Fixed drug eruption (FDE) adalah reaksi alergi kulit yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu. FDE ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah atau ungu yang timbul di area kulit yang sama setiap kali mengonsumsi obat penyebabnya. Bercak-bercak ini biasanya tidak gatal atau nyeri, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau malu bagi penderitanya.
FDE dapat terjadi pada siapa saja yang sensitif terhadap obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, analgesik, antihistamin, antikonvulsan, atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). FDE biasanya muncul beberapa jam atau hari setelah mengonsumsi obat tersebut, dan dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu. FDE dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, tetapi dapat kambuh jika mengonsumsi obat yang sama lagi.
Pengobatan FDE bertujuan untuk menghentikan reaksi alergi dan mencegah komplikasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
Menghentikan penggunaan obat yang diduga menyebabkan FDE. Jika tidak yakin, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui obat mana yang harus dihindari.
Menggunakan krim kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan kulit. Krim ini harus digunakan sesuai petunjuk dokter dan tidak boleh digunakan terlalu lama atau terlalu sering.
Mengonsumsi antihistamin oral untuk mengurangi gejala alergi, seperti gatal atau ruam. Antihistamin ini juga harus digunakan sesuai petunjuk dokter dan tidak boleh dikombinasikan dengan obat-obatan lain yang dapat menyebabkan interaksi.
Menghindari paparan sinar matahari atau sumber panas lainnya yang dapat memperparah kondisi kulit. Gunakan tabir surya, pakaian pelindung, dan topi saat beraktivitas di luar ruangan.
Menjaga kebersihan kulit dan menghindari iritasi atau infeksi. Gunakan sabun lembut dan air hangat untuk membersihkan area yang terkena FDE. Hindari menggaruk, menggosok, atau memencet bercak-bercak tersebut. Gunakan pelembap untuk menjaga kelembaban kulit.
FDE adalah kondisi yang dapat dicegah dengan menghindari obat-obatan yang menyebabkannya. Jika pernah mengalami FDE sebelumnya, beri tahu dokter tentang riwayat alergi Anda sebelum mendapatkan resep obat baru. Jika mengalami gejala FDE, segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Diabetes insipidus adalah gangguan hormon antidiuretik yang menyebabkan haus berlebihan dan urin sangat banyak, berbeda dari diabetes melitus meski gejalanya mirip. Kondisi ini tergolong langka, sering terkait tumor hipofisis atau cedera kepala. Diagnosis tepat dan tata laksana dengan desmopresin atau tiazid mencegah dehidrasi berat dan komplikasi elektrolit yang mengancam nyawa.
Tulisan ini membahas tentang risiko infeksi yang dapat terjadi pada sistem bangunan rumah sakit. Dengan mengganti istilah “tubuh” menjadi “sistem bangunan” dalam definisi infeksi, penilaian risiko infeksi dapat dilakukan sama seperti kajian medis. Tiga perangkat untuk memantau dan mengelola risiko infeksi telah disiapkan dan tersedia gratis.
Tulisan ini menggambarkan bagaimana sejarah dipengaruhi oleh kekuasaan, membentuk narasi pahlawan dan penjahat. Ia menyoroti kompleksitas moral, bahwa individu bisa berperan dalam kejahatan atau pahlawan berdasarkan konteks. Penting untuk mengakui berbagai perspektif dan menahan diri dari menyederhanakan narasi demi pemahaman yang lebih mendalam tentang kemanusiaan.
Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 fokus pada penyakit tidak menular dengan tema “Safe care for life!”. Penyandang penyakit kronis berisiko tinggi mengalami cedera akibat interaksi berulang dengan sistem kesehatan. Artikel ini menjelaskan pentingnya keterlibatan pasien dalam keselamatan layanan serta implementasi pesan WHO dalam konteks kesehatan Indonesia.
Diabetes melitus gestasional adalah gangguan toleransi glukosa yang muncul saat hamil, memengaruhi hingga 14% kehamilan secara global. Di Indonesia, kondisi ini sering luput terdeteksi karena keterbatasan data nasional. Skrining rutin usia 24–28 minggu, tata laksana nutrisi, dan pemantauan pascasalin jangka panjang menjadi kunci mencegah komplikasi ibu dan bayi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan