A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Potensi sakit akibat kuku yang tidak terawat

Kuku yang tidak terawat tidak hanya berdampak buruk pada penampilan, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kuku yang tidak terawat dapat menjadi sarang kuman, jamur, dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit dan kuku. Infeksi ini dapat menimbulkan rasa sakit, bengkak, merah, dan bernanah pada jari-jari tangan atau kaki. Infeksi ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau kontak langsung.

Photo by Stephanie Ho on Pexels.com

Beberapa contoh penyakit yang dapat disebabkan oleh kuku yang tidak terawat adalah:

  • Kudis: Penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yang hidup di bawah permukaan kulit. Gejalanya adalah gatal-gatal, ruam merah, dan luka-luka kecil. Kudis dapat menular melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi seperti pakaian, handuk, atau seprai.
  • Kutu air: Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di daerah lembap seperti sela-sela jari kaki. Gejalanya adalah kulit mengelupas, pecah-pecah, gatal-gatal, dan bau tidak sedap. Kutu air dapat menular melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi seperti sepatu, kaos kaki, atau karpet.
  • Paronikia: Infeksi pada kulit di sekitar kuku yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Gejalanya adalah bengkak, merah, nyeri, dan bernanah pada ujung jari. Paronikia dapat menular melalui kontak langsung dengan nanah atau cairan dari luka.
  • Onikomikosis: Infeksi pada kuku yang disebabkan oleh jamur. Gejalanya adalah kuku berubah warna menjadi kuning, coklat, atau hitam, kuku menjadi rapuh, tebal, dan mudah pecah. Onikomikosis dapat menular melalui kontak langsung dengan kuku yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi seperti gunting kuku, alat manikur, atau alat pedikur.

Untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit di atas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Menjaga kebersihan kuku dengan memotongnya secara rutin dan membersihkannya dengan sabun dan air mengalir.
  • Mengeringkan kuku dengan baik setelah mencuci tangan atau mandi.
  • Menghindari memencet atau menggaruk luka-luka di sekitar kuku.
  • Menggunakan alas kaki bersih dan nyaman yang tidak terlalu sempit atau lebar.
  • Menghindari berbagi barang-barang pribadi seperti gunting kuku, alat manikur, atau alat pedikur dengan orang lain.
  • Menggunakan obat-obatan sesuai resep dokter jika mengalami infeksi pada kulit atau kuku.

Dengan menjaga kesehatan dan kebersihan kuku secara teratur, kita dapat menghindari potensi sakit akibat kuku yang tidak terawat. Kuku yang sehat dan bersih juga akan meningkatkan rasa percaya diri dan penampilan kita.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca