A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya jarang menemukan pengguna yang menggunakan produk antivirus F-Prot yang sudah ada sejak 20 tahun yang lalu.Tapi ada “sejarahnya” saya ketemu komputer yang pakai F-Prot AV.

Ada kabar yang kurang mengenakan dari pengembang F-Prot, Cyren, yang memutuskan memensiunkan produk antivirus mereka, dengan alasan untuk berfokus pada produk keamanan kelas perusahaan. Kabar ini dirilis pada situs resmi F-Prot.

Tampilan F-Prot AV

Mitra yang Terhormat,

Catatan ini untuk memberi tahu Anda tentang tanggal End-of-Sale (EOS) dan End-of-Life (EOL) yang akan datang untuk produk F-Prot Endpoint Antivirus.

Titik akhir F-Prot memiliki sejarah yang panjang dan sukses, dan kami berterima kasih atas dukungan Anda sebagai pelanggan Cyren. Ada banyak pilihan lain di pasar untuk endpoint AV, dan Cyren telah memutuskan untuk fokus pada solusi perusahaan. Akibatnya, kami tidak dapat lagi mendukung lini produk F-Prot Endpoint.

Tanggal berikut ini akan berlaku:

1-Aug-2020 – Tanggal Berakhirnya Penjualan (produk tidak dapat dipesan dari Cyren setelah tanggal tersebut)
Tanggal Akhir Masa Pakai 31 Juli 2021 (data terakhir kapan produk akan didukung dan pembaruan tanda tangan disediakan)
Kami berterima kasih atas dukungan dan komitmen Anda kepada Cyren dan F-Prot.

Hormat kami,
Tim Cyren

Demikian yang tertulis pada halaman mereka, yang memberikan kesempatan hingga akhir Juli tahun depan bagi penggunanya untuk memilih berganti produk lain jika tidak membutuhkan produk solusi perusahaan dari mereka.

Jika pembaca ada yang menggunakan produk antivirus F-Prot, maka mungkin sudah saatnya membuat pertimbangan mencari produk pengganti bagi komputer pribadi atau laptop masing-masing.

Pengguna Windows XP, 7, dan seri 8 disarankan memilih antivirus yang cukup ringan bagi komputer mereka. Jajaran produk seperti Immunet, Panda Free AV, dan BitDefender Free merupakan pilihan yang baik bagi yang ingin produk gratis. Immunet terutama sangat ringan dan sangat cocock pada laptop atau komputer berumur.

Pengguna Windows 10 (dari laptop yang tidak ditingkatkan dari versi Windows sebelumnya) memiliki pilihan untuk tidak menggunakan AV tambahan atau menggunakan salah satu dari banyak produk di pasaran, baik yang gratis maupun berbayar.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca