Peramban modern memiliki salah satu fitur aksesibilitas yang penting, yaitu kemampuan untuk membaca dengan lantang (read aloud) pada konten web yang sedang diakses.
Selama ini, Google Chrome dibekali dengan suara natural yang paling baik menurut saya dalam fungsi ini. Tapi setelah mencoba setelan suara alami (natural voice) pada Microsoft Edge, saya memiliki pendapat yang berbeda.
Microsoft Edge menyediakan fitur membaca natural pada perangkat komputer dan perangkat tablet modern. Saya mencoba menggunakan fitur ini pada edisi ponsel cerdas, namun sepertinya tidak menghasilkan fitur suara yang alami, hanya teks ke suara (text to speech) yang normal.
Mengapa fitur ini penting?
Karena kita mungkin tidak ingin membaca dan menatap layar dalam jangka lama untuk teks yang panjang. Dan halam web yang “dibacakan” bisa jadi solusi agar matan tidak lelah.
Atau, bisa jadi seseorang memiliki keterbatasan dalam membaca secara visual, sehingga mendengar bisa menjadi pilihan mereka.
Saya bisa mengatakan bahwa pengembang Edge telah melakukan sesuatu yang bagus untuk peramban ini. Karena tidak semua peramban modern menyediakan fitur pembaca dengan suara yang alami.
Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Bahu adalah sendi paling sering mengalami dislokasi di tubuh manusia—dan salah tangani bisa berujung ketidakstabilan berulang. Artikel ini mengulas mekanisme cedera, lesi Bankart dan Hill-Sachs, protokol reduksi dan imobilisasi terkini, hingga kapan operasi seperti Bankart repair atau Latarjet diperlukan, lengkap dengan konteks layanan ortopedi di Indonesia.
Laporan Direktur Regional WHO Pasifik Barat untuk periode Juli 2025–Juni 2026 memuat bab khusus Indonesia. BPOM naik kelas sebagai WHO Listed Authority dan wabah polio dinyatakan selesai, tetapi hanya 5% penderita hipertensi yang terkendali dan cakupan campak dosis kedua masih 78%.
WHO merilis paket panduan 2026 untuk mencegah penyakit akibat panas di acara massal. Intinya: nilai risiko sejak awal, pasang pelindung berlapis seperti air minum, area pendingin, dan jalur rujukan, tentukan tingkat eskalasi sebelum acara, serta ubah pesan “minum air” menjadi arahan yang didukung layanan nyata. Relevan bagi penyelenggara di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Silakan, jangan lupa saat memilih “baca dengan lantang” di kolom setelan (setting bar) memberi pilihan untuk menggunakan natural voice. – https://is.gd/6bgrha
Tinggalkan Balasan