Kuku yang tidak terawat tidak hanya berdampak buruk pada penampilan, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kuku yang tidak terawat dapat menjadi sarang kuman, jamur, dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit dan kuku. Infeksi ini dapat menimbulkan rasa sakit, bengkak, merah, dan bernanah pada jari-jari tangan atau kaki. Infeksi ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau kontak langsung.
Beberapa contoh penyakit yang dapat disebabkan oleh kuku yang tidak terawat adalah:
Kudis: Penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yang hidup di bawah permukaan kulit. Gejalanya adalah gatal-gatal, ruam merah, dan luka-luka kecil. Kudis dapat menular melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi seperti pakaian, handuk, atau seprai.
Kutu air: Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di daerah lembap seperti sela-sela jari kaki. Gejalanya adalah kulit mengelupas, pecah-pecah, gatal-gatal, dan bau tidak sedap. Kutu air dapat menular melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi seperti sepatu, kaos kaki, atau karpet.
Paronikia: Infeksi pada kulit di sekitar kuku yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Gejalanya adalah bengkak, merah, nyeri, dan bernanah pada ujung jari. Paronikia dapat menular melalui kontak langsung dengan nanah atau cairan dari luka.
Onikomikosis: Infeksi pada kuku yang disebabkan oleh jamur. Gejalanya adalah kuku berubah warna menjadi kuning, coklat, atau hitam, kuku menjadi rapuh, tebal, dan mudah pecah. Onikomikosis dapat menular melalui kontak langsung dengan kuku yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi seperti gunting kuku, alat manikur, atau alat pedikur.
Untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit di atas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
Menjaga kebersihan kuku dengan memotongnya secara rutin dan membersihkannya dengan sabun dan air mengalir.
Mengeringkan kuku dengan baik setelah mencuci tangan atau mandi.
Menghindari memencet atau menggaruk luka-luka di sekitar kuku.
Menggunakan alas kaki bersih dan nyaman yang tidak terlalu sempit atau lebar.
Menghindari berbagi barang-barang pribadi seperti gunting kuku, alat manikur, atau alat pedikur dengan orang lain.
Menggunakan obat-obatan sesuai resep dokter jika mengalami infeksi pada kulit atau kuku.
Dengan menjaga kesehatan dan kebersihan kuku secara teratur, kita dapat menghindari potensi sakit akibat kuku yang tidak terawat. Kuku yang sehat dan bersih juga akan meningkatkan rasa percaya diri dan penampilan kita.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan