Nyeri telinga ketika naik pesawat adalah keluhan yang umum dialami oleh banyak orang. Nyeri ini disebabkan oleh perubahan tekanan udara yang terjadi saat pesawat lepas landas atau mendarat. Perubahan tekanan udara ini dapat membuat gendang telinga tertarik ke dalam atau ke luar, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, penuh, atau berdenging di telinga.
Nyeri telinga ketika naik pesawat biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa menit. Namun, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi nyeri telinga saat naik pesawat, yaitu:
Mengunyah permen karet, permen hisap, atau makanan lunak saat pesawat lepas landas atau mendarat. Hal ini dapat membantu membuka saluran tuba eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung dan tenggorokan, sehingga tekanan udara di dalam dan luar telinga menjadi seimbang.
Menelan ludah atau menguap berkali-kali saat pesawat lepas landas atau mendarat. Hal ini juga dapat membantu membuka saluran tuba eustachius dan mengurangi ketegangan pada gendang telinga.
Melakukan manuver valsava, yaitu menutup mulut dan hidung dengan jari, kemudian meniup udara dengan kuat melalui hidung. Hal ini dapat membuat udara keluar dari telinga tengah dan menyeimbangkan tekanan udara di dalam dan luar telinga.
Menggunakan penutup telinga khusus yang dapat mengatur tekanan udara di dalam telinga saat naik pesawat. Penutup telinga ini biasanya tersedia di apotek atau toko alat kesehatan.
Menghindari naik pesawat jika Anda sedang pilek, flu, sinusitis, atau alergi. Kondisi ini dapat membuat saluran tuba eustachius bengkak dan tersumbat, sehingga sulit untuk menyeimbangkan tekanan udara di dalam dan luar telinga.
Nyeri telinga ketika naik pesawat adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika nyeri telinga berlangsung terus-menerus, disertai dengan gangguan pendengaran, pusing, vertigo, atau darah keluar dari telinga, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Demikianlah artikel tentang nyeri telinga ketika naik pesawat yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan selamat bepergian!
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan