Katanya, meja kerja mencerminkan kepribadian pemiliknya. Sayangnya, meja kerja saya mungkin mencerminkan kondisi pikiran yang jauh dari tenang. Kondisi pandemi mengubah banyak hal, dan lebih banyak dari yang diduga, karena perburukan serta merta bisa diperkirakan dengan melibat pilihan masyarakat dalam menghadapinya.
Ada banyak hal yang saya kerjakan saat ini, hanya saja bukan itu yang ingin saya utarakan.
Pagi ini, meja kerja lama saya diambil alih istri, dan diberikan ganti meja lainnya. Lebih pendek, tapi lebih lebar. Mungkin sindiran untuk perut saya yang bertambah lebar 😂.
Meja kerja saya selalu penuh seperti itu. Ini pun sudah termasuk lebih rapi. Biasanya ada banyak tumpukan kertas bekas hingga bungkus susu UHT atau gelas kopi. Bedanya dengan masa kuliah, sudah tidak ada tumpukan buku lagi.
Era nirkertas membuat perubahan besar, di mana buku dan catatan tersimpan dalam bentuk elektronik. Apalagi saat ini, rujukan kepustakaan beralih dari era buku menuju era karya ilmiah. Sehingga kadang menjadi lelucon bahwa di era paperless pelajar malah berburu paper.
Saya terbiasa bekerja dengan monitor ganda (dulu), dan juga dengan sejumlah layar (sekarang). Kadang itu pun bisa jadi terasa tidak cukup. Untungnya, ketidakcukupan itu hanya perasaan, bukan kondisi yang mendesak untuk dicukupkan.
Meja kerja dicukupkan seadanya, buat saya saat ini, yang penting bisa dipakai kerja. Kalau meja kerjanya keenakan, I could gain weight faster than I could gain brain.
Gigitan anjing membawa risiko ganda — infeksi bakteri dan rabies yang hampir selalu fatal begitu bergejala. Data Kemenkes RI mencatat 185.359 kasus GHPR dan 122 kematian pada 2024. Pencucian luka 15 menit dengan sabun-air, vaksin antirabies sesuai kategori paparan, serta rujukan ke Rabies Center adalah tiga langkah penyelamat nyawa yang wajib dipahami masyarakat dan tenaga kesehatan primer.
Catatan memasang openSUSE Tumbleweed berdampingan dengan Windows 11 di Dell Latitude 3440: shrink partisi, BitLocker, GRUB2 EFI, hingga audio yang sempat senyap.
Kolangitis akut adalah infeksi saluran empedu yang terjadi ketika aliran empedu tersumbat, paling sering oleh batu. Kenali gejala demam, kuning, dan nyeri perut kanan atas, pahami kriteria diagnosis serta derajat keparahan menurut Tokyo Guidelines 2018, dan ketahui mengapa drainase empedu tepat waktu bisa menyelamatkan nyawa.
Nyeri perut kiri bawah disertai demam bisa jadi tanda divertikulitis, peradangan kantung kecil di usus besar. Pedoman ACG 2026 mengubah pendekatan lama: antibiotik tak lagi rutin, operasi diindividualisasi, dan mitos pantang kacang-bijian dipatahkan. Simak penjelasan lengkap gejala, diagnosis, tata laksana terkini, dan relevansinya bagi Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan