A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hemodialisis adalah proses cuci darah yang dilakukan dengan bantuan mesin dialisis dan filter khusus yang disebut ginjal buatan. Hemodialisis bertujuan untuk membersihkan darah dari limbah, garam, dan cairan berlebih yang tidak dapat disaring oleh ginjal yang rusak atau gagal.

Hemodialisis sangat penting bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal, karena dapat membantu mengontrol tekanan darah, menyeimbangkan mineral penting dalam darah, dan mencegah komplikasi yang berbahaya, seperti keracunan uremia, edema paru, aritmia jantung, dan kematian.

Namun, banyak pasien yang enggan atau menunda untuk melakukan hemodialisis karena berbagai alasan, seperti takut akan rasa sakit, biaya yang mahal, ketergantungan pada mesin, atau kurangnya informasi yang benar tentang prosedur ini. Padahal, menunda hemodialisis dapat berakibat fatal bagi kesehatan dan kualitas hidup pasien.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa sebaiknya tidak menunda hemodialisis:

  • Menunda hemodialisis dapat memperburuk kondisi ginjal dan menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang lebih cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal akut atau kronis yang tidak dapat pulih.
  • Menunda hemodialisis dapat menyebabkan penumpukan limbah dan cairan berlebih dalam tubuh yang dapat merusak organ-organ vital lainnya, seperti jantung, paru-paru, otak, dan tulang. Hal ini dapat menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu, seperti mual, muntah, gatal-gatal, sesak napas, kelelahan, kram otot, gangguan mental, dan anemia.
  • Menunda hemodialisis dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang berbahaya akibat penyakit ginjal, seperti hipertensi maligna, perikarditis, ensefalopati uremik, asidosis metabolik, hiperkalemia, hiperfosfatemia, dan hipokalsemia. Komplikasi-komplikasi ini dapat mengancam nyawa pasien jika tidak segera ditangani.
  • Menunda hemodialisis dapat mengurangi harapan hidup dan kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal. Studi menunjukkan bahwa pasien yang melakukan hemodialisis secara teratur memiliki angka kelangsungan hidup dan kualitas hidup yang lebih baik daripada pasien yang menunda hemodialisis.

Oleh karena itu, jika dokter telah merekomendasikan untuk melakukan hemodialisis sebagai pengobatan untuk penyakit ginjal Anda, sebaiknya Anda tidak menundanya dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis ginjal untuk menentukan jadwal dan jenis hemodialisis yang sesuai dengan kondisi Anda.

Hemodialisis bukanlah hal yang perlu ditakuti atau dihindari. Hemodialisis adalah salah satu cara untuk membantu Anda menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif meskipun memiliki ginjal yang bermasalah.

Artikel Baru Terbit

  • Beyond Heroes and Villains: History, Morality, and the Psychology of Narrative
    Tulisan ini menggambarkan bagaimana sejarah dipengaruhi oleh kekuasaan, membentuk narasi pahlawan dan penjahat. Ia menyoroti kompleksitas moral, bahwa individu bisa berperan dalam kejahatan atau pahlawan berdasarkan konteks. Penting untuk mengakui berbagai perspektif dan menahan diri dari menyederhanakan narasi demi pemahaman yang lebih mendalam tentang kemanusiaan.
  • Aman Merawat Seumur Hidup: Keselamatan Pasien Penyakit Tidak Menular yang Terlewat dari Sorotan
    Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 fokus pada penyakit tidak menular dengan tema “Safe care for life!”. Penyandang penyakit kronis berisiko tinggi mengalami cedera akibat interaksi berulang dengan sistem kesehatan. Artikel ini menjelaskan pentingnya keterlibatan pasien dalam keselamatan layanan serta implementasi pesan WHO dalam konteks kesehatan Indonesia.
  • Ketika Gula Darah Naik di Tengah Kehamilan: Mengenal Diabetes Gestasional
    Diabetes melitus gestasional adalah gangguan toleransi glukosa yang muncul saat hamil, memengaruhi hingga 14% kehamilan secara global. Di Indonesia, kondisi ini sering luput terdeteksi karena keterbatasan data nasional. Skrining rutin usia 24–28 minggu, tata laksana nutrisi, dan pemantauan pascasalin jangka panjang menjadi kunci mencegah komplikasi ibu dan bayi.
  • Dipakai oleh Miliaran, Diriset oleh Segelintir: Agenda Riset Global WHO untuk Pengobatan Tradisional dan Posisi Indonesia di Dalamnya
    WHO menerbitkan agenda riset global untuk pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif (TCIM) dari 2025 hingga 2034, menyoroti kesenjangan antara tingkat penggunaan yang tinggi dan pendanaan riset yang rendah. Indonesia memiliki pengguna TCIM yang besar, namun belum menyusun komitmen riset formal seperti negara lain, membuka peluang baru untuk pengembangan.
  • Menangis Belum Tentu Sakit, Diam Belum Tentu Sehat: Membaca Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
    Bayi baru lahir kerap menampakkan tanda yang mengkhawatirkan namun jinak — ruam berpindah, bersin, napas tak teratur — sementara tanda paling berbahaya justru nyaris tak terlihat: hipotermia, menyusu buruk, dan terlalu anteng. Artikel ini memetakan keduanya dalam tiga jalur keputusan, agar orang tua tahu kapan menunggu dan kapan berangkat.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar q.thrynx

    Apakah mungkin seseorang yang telah menjalani Hemodialisa bisa membaik lagi kondisi ginjalnya dan berhenti Hemodialisa?

    1. Avatar Cahya

      Gagal ginjal yang berasal dari penyakit ginjal kronis yang memerlukan hemodialisis sampai saat ini tidak bisa dipulihkan kondisi seperti awal. Hemodialisis, termasuk jenis peritoneal dialisis adalah pilihan untuk menggantikan fungsi ginjal yang gagal ini dalam jangka panjang, selain pilihan cangkok/transplantasi ginjal.

      Sementara, beberapa kondisi cedera ginjal akut yang menyebabkan gagal ginjal dan memerlukan hemodialisis (misalnya pada kasus infeksi leptospirosis) umumnya dapat lepas dari hemodialisis secara aman saat pulih dari penyakitnya apabila mendapatkan penanganan yang mencukupi dan baik sedari awal.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca