kritis sebelum terapi penting untuk identifikasi penyebab hipoglikemia secara tepat.
  • Diabetes: Membongkar Mitos yang Masih Dipercaya di Indonesia
    Sebelas mitos seputar diabetes—dari anggapan gula sebagai penyebab langsung hingga klaim obat herbal penyembuh instan—dibedah dengan bukti ilmiah dan data terbaru. Prevalensi diabetes Indonesia mencapai 11,7% (SKI 2023), namun mayoritas penyandang belum terdiagnosis. BPOM memperingatkan bahaya produk herbal ilegal yang mengklaim menyembuhkan “kencing manis”.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. […] Tanda tangan digital ada banyak metode yang bisa dilakukan, dan dokter bisa memilih layanan yang ia sukai. […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca